Cinta Untuk Rahma

Cinta Untuk Rahma
rumah sakit 2


__ADS_3

Dini hari Rahma membuka matanya perlahan tangannya terasa berat dengan perlahan Rahma melihat ada Alven yang tengah tidur dengan tangan menggenggam tangan Rahma


Rahma menarik tangannya dengan perlahan dan menutup mulutnya..


"aku ingin muntah "kata Rahma dalam hatinya


"Rahma kamu sudah bangun "tanya Alven dengan senyum merekah


"kamu mual sini keluarkan disini"kata Alven sambul menyodorkan kantung muntah dengan terpaksa Rahma mengeluarkan isi perutnya di sana


Alven mengambil tissu berniat mengusap bibir Rahma namun ditolak oleh Rahma


"Rahma bisa sendiri"kata Rahma mengambil tisu ditangan Alven dan mengusap bibirnya sendiri


"kalau begitu sekarang makan ya.."kata Alven dengan lembut


"tidak kata Rahma kemudian berbaring membelakangi Alven


"aku hamil "kata Rahma dalam hatinya mengusap perutnya yang masih rata dan air mata berlinang


"Rahma dengarkan aku ..kamu belum makan apa apa dari tadi siang sekarang makan setelah itu minum obat"kata Alven menyentuh pundak Rahma tapi Rahma menghindar


Alven membuang nafas kasar


"sekarang apa maumu Rahma ?tanya Alven tapi Rahma tidak menjawab


Rahma kembali mual dan mengeluarkan isi perutnya kedalam kantong muntah yang ada disampingnya..

__ADS_1


"minum ya Rahma"kata Alven lembut ..


"tidak pergi dari sini Rahma ingin sendiri"kata Rahma tanpa melihat Alven


"Rahma maafkan aku Rahma aku mohon..


aku akan berubah aku janji "kata Alven


"Rahma ingin sendiri kak apa kakak tidak mendengar Rahma..kalau kak Alven tidak mau pergi biar Rahma saja yang pergi"kata Rahma dengan terisak


"oke baik baik aku keluar"kata Alven kemudian keluar dari ruang kamar Rahma


setelah Alven pergi Rahma duduk dan kembali terisak


"kenapa aku harus hamil disaat seperti ini aku tidak mau aku tidak siap untuk hamill"kata Rahma menutup wajahnya dengan kedua tanganya..


"aku ingin pergi saja bu aku ingin ikut dengan kalian "kata Rahma setengah berteriak


lagi lagi Rahma muntah namun Rahma tidak perlu turun dari ranjang karena sudah tersedia kantung muntah disampingnya..


sedangkan Alven diluar mendengar semua yang Rahma katakan karena Alven tidak menutup Rapat pintu tersebut


"kenapa dengan Rahma ..?aku akan menjelaskannya Rahma "kata Alven dari balik pintu


Alven sangat sedih mendengar Rahma yang muntah muntah dididalam sendirian hatinya sungguh sangat ingin menolong Rahma namun pasti Rahma menolaknya..


"suster"panggil Alven

__ADS_1


"iya tuan"


"tolong bantu istri saya dia belum makan apa apa dari tadi siang "kata Alven


"baik tuan"kata Suster kemudian masuk kedlaam


"nona nona makan dulu ya"kata suster


"tidak sus percuma "kata Rahma datar


"kenapa nona?"


"pasti akan muntah juga "kata Rahma


"kalaau begitu minum vitamin ini "kata suster lagi


"biarkan disana nanti akan aku minum"kata Rahma tanpa menatap sedikitpun suster pandangan Rahma benar benar kosong


"nona sedang hamil sebaiknya nona jangan memikirkan yang aneh aneh nona tidak boleh banyak pikiran kasihan janin nona"kata suster


Rahma memandang wajah suster


"kamu tidak tahu bagaimana penderitaanku sus ..


aku mohon suster keluar saya hanya ingin sendirian"kata Rahma dengan air mata yang siap menetes kapan saja


"baiklah nona tapi saya juga mohon nona makan dan juga minum obatnya agar lekas sembuh"kata suster kemudian keluar meninggalkan Rahma

__ADS_1


__ADS_2