
"akh benarkah kak Alven jahat"kata Rahma memukul tangan Alven sambil menangis
"kenapa sih aku tidak apa apakan kamu Rahma"kata Alven
"tapi kaka Alven jahat kenapa kak Alven ganti baju Rahma"kata Rahma dengan terisak mengusap air matanya kasar
"kasihan sekali melihatnya menangis"kata Alven dalam hatinya
Rahma menunduk dan masih terisak
"Rahma Rahma aku hanya bercanda"kata Alven
tapi Rahma masih menuduk dan air matanya masih menetes
"Rahma dengarkan aku..
aku tidak mengganti bajumu..
biknur dan mama yang sudah menganggantinya.."kata Alven memegang pundak Rahma dan menatapnya..
terlihat jelas wajah sedih Rahhma
"kak Alven serius.."tanya Rahma mengusap air matanya
"tentu saja.."kata Alven masih menatap Rahma begitupun sebaliknya..
mata mereka saling bertemu..
Rahma tersadar dan membuang pandangannya ..
pipi Rahma berubah seperti tomat karena malu..
"lihat wajahnya saat ini"kata Alven pada dirinya sendiri dan tersenyum..
Alven masih terus menatap Rahma..
"kruucukkkk"suara perut dari Rahma
"kamu lapar.."tanya Alven
"iya kak "kata Rahma
kalau begitu ayo kita turun untuk sarapan"kata Alven
"baiklah "kata Rahma
"tunggu"kata Alven tangannya menyentuh kening Rahma
"apa ini kenapa kak alven sangat perhatian denganku"kata Rahma dalam hati"
__ADS_1
"apa kamu sudah membaik..
apa mau dibawakan saja sarapannya kekamar"tanya Alven
"kenapa kak Al sangat manis dan lembut biasanya dia tidak seperti ini.."kata Rahma dalam hatinya"
"tentu saja kak aku baik baik saja
tidak perlu kak Rahma turun saja"kata Rahma
"hmm"Alven mengangguk
mereka berjalan beriringan menuju ruang makan..
"Rahhma kamu sudah membaik
kamari sayang duduk"kata mama
Rahma tersenyum
"iya maa Rahma sudah lebih baik"jawab Rahma
kemudian duduk
"syukurlah..
"iya ma.."kata Rahma tersenyum
Allven mendengus
"jangan iya iya saja..
tapi diminum"kata Allven datar
"Al kamu ini kenapa sih"kata mama
"anak itu tidak mau minum obat ma"kata Alven
"benarkah rahma....?"tanya mama
Rahma tersenyum
"iya ma Rahma gak bisa minum obat"kata Rahma
"cih seperti anak bayi"kata Alven
"Alvennn"kata ayah menatap tajam Alven
"apa memang Al salah...?"tanya Alven
__ADS_1
"Salah.."mama dan ayah bersamaan
Alven menatap mama dan ayahnya bergantian lalu membuang nafas kasar
kemudian melahap makanan dengan perasaan kesal
"Rahma jangan dengarkan Alven..
sekarang makanlah"kata mama dengan lembut
kini mereka makan bersama sama..
"huh memang apa salahku ..
dia sudah dewasa kenapa juga tidak bisa minum obat..
bukankah hanya bayi yang tidak bisa minum obat salahnya dimana.."kata Alven dalam hatinya..
setelah 20 menit mereka selesai makan..
"Rahma kamu hari ini jangan kuliah dulu..
sekarang kekamarlah dan istirahat"kata mama
"tapi Rahma tidak sakit ma..
Rahma baik baik saja"kata Rahma
"meskipun dia sedang tidak baik dia akan bilang tidak apaa apa"celetuk Alven
"Al diamlah mama berbicara dengan Rahma bukan denganmu Alvendra widjaja"kata mama
"iya maa"kata Alven
"iya sayang tapi mama ingin kamu dirumah dan istirahat"kata maama menatap Rahma
"baiklah kalau begitu ma"jawab Rahma dengan tersenyum kemudian berjalan menuju kekamarnya
"Al mangkanya jangan nyerobot "kata ayah meledek Alven
"hmm"kata Alven
"Al mama ingin bicara denganmu"kata mama
"apa bukankah dari tadi juga sudah bicara"kata Alven
"Al mama serius"kata mama
"iya mama ada apa"kata Alven menatap mamanya*
__ADS_1