Cinta Untuk Rahma

Cinta Untuk Rahma
tidak ada yang mengerti.?


__ADS_3

"maafkan bibik nona Rahma bibik harus pergi bibik tidak sanggup melihat nona diperlakukan seperti ini oleh tuan muda.."kata bik Nur dalam hatinya dan meninggalkan Alvendra


*Alven masih mematung sampai bik Nur benar benar keluar dari rumah Alvendra..


"Kenapa bik Nur bisa berkata seperti itu ..


bukankah bik Nur tahu orang tuaku meninggal karena Rahma..


kenapa bik Nur malah membela Rahma ..


jangan jangan Rahma sudah mempengaruhi bik Nur?."kata Alven dalam hatinya kemudian berjalan mendekat ke pintu Rahma dan membukanya..


"Kak Alven."ucap Rahma


"Apa yang sudah kamu katakan kepada bik Nur?."tanya Alvendra


"Apa kak aku tidak mengatakan apapun."ujar Rahma


"Aku sama sekali tidak percaya dengan wanita sepertimu..


Aku yakin kamu sudah mencuci otak bik Nur sampai sampai dia menyalahkanku.."kata Alven dengan sorot mata tajam


"Tapi kak aku memang tidak mengatakan apapun"kata Rahma


Alven berjalan mendekat ke arah Rahma dan menarik tangan Rahma dengan kasar


"Kak lepas kak sakit ..aku mau dibawa kemana.."kata Rahma memohon ke Alven tapi tidak di hiraukan oleh Alven dan Alven masih terus berjalan menarik Rahma


"Kak lepaskan tangan Rahma kak."kata Rahma


Alvendra membalik badannya dan menatap tajam Rahma


"DIAM."kata Alven dan Rahma langsung menutup mulutnya dengan air mata mengalir


Alven kembali menarik tangan Rahma menaiki tangga


Alven melepas tangan Rahma kasar sampai Rahma terjatuh

__ADS_1


"Sekarang kamu disini aku sudah muak melihatmu"kata Alven


Rahma hanya diam dengan Air mata yang terus mengalir


Alven berbalik dan mengkunci pintu meninggalkan Rahma di lantai paling atas tanpa Atap ..


tidak terlalu buruk memang tempat itu..


banyak dihiasi bunga bunga


tetapi terlihat buruk karena Rahma tengah sedih


"Kenapa kak Alven tidak sadar juga kalau aku tidak bersalah."kata Rahma seraya menghapus Air matanya..


"bik Nur maafkan Rahma karena Rahma bik Nur kehilangan pekerjaan"kata Rahma terisak..


.


.


.


"Bis pulanglah..


dan besok sepertinya aku tidak kekantor."kata Alven


"Kenapa tuan muda?."tanya Bisma


"Memangnya kamu harus tahu semua urusanku."kata Alven dingin


"Maaf tuan Muda."kata Bisma


"Bodoh sekali aku kenapa aku harus bertanya tadi"kata Bisma dalam hatinya


Alven tidak menjawab Bisma dan langsung masuk kedalam rumah..


Alven masuk kekamarnya berganti baju dan berbaring..

__ADS_1


"Aku membencimu sangat membencimu."teriak Alvendra suaranya memenuhi kamar


Alven hanya duduk menatap keluar ..


matanya seakan menikmati sore itu tapi sebenarnya dia sama sekali tidak menikmatinya..


pikiranya entah kemana..


Raga Alven memang ada disana tapi hati dan pikirannya tidak ada disana..


"Kenapa semua orang tidak memikirkan perasaanku..kenapa semua orang membela Rahma


bahkan mama kenapa masih sempat memikirkan Rahma juga???


Apa istimewanya wanita itu..


dia tidak lebih baik dari semua wanita yang aku kenalll..


akh...."Alven berteriak


Langit cerah sudah mulai berubah gelap karena sudah hampir malam ..


Alven keluar dari kamarnya dan kedapur untuk makan..


masih ada makanan didapur jadi Alven langsung memakannya ..


dihati kecil Alven masih ingat dengan Rahma tapi ditepis jauh oleh Alven


hanya beberapa menit Alven sudah selesai makan dan langsung kembali kemarnya..


Alven mengambil beberapa butir obat kemudian berbaring di Ranjang ..


"Aku sangat merindukan kalian"gumam Alven kemudian memejamkan matanya..


#maaf ya gabisa Up setiap hari ..


lagi terima dedek bayik 😉jadi masih repot bingit😅

__ADS_1


__ADS_2