Cinta Yang Hilang & Kembali

Cinta Yang Hilang & Kembali
Eps 107. Rindu


__ADS_3

Setelah sampai rumah, Celine pun langsung masuk ke dalam rumah.


Saat hendak naik ke lantai atas, terdengar suara beberapa orang sedang mengobrol di ruang makan. Celine pun mengurungkan niat nya untuk melangkah ke lantai atas.


Ia mengintip ke arah ruang makan. Di lihat nya mama papa nya sedang makan malam bersama Sally. Namun tak terlihat dimana ka Axel.


Mama Gladys yang melihat Celine sedang mengintip pun segera memanggil nya.


"Sayang, kamu sudah pulang?", tanya mama Gladys


Kedua pasang mata yang lain nya pun menoleh ke arah mata mama Gladys memandang.


"Celine kamu sudah pulang nak? Ayo sini makan malam dulu.", ucap papa Thomas


"Ka Celine, Ayo sini ka kita makan dulu.", ucap Sally bergantian


Celine pun mau tak mau menuruti keinginan ketiga orang tersebut untuk ikut makan malam terlebih dahulu. Padahal tubuh nya ingin sekali langsung merebahkan diri di ranjang empuk nya.


Celine pun beranjak dari tempat kediaman nya menuju kursi meja makan dan segera mendudukan diri nya.


"Iya ma, pa. Tadi ada kelas sampai sore sungguh melelahkan.", ucap Celine sambil bersandar di kursi nya


"Yah sudah cepat lah makan biar kamu bisa cepat istirahat.", ucap mama Gladys


"Iya ma.", ucap Celine yang langsung mengambil piring dan mengisi piring kosong nya dengan nasi dan beberapa lauk yang ada di meja makan.


Celine segera memakan makanan yang ada di atas piring nya setelah mengucapkan Selamat makan kepada mama dan papa nya.


"Oh ya Sally, tadi aku sudah mengambilkan formulir pendaftaran untuk mu.", ucap Celine di tengah makan nya


"Oh ya? Terima kasih ka.", ucap Sally tersenyum senang kepada kakak nya itu


"Sama sama Sally.", jawab Celine membalas senyuman Sally


"Setelah ini persiapkan segala berkas berkas yang di butuhkan untuk pendaftaran kuliah mu Sally. Agar cepat bisa di kembalikan.", ucap papa Thomas


Sally pun mengangguk sebagai jawaban nya.


"Oh ya ma pa, kemana ka Axel? Kok tidak ikut makan malam?", tanya Celine


"Dia sedang ada urusan sebentar di luar. Mungkin sebentar lagi juga pulang sayang.", jawab Mama Gladys


"Apa ka Axel pergi dengan Fanny ma?", tanya Celine lagi


"Mama kurang tau sayang. Rasa nya sulit sekali membuat kakak mu itu mempunyai pacar.", ucap mama Gladys kesal


"Tapi Fanny menyukai nya ma.", ucap Celine


"Iya mama tau, tapi apa Axel juga menyukai nya?", tanya mama Gladys balik


"Itu yang aku ragukan ma.", ucap Celine


Setelah obrolan singkat itu, mereka semua pun kembali ke kamar masing masing.


Celine dan Sally pun kembali ke kamar nya.


Celine meletakkan semua buku dan juga barang nya di atas meja nya dan berlalu menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuh nya agar lebih segar.


Sedangkan Sally mengisi beberapa data yang harus ia isi di lembar formulir beserta dokumen yang harus ia siapkan.


Lima belas menit berlalu, Celine keluar dari kamar mandi, ia pun mengambil satu setel piyama nya yang ada di lemari dan segera memakai nya.


"Bagaimana? Apa kamu sudah mengisi semua data nya dan mempersiapkan dokumen yang di perlukan?", tanya Celine pada Sally sambil mengeringkan rambut nya yang basah


"Aku sedang mengisi nya ka.", jawab Sally sambil menulis

__ADS_1


"Ada yang perlu ku bantu?", tanya Celine lagi


"Tidak ka, aku bisa menyiapkan nya sendiri. Tidak usah repot repot.", ucap Sally yang sekarang menengok ke arah Celine dan tersenyum


"Terima kasih ya ka.", ucap Sally lagi


"Terima kasih untuk apa Sally?", tanya Celine


"Terima kasih untuk semua nya, terima kasih sudah membantu ku dan mau menerima ku menjadi adik mu.", ucap Sally menghampiri Celine


Celine pun menghentikan sejenak aktivitas nya


"Kamu tidak perlu berterima kasih Sally. Kamu sudah sejak lama aku anggap menjadi adik ku. Sejak pertama kita bertemu. Aku sangat menyukai mu. Aku seperti mempunyai adik perempuan yang bisa di ajak bekerja sama. Dan sekarang menjadi kenyataan.", ucap Celine


"Terima kasih ka.", ucap Sally yang sekarang menghambur ke pelukan Celine


Celine pun membalas pelukan nya tersebut.


"Aku merindukan ka Steven ka.", ucap Sally lirih


Celine pun melepaskan pelukan nya dan memegang pipi menatap wajah Sally.


Terlihat mata Sally yang mulai berkaca-kaca. Namun masih ia tahan air mata nya itu supaya tidak jatuh membasahi pipi


"Hei kamu jangan menangis.", ucap Celine sambil menghapus air mata Sally yang sudah tidak tertahan lagi


"Aku sangat merindukan kakak ku ka. Aku merindukan mama dan papa ku.", ucap Sally terisak


Celine sangat mengerti perasaan Sally saat ini, ia kehilangan keluarga nya sekaligus. Rasa nya sangat tidak pantas bila ia mengeluh kehilangan Steven seorang tidak seperti Sally yang kehilangan ketiga anggota keluarga nya sekaligus.


Di balik keceriaan yang selama ini Sally tampakkan di wajah nya, ia begitu menyimpan banyak duka yang mendalam, kerinduan nya kepada keluarga nya.


"Sally sayang, aku mengerti perasaan mu. Aku pun juga merasa kehilangan aku juga rindu pada mereka. Tapi kita harus ikhlas. Mungkin ini memang sudah jalan yang harus kita lalui. Memang berat, tapi lihat lah. Kamu sekarang mempunyai keluarga baru yang juga sangat menyayangi mu. Aku menyayangi mu seperti adik ku sendiri. Bahkan mama dan papa memperlakukan mu adil seperti ku. Aku tau ini berat untuk kita lalui. Tapi hidup kita terus berjalan. Kita hanya bisa berharap supaya Steven dan orang tua mu masih berada di luar sana berharap ada orang yang menyelamatkan mereka. Selebihnya kita hanya bisa mengerahkan beban masalah kita kepada Tuhan.", ucap Celine panjang lebar


Celine mengucapkan hal itu juga seperti untuk diri nya sendiri. Seperti menguatkan satu sama lain.


"Sudah jangan menangis lagi ya adik ku yang cantik. Nanti cantik nya hilang loh.", ucap Celine menghapus air mata Sally


Sally pun tersenyum kecil.


"Oh ya bagaimana hubungan mu dengan George?", tanya Celine kali ini mengalihkan topik


"Hubungan ku baik dengan nya ka. Aku juga sedikit merindukan nya dan juga Georgia.", ucap Sally


"Bagaimana liburan kelulusan mu nanti kita pergi ke Australia? Kamu bisa menjadi tourguide ku selama disana.", ucap Celine tersenyum


"Seperti nya ide yang bagus ka. Aku juga rindu dengan suasana di Australia.", ucap Sally


"Baiklah setelah kamu lulus nanti, Kita akan pergi kesana.", ucap Celine


"Bagaimana kita ajak ka Fanny dan ka Axel juga ka??", tanya Sally semangat


"Ehmm boleh juga. Nanti kita bicarakan nanti. Yang penting kamu fokus dulu dengan sekolah mu dan belajar dengan giat. Karena sebentar lagi kamu ujian kelulusan.", ucap Celine


"Siap kakak cantik ku.", ucap Sally sambil hormat pada Celine


Dan mereka pun tertawa


"Ka Celine. Bagaimana kalau kita mendekatkan ka Axel dengan ka Fanny saja Ka?", tanya Sally


"Aku juga mau nya seperti itu. Tapi aku tak yakin dengan respon ka Axel nanti nya.", jawab Celine


"Tapi kita harus mencoba nya ka. Kalau tidak di coba kita tidak akan pernah tau.", ucap Sally


"Memang mereka sudah cukup dekat untuk saat ini, tapi aku masih tidak tau perasaan ka Axel pada Fanny.", ucap Celine

__ADS_1


"Aku juga berharap ka Axel memiliki perasaan yang sama dengan ka Fanny.", ucap Sally


"Biarlah waktu dan keadaan yang mendekatkan mereka berdua. Yang penting kita sudah membuka jalan untuk mereka berdua.", ucap Celine


Sally pun mengangguk setuju.


Setelah mengobrol cukup lama, mereka pun merebahkan tubuh mereka di ranjang. Tak butuh waktu lama kedua gadis itu sudah terlelap dalam mimpi nya masing-masing.


*****


Keesokan pagi nya Celine dan Sally sudah siap dan hendak menuju ruang makan untuk sarapan bersama.


Di sapa nya lah mama papa dan ka Axel


Mereka pun sarapan bersama di selingi obrolan ringan.


Setelah sarapan, mereka pun pergi menuju tujuan mereka masing masing.


Celine pun menuju kampus nya dengan mengendarai mobil nya. Sesampai nya di kampus ia pun langsung menuju kelas nya. Hari itu ia hanya ada mata kuliah sampai siang hari tidak seperti kemarin.


Siang hari nya setelah semua mata kuliah nya selesai hari itu, ia berniat untuk segera pulang. Namun ia bertemu dengan ka Danny dan ka Rico.


"Hai ka Danny ka Rico.", ucap Celine


"Hai Cel.", jawab mereka berdua


"Kakak ada jadwal kuliah hari ini?", tanya Celine


"Tidak.", jawab Rico


"Lalu kenapa ke kampus kalau tidak ada mata kuliah?", tanya Celine lagi


"Kami kan sudah janji mau membantu mu mencari laki laki yang kamu bilang mirip dengan Steven.", ucap Danny


Seketika ia ingat akan hal kemarin dan menepuk jidat nya.


"astaga aku lupa ka.", ucap Celine terkekeh


"Bagaimana jadi kami bantu atau tidak?", tanya Danny lagi


"Aku mau ka.", ucap Celine semangat


Benar saja apa yang di katakan Rico dan Danny kemarin bahwa mereka berdua akan membantu Celine untuk mencari laki laki yang mirip dengan Steven di kampus mereka.


Mereka bertiga pun mengitari kampus, namun sayang nya hari itu Celine juga tidak melihat ada nya laki laki itu.


Sudah hampir jam satu siang, namun mereka belum menemukan laki laki itu.


Karena hari juga semakin siang, Celine pun memutuskan untuk menyudahi pencarian mereka yang seperti nya tidak menemui titik terang.


Celine pun mengucapkan terima kasih kepada Danny dan Rico yang sudah mau membantu Celine untuk mencari laki laki tersebut walaupun tidak membuahkan hasil.


🌸🌸🌸🌸🌸


.


.


.


Hai teman jangan lupa like & vote nya ya. Sudah mau detik detik eps terakhir sebelum end. Thankyou semua yang sudah mampir untuk baca cerita ku. 😊😊😊


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2