
Celine memang ada perasaan takut akan masa lalu nya, namun sedikit demi sedikit perasaan itu sirna karena ada nya Steven. Mereka sudah mulai rutin dalam memberi pesan singkat. Mulai ada perasaan yang bergetar, namun belom sepenuhnya berani membuka hati.
Steven memang tidak mengetahui masa lalu Celine, namun dia merasakan, Celine belom sepenuhnya membuka hati untuknya. Masih ada perasaan ragu di mata Celine.
Di Sekolah, mereka juga belom berani terang-terangan kalo mereka saling mengenal, bahkan sudah jalan bareng. Masih seperti biasa.
Fanny yang melihat hal yang ga biasa pada Celine memutuskan untuk bertanya langsung, biar tidak ada kesalahpahaman nanti nya.
"Cel, kamu lagi ada masalah ya? Kok kaya nya akhir-akhir ini kamu Kaya ada mikirin sesuatu deh.", tanya Fanny.
"Engga Kok Fan, aku baik-baik aja. Cuma memang ada yang mengganggu pikiran ku.", jawab Celine.
"Apa yang kamu pikirin? Cerita sama aku.", tanya Fanny.
Karena memang Fanny teman baik Celine, akhir nya Celine menyerah dan menceritakan semua kepada Fanny tanpa ada yang ditutupi. Soal masa lalu nya, maupun sekarang dengan Steven.
"Apa?!?! Jadi sekarang kamu udah jalan sama ka Steven???", teriak Fanny.
Celine langsung menutup mulut Fanny dengan tangan nya, supaya tidak di dengar orang lain.
"Iya, aku udah pernah jalan sama ka Steven. Tapi aku masih takut untuk membuka diri. Aku takut kejadian masa lalu terulang.", ucap Celine lirih
"Cel, memang kamu punya masa lalu yg ga bagus. Tapi kamu harus coba. Ga semua laki-laki kaya gitu. Apalagi ka Steven dari keluarga baik-baik.", Fanny meyakinkan.
"Iya aku tau Fan, maka nya sekarang aku lagi galau banget. Aku bingung harus gimana.", jawab Celine
"Percaya sama kata hati kamu, hati ga pernah boong Cel.", jawab Fanny dengan senyum
__ADS_1
***************
Di rumah Celine
isi pesan :
"ka, kaka dimana? udah pulang kuliah belom?"
"ini lg jalan plang de, kenapa?"
"nti aku mau cerita sama kaka. cepet smpe ya. hati-hati"
"oke"
Sambil menunggu Ka Axel pulang kuliah, Celine menunggu di halaman belakang sambil membaca novel & makan buah-buahan.
Celine ingin bercerita kepada ka Axel tentang Steven. Karena memang mereka sedekat itu, sampai masalah cowo pun Celine pasti cerita ke kaka nya. Tak ada rasa malu atau ragu. Mereka selalu terbuka satu sama lain.
Celine yang masih baca novel & ngemil buah, saat melihat kaka nya datang langsung menyambutnya dan memberi buah-buahan itu. Obrolan pun di mulai, Celine menceritakan semua pada ka Axel.
Ka Axel yang memang kaka yang sayang pada adik nya itu selalu mendukung adik nya, tapi tetap mengawasi. Jangan sampai kejadian dulu terulang. Tak lupa setelah nya pasti Celine akan bercerita juga dengan mama papa nya. Sampai semua mengerti keadaan nya.
Celine yang sudah yakin akhir nya mulai membuka diri, membuka hati untuk Steven. Sedikit demi sedikit mulai muncul perasaan suka itu. Perlakuan Steven yang perhatian membuat Celine nyaman.
Sekarang di sekolah pun mereka mulai sering ketemu & ngobrol, sehingga terkadang membuat jengkel para cowo & cewe yang naksir pada kedua nya, termasuk Jesslyn.
**************
__ADS_1
Di rumah Jesslyn
Jesslyn menelepon papa
"Pa, kok papa belom bujukin ortu nya Steven sih buat ketemu aku?", tanya Jesslyn
"Papa belom sempet nak, nanti ya kalo papa ada waktu, nanti papa sampaikan.", balas papa
"Tapi aku mau nya sekarang pa!", seru Jesslyn
"Ga bisa gitu dong nak, papa kan juga masih ada urusan yang lain.", balas papa
"Kalo papa gamau bilang sekarang, aku mau pergi dari rumah!", bentak Jesslyn
"Jangan gitu dong nak, coba nanti malam papa hubungin orang tua Steven.", kata papa
"Janji ya pa! Bye.", balas Jesslyn Dan menutup telepon
Hati Jesslyn sudah mulai geram, karena belom ada kesempatan buat jalan sama Steven. Bahkan di sekolah pun di cuekin oleh Steven. Apalagi melihat kalau Steven sudah mulai menunjukan ketertarikan dengan Celine. Adik kelas nya itu.
liat aja lu cel
gue akan ambil Steven dari lu
jangan berharap banyak
lu itu bukan apa-apa
__ADS_1
masih kerenan juga gue
.............