
"Rahma permisi dulu kak mau lanjut bersih bersih"kata Rahma sambil berdiri
"kalau memang masih sakit gak usah kerja dulu"kata Alven tanpa menatap Rahma
Rahma tersenyum
"benarkah kak ?"tanya Rahma
"hmm"jawab Alven seraya pergi meninggalkan Rahma dan kembali kekamarnya.
Alven duduk menatap kearah luar jendela kamarnya..
"mama ayah Alven sangat merindukan kalian"kata Alven lirih tanpa Alven sadari Air matanya menetes karena sangat merindukan mendiang orang tuanya..
Alven tidak kekantor hari ini dia hanya menghabiskan waktunya dikamar..
Rahma benar benar merasa senang bisa beristirahat hari ini Rahma menghabiskan waktunya untuk tidur karena sudah beberapa hari dia tidak mendapat cukup tidur diwaktu malam ..
Rahma bangun sebelum jam makan siang dia bergegas memasak ..
Dengan bersemangat Rahma memasak beberapa jenis masakan..
hampir 1 jam Rahma masak kini semua masakan sudah ada di Meja makan..
Rahma berjalan menuju kekamar Alven dan mengetuk pintu kamar Alven
tok tok tok
"kak makan siang sudah siap"panggil Rahma daro balik pintu
__ADS_1
"iya"jawab Alven kemudian keluar dari kamar berjalan lebih dahulu dan diikuti oleh Rahma
Rahma mengambilkan makanan untuk Alven..
setelah itu untuk dirinya sendiri..
Alven mulai melahap makanan yang ada didepannya..
"kenapa aku jadi malas makan ini"kata Rahma dalam hatinya dan terus mengaduk makanan yanh ada dipiringnya..
wajahnya terlihat jelas dia tidak ingin makanan itu..
diam diam Alven memperhatikan Rahma kemudian Alven menghentikan makannya..
"kenapa tidak dimakan ?"tanya Alven menatap Rahma
"tidak kenapa kenapa kak Rahma belum terlalu lapar"jawab Rahma sekenanya..
Rahma hanya diam dan menunduk dengan sangat terpaksa dia melahap makanannya dengan air mata mengalir dikedua pelupuk matanya..
"aku menyuruhmu makan bukan menangis memang apa yang salah ?"tanya Alan sedikit meninggi
sedangkan Rahma hanya tertunduk sambil melahap makanan hasil masakannya sendiri dengan sangat terpaksa bahkan masih terus menangis
Alvendra berdiri dan mengambil paksa makanan didepan Rahma dan membuangnya..
"cukup kalau memang tidak mau makan"kata Alan
bukanya berhenti menangis namun air mata Rahma malah semakin deras walaupun tanpa suara
__ADS_1
Rahma menatap Alan kemudian berlari cepat menuju kekamarnya namun saat menaiki tangga kaki Rahma tersandung dan akhirnya terjatuh
"auh"kata Rahma lirih menyentuh keningnya yang sedikit berdarah
Alven berlari kearah Rahma yang terduduk ditangga.
"apa kamu tidak bisa hati hati hah !"bentak Alven
"aduh kak perutku kak sakit sekali"kata Rahma dengan kedua tangan menyentuh perutnya..
"apa kenapa sakit yang mana?"tanyq Alven gugup
"akh sakit kak "rintih Rahma dengan air mata berlinang
Alven mengangkat tubuh Rahma dan membawanya kekamar..
setelah itu Alven dengan cepat mengambil ponselnya dan menelfon dokter
"akh kenapa perutku sakit sekalii hiks hiks "rintih Rahma sambil menangis
"aku perlu ambilkan apa ?minum ya "kata Alven
"tidak perutku Rahma sakit kak"rintih Rahma dengan mata terpejam
"buka matamu sebentar lagi dokter datang"kata Alven mengusap wajah Rahma yang mulai pucat dengan kening terluka
"sakit kak"kata Rahma lirih dan perlahan matanya benar benar terpejam..
"Rahma bangun Rahma "kata Alven sambil menepuk pelan kedua pipi Rahma
__ADS_1
"sial kemana dokter budi lama sekali"kata Alven kemudian kaluar dari kamar menunggu dokter