
Ketika Sally dan Celine berada di mall, mereka tengah asik ngobrol tanpa di sangka Sally menabrang seseorang.
"Sorry.", ucap Sally yang masih menunduk
"Aku yang minta maaf.", ucap seseorang yang tak lain adalah Jesslyn.
"Ka Jesslyn?", ucap Sally
"Sally? Ini kamu??", tanya Jesslyn
"Iya ka. Ini aku Sally.", kata Sally
"Apa kabar kamu? Kok kamu di Indonesia? Bukan nya masih di Australia?", tanya Jesslyn sambil memeluk Sally
Sedangkan Celine hanya berdiri di sebelah Sally dan menatap mereka dengan bingung. Mereka saling kenal dan terlihat akrab. Ada sedikit perasaan jealous.
"Aku baik ka. Aku lagi berlibur disini.", jawab Sally
"Kamu sama siapa?", tanya Jesslyn
"Nih aku sama ka Celine. Kenalin ini ka Celine.", kata Sally
"Ohh sama perebut gebetan orang?", tanya Jesslyn menatap celine dengan sinis.
"Maksud kakak apa?", tanya Sally lagi
"Dia kan yang sudah merebut Steven dari ku.", ucap Jesslyn tegas
Celine hanya terdiam tak mau membalas ucapan Jesslyn. Entah karena takut atau malas untuk menanggapi ocehan nya.
"Kakak bicara apa sih? Aku ga ngerti. Memang nya ka Steven pernah berpacaran dengan kakak?", tanya Sally
Jesslyn hanya diam, karena memang mereka belum berpacaran. Dia hanya mengejar Steven namun tidak kesampaian.
Jesslyn terlihat mulai geram dengan pertanyaan Sally.
"Aku memang belum berpacaran dengan Steven. Tapi aku sedang mendekati nya waktu itu.", ucap Jesslyn.
__ADS_1
"Namun ia merebut Steven dari ku.", tambah Jesslyn sambil menatap tajam Celine
"Hei jaga ucapan mu. Aku tidak pernah merebut Steven dari mu. Steven lah yang memilih ku. Lihat lah sikap mu yang seperti itu membuat laki-laki manapun enggan untuk berhubungan dengan mu.", ucap Celine yang sudah mulai panas.
Plaakkk.....
Pipi Celine di tampar keras oleh Jesslyn yang membuat banyak orang di sekitar nya melihat pertengkaran mereka.
Celine memegangi pipi nya yang tampak merah.
"Ka Celine tak apa? Lebih baik kita pergi dari sini ka.", ucap Sally
Celine menghadapkan wajah nya lagi di depan Jesslyn tanpa rasa takut. Karena memang ucapan Jesslyn sudah sering menyakiti nya.
"Apa? Kamu mau menampar pipi ku lagi? Ayo tampar saja. Aku tidak takut dengan mu. Sudah cukup selama ini aku diam padamu.", ucap Celine yang sudah mulai geram
"Ka sudah lah, tidak usah di tanggapi. Lebih baik kita pergi saja.", ucap Sally lagi sambil memegang lengan Celine
"Oh ya dan satu lagi. Jangan pernah menggoda pacar ku lagi.", ucap Celine lalu melangkahkan kaki nya untuk pergi.
Dan Jesslyn pun menjadi pusat tontonan pengunjung di mall itu.
"Mau apa kalian lihat-lihat?? Pergii!!", teriak Jesslyn yang kesal karena di tontonin banyak orang.
πΈπΈπΈπΈπΈ
"Ka, apa kau baik-baik saja?", tanya Sally
"Aku gapapa Sal. Kamu gausa kasih tau kejadian tadi ke Steven ya.", ucap Celine
"Tapi ka..", ucap Sally terputus karena Celine mengajak Sally masuk ke satu restaurant.
"Sudah kita makan dulu.", ucap Celine dan Sally pun mengangguk.
Mereka memesan makanan untuk masing-masing dan terlihat mereka masih mengobrol dengan asik seperti tak terjadi apa-apa tadi.
Namun seketika Sally bertanya
__ADS_1
"Kakak kenal ka Jesslyn?", tanya Sally
"Iya dia kakak kelas ku. Teman sekelas nya Steven.", ucap Celine
"Kamu kok bisa kenal dia?", tanya Celine balik
"Dia anak nya rekan kerja papa. Dulu aku pernah bertemu dengan nya ketika ada jamuan makan dan pembicaan soal bisnis papa. Jadi kurang lebih nya aku tau dia ka.", ucap Sally dan Celine mengangguk mengerti.
"Tapi tadi kenapa dia bisa bilang ka Celine merebut ka Steven dari nya?", tanya Sally bingung
"Aku tidak pernah merebut Steven dari Jesslyn. Karena memang setauku mereka tidak berpacaran. Dan untuk hal kenapa Steven memilihku lebih baik tanya langsung dengan Steven.", jawab Celine.
Mereka pun mengakhiri percakapan tentang Jesslyn dan mulai makan makanan mereka.
Mereka makan dengan saling bercanda.
Selesai makan, mereka masih melanjutkan acara jalan-jalan mereka di mall, terlebih dulu mencari keperluan yang Sally butuhkan.
Sampai tibalah mereka di satu toko swimsuit. Sally pun mengajak Celine untuk masuk ke toko tersebut.
"Ka, ayo kita beli bikini, kan kita mau ke Bali, nanti kita berjemur di pinggir pantai ka.", ucap Sally
"Tapi aku malu Sal.", ucap Celine
"Tak apa ka. Ayo.", ucap Sally mengajak Celine masuk toko
Mereka memilih-milih swimsuit yang akan mereka bawa dan pakai saat di Bali.
Setelah itu mereka masih mengitari mall sambil berbelanja ini dan itu. Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.
"Sal, sebaiknya kita pulang. Ini sudah mau jam sembilan malam.", ucap Celine
"Ah Iya ka, tak terasa ya sudah jam segini. Ayo pulang.", ucap Sally
Mereka berdua pun pulang dengan menenteng banyak bawaan yang mereka beli di mall.
πΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1