
"ceroboh sekali hah apa kamu tidak bisa melakukannya perlahan"bentak Alvendra sambil mengikat jari Rahma dengan kain
Rahma menunduk
"maaf kka"kata Rahma
Alven hanya diam dan meneruskan mengikat jari Rahma setelah selesai Alven langsung meninggalkan Rahma
"kak Al kenapa marah bukankah dia senang jika aku terluka"kata Rahma dalam hatinya sambil memperhatikan jari yang telah diikat oleh Alven
"ssial kenapa aku membantunya"kata Alven setelah sampai dikamarnya
Alven kemudian masuk kedalam kamar mandi
Alven merendam tubuhnya dengan air hangat dan memejamkan matanya
"kenapa aku menolak sindy bukankah dia cinta pertamaku ??"tanya Alven pada dirinya sendiri
Alvendra terus memikirkan kenapa bisa dia menolak sindy entah karena Alven sudah mulai mencintai Rahma atau Karena Alven hanya membalas dendam Sindy menunjukkan betapa sakit hatinya ketika Sindy meninggalkannya..
Hampir 30 menit Alven berendam di bak mandi setelah selesai Alven keluar dari kamar mandi dan memakai baju
Alven hanya mengenakan celana pendek dengan kaos pendek berwarna putih polos
Rahma yang sudah selesai memasak menuju kekamar Alvendra dan mengetuk pelan pintu kamar
"tok tok tok
__ADS_1
"masuk"kata Alven
"kak mau makan sudah siap ..apa kakak mau makan sekarang ?"tanya Rahma
"hmm siapkan saja"kata Alan
Rahma keluar dari kamar Alven dan kembali ke dapur menyiapkan makanan keatas meja makan
"kenapa badanku sekarang cepat sekali lelah"gumam Rahma menghapus keringat yang ada dikeningnya
Alven turun dan langsung duduk
Rahma dengan sigap mengambil makanan untuk Alven dan memberikan kepada Alven
"duduk dan makanalah"kata Alven tanpa melihat ke arah Rahma
"baik kak "jawab Rahma kemudian mengambil makanan ke piring dan melahapnya
setelah 15 menit Alven selesai makan dan meninggalkan Meja makan
Rahma kemudian merapikan bekas makan mereka berdua
setelah selesai Rahma masuk kedalam kamar
"kenapa aku masih lapar"kata Rahma menatap langit langit kamarnya..
"aku pasti sangat lelah sampai makan satu piring sampai kamar lapar lagi"kata Rahma duduk dan menggelengkan kepalanya dan kembali beranjak dari kasur menuju kedapur
__ADS_1
Rahma kembali melahap sesuatu di dapur
"apa dia sangat kelaparan bukankah tadi baru makan"kata Alven dalam hatinya yang tidak sengaja melihat Rahma tengah makan
"terserah saja"kata Alven sambil berjalan keluar
Alven ada janji dengan teman temannya ke cafe karena mereka cukup lama tidak berkumpul semenjak sepeninggal Orang tua Alvendra
.
.
.
Rahma tengah tertidur lelap namun tiba tiba Rahma terbangun dan duduk sambil menyentuh perutnya
"perutku mual sekali""kata Rahma sambil berjalan menuju kekamar mandi
sampai didepan pintu kamar mandi Rahma memuntahkan semua isi perutnya
"aku pasti masuk angin sampai aku muntah muntah seperti ini"kata Rahma sambil membersihkan mulutnya
setelah selesai Rahma keluar dari kamar mandi namun belum sampai diluar Rahma kembali muntah muntah dan lagi lagi Rahma membersihkan mulutnya kembali namun dia kembali memuntahkan isi perutnya
Rahma hanya duduk di depan pintu dan menyender karena lemas
"huh aku harus mengambil obat tapi setiap aku beranjak aku akan muntah..parah sekali sakitku"kata Rahma
__ADS_1
sepanjang malam Rahma terjaga di depan kamar mandi karena setiap beberapa menit Rahma kembali mengeluarkan isi perutnya membuat Rahma tidak bisa pergi kemana mana..
Alven tidak pulang malam ini dia tidur di apartemen karena mereka berkumpul sampai larut malam dan lebih dekat jarak ke apartemen dari pada kerumahnya