
Hanya beberapa menit saja Alven kini sudah lelap dalam tidurnya Alven tidur tanpa Alas apapun dia hanya mengenakan satu bantal untuk kepalanya..
Rahma menggeliat dan perlahan membuka matanya..sinar matahari membuat tidur Rahma terganggu Rahma duduk dan melihat kearah sofa
"apa kak Alven sudah bangun dia tidak ada disana "tanya Rahma pada dirinya sendiri
Rahma kemudian keluar dari selimut dan akan kekamar mandi namun niatnya berhenti karena melihat Alven Rahma turun dari ranjangnya dan membangunkan Alven
"kak kak bangun kenapa kak Alven tidur dilantai ?"tanya Rahma
Alven membuka matanya dan meringkuk
"bangun kak pindahlah keranjang"ujar Rahma namun Alven kembali memejamkan matanya
tangan Rahma menyentuh tangan Alven
"kak kak Alven demam "kata Rahma panik dan menyentuh kening Alven
"benar kakak demam ayo kak aku bantu kak Alven harus naik jangan disini"kata Rahma berusaha membantu Alven
kini Alven sudah ada diranjang suhu tubuhnya naik dan tubuh nya menggigil
Rahma kemudian mengambil air hangat untuk mengompres Alven
mata Alven masih terpejam wajahnya kini berubah pucat ..
Rahma masih menccoba menurunkan suhu tubu Alven dengan mengopresnya namun hampi 2 jam tidak ada perubahan apa apa
"apa yang harus aku lakukan sudah dari tadi tapi belum ada efek apa apa"kata Rahma
"ah tuan Bisma"kata Rahma kemudian mengambil ponsel dan menghubungi Bisma
__ADS_1
Rahma masih duduk disamping Alven dan menjaganya Rahma tidak berani meninggalkan Alven karena tubuhnya masih menggigil seperti kedinginan
kini wajah Rahma terlihat ketakutan karena baru kali ini dia melihat Alven sakit..
25 menit Bisma sampai dirumah Alven dengan membawa dokter
begitu masuk dokter langsung memeriksa keadaan Alven karena disana sudah ada Bisma Rahma memutuskan untuk keluar dari kamar dan membuat bubur untuk Alven
dokter sudah selesai memeriksa Alven dan langsung pulang sedang Bisma masih berada didalam kamar karena Rahma belum kembali dari dapur
15 menit kemudian Rahma berjalan masuk kedalam kamar dangan membawa bubur buatanya
"bagaimana keadaan kak Alven.."?
"dia baik baik saja nona.."
"tapi dia kan demam bagaimana baik baik saja"
Rahma menatap Bisma
"apa karena kak aAlven tidur dilantai ?
"apa nona benarkah..?
tuan tidak pernah tidur dilantai sebelumnya Nona"
Rahma mengangguk
"kalau begitu dia sakit karena tidur dilantai "kata Rahma
"benar nona..
__ADS_1
kalau begitu saya harus permisi nona disana sudah ada obat untuk tuan Alven"tunjuk Bisma
"hmm terimakasih"
Bisma kemudian keluar dari kamar dan pergi kekantor ..
Alven membuka matanya perlahan
"kak Alven sudah bangun "tanya Rahma tepat disampingnya
"iya "
"kak makan bubur dulu baru minum obat"kata Rahma
"sini kak Rahma bantu"Rahma membantu Alven duduk
tanpa permisi Rahma menyuapi Alven..
mata Alven memperhatikan Rahma setelah selesai Rahma memberikan obat kepada Alven
"kak kenapa tidur dilantai"tanya Rahma setelah Alven minum obat
"entahlah aku hanya tidak bisa tidur jika tidak denganmu "jawab Alven
"ha ha kak Alven tidak perlu membuat lelucon Lagi pula Rahma bertanya serius"ujar Rahma masih tertawa
Alven mengenggam tangan Rahma
"aku berkata serius Rahma ..aku selalu tidak bisa tidur jika tidak dibantu obat tapi jika aku ada didekatmu aku selalu bisa tidur"kata Alven
Rahma memandang Alven dengan wajah penuh tanya
__ADS_1
"kalau kamu tidak percaya tanyakan pada Bisma dia tahu segalanya tentangku Rahma"kata Alven