
Setelah selesai makan, mereka pun masih melanjutkan jalan-jalan. Karena Celine masih ingin melihat-lihat siapa tau ada yang bisa ia beli.
Ka Axel hanya mengikuti dua gadis tersebut dengan sabar nya.
Namun hingga pukul menunjukkan pukul sembilan malam, mereka berdua masih saja hanya muter-muter di dalam mall.
"Hei, apa kalian tidak mau pulang? Sudah pukul sembilan malam ini.", ucap Ka Axel yang sudah mulai lelah
"Apa sudah jam sembilan?", tanya Fanny terkejut
"Iya, kita ga sadar kalau sudah malam. Ayo kita pulang ka.", ucap Celine
Namun terlihat Fanny mulai gelisah
"Kamu kenapa Fan?", tanya Celine
"Sudah jam sembilan. Aku ga berani pulang sendiri. Aku takut. Apalagi mama lagi ga di rumah dan aku sendiri di rumah. ", ucap Fanny takut karena habis nonton film horor
"Biar aku antar pulang saja.", ucap Ka Axel
"Iya kami akan mengantarkan kamu pulang Fan.", ucap Celine.
"Tapi aku takut di rumah sendiri.", ucap Fanny sambil merinding
"Maka nya kamu jangan sok-sok an ngajak aku nonton horor. Sekarang jadi kamu yang ketakutan kan.", ucap Celine sedangkan Fanny hanya tersenyum getir.
"Yah sudah kamu menginap saja di rumah ku.", ucap Celine
"Apa boleh?", tanya Fanny ragu
"Boleh. Memang kenapa tidak boleh?", tanya Celine
"Aku takut mengganggu.", ucap Fanny
"Tidak. Ayo kita pulang. Ka, Fanny akan menginap di rumah kita.", ucap Celine pada ka Axel dan ka Axel pun mengangguk.
Mereka bertiga berjalan bersama menuju parkiran mobil.
Selama di perjalanan, mereka berdua masih saja tidak berhenti berbicara. Sedangkan ka Axel hanya mendengar kan percakapan mereka berdua.
Setiba nya di rumah, hampir menunjukkan pukul sepuluh malam.
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah.
Ka Axel langsung menuju kamar nya untuk membersihkan tubuh nya karena seharian di mall.
Sedangkan Celine mengajak Fanny menuju kamar nya. Celine pun mandi terlebih dahulu. Baru gantian dengan Fanny.
Fanny meminjam baju piyama milik Celine malam itu.
Waktu pun semakin malam. Mereka pun merebahkan tubuh mereka di atas ranjang. Masih ada sedikit percakapan disana, hingga tak berapa lama Celine sudah memejamkan mata nya sedari tadi, namun tidak dengan Fanny. Ia masih terbawa film horor tadi dan terngiang-ngiang di pikiran nya.
Fanny mencoba mencari posisi yang enak untuk tidur, namun mata nya masih saja tidak mau terpejam. Ia kembali mendudukan tubuh nya di atas ranjang dan mengguncang bahu Celine untuk membangunkan nya.
"Cel, Celine. Bangun lah.", ucap Fanny sambil mengguncang bahu Celine.
"Ada apa? Aku sangat mengantuk.", ucap Celine yang masih dengan mata terpejam nya
"Celine bangun, aku tidak bisa tidur. Aku takut.", ucap Fanny lagi yang masih berusaha membangunkan Celine
"Kenapa dia tidak bangun juga? Kenapa dia bisa sepulas ini kalau tidur? Lalu aku gimana? aku takut.", gumam Fanny
Tiba-tiba jendela kamar Celine seperti ada yang mengetuk
"Astagah!! Siapa itu? Sudah malam begini.", ucap Fanny ketakutan
"Cel, Celine, di depan jendela kamar mu ada yang mengetuk.", ucap Fanny sambil membangunkan Celine
__ADS_1
Namun Celine tak kunjung bangun. Tiba-tiba jendela kamar Celine seperti di ketuk kembali.
"Bagaimana ini, aku takut sekali.", ucap Fanny yang masuk ke dalam selimut.
DUAARRR!!!!
Suara petir yang sangat besar mengagetkan Fanny. Ia pun langsung berteriak dan berlari keluar kamar dengan ketakutan.
Ketika keluar kamar tak sengaja ia menabrak ka Axel yang kamar nya bersebelahan dengan kamar Celine.
Ka Axel mendengar teriakan dari kamar adik nya sehingga ia pun keluar kamar untuk melihat keadaan adik nya. Namun ia menabrak Fanny.
"Ka Axel, maaf kan aku.", ucap Fanny sambil mengatupkan tangan nya di depan wajah nya.
"Ada apa Fanny?", tanya Ka Axel
"Ta-tadi ada yang mengetuk jendela kamar Celine. Sudah berbunyi dua kali. Dan barusan ada petir. Aku takut.", ucap Fanny yang masih ketakutan
"Kamar ini kan di lantai dua, mana mungkin ada yang mengetuk jendela kamar Celine?", ucap Ka Axel
Fanny pun makin takut dan tersadar bahwa ini di lantai atas, Mana mungkin ada yang mengetuk jendela kamar. Kecuali.......
"Aaaaa!!! Aku takut!!", teriak Fanny sambil mengumpat di balik tubuh ka Axel
"Hei kamu kenapa?", tanya Ka Axel
"Lalu siapa yang mengetuk jendela itu ka???", tanya Fanny panik sambil menunjuk jendela tersebut
"Ayo kita cek bersama.", ucap Ka Axel.
Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar Celine, melihat Celine yang masih tidur dengan sangat pulas nya di atas ranjang nya. Seperti tidak terjadi apa-apa.
Ka Axel menghampiri jendela yang tadi seperti di ketuk. Ka Axel membuka gorden yang ada di kamar dan melihat keluar. Ternyata itu adalah ranting pohon yang ada di sebelah kamar Celine. Karena angin yang kencang karena mau hujan, sehingga ranting itu bergoyang dan seperti mengetuk jendela tersebut.
"Lihat lah, ini hanya ranting pohon.", ucap Ka Axel sambil membuka gorden dan menunjukkan kepada Fanny dan Fanny hanya tersenyum getir.
Fanny pun merasa lega karena ternyata itu bukan lah hantu seperti film horor tadi yang ia tonton.
"Maka nya kamu jangan kebanyakan nonton film horor. Sekarang tidur lah. Tidak ada apa-apa.", ucap Ka Axel sambil mengacak-acak kan rambut Fanny dan berlalu dari kamar Celine
Fanny yang di perlakukan seperti itu pertama kali oleh seorang lelaki dan itu ka Axel, ia pun menjadi sangat gugup. Muka nya seketika memerah.
Karena sudah tidak merasa takut oleh film horor dan tersipu malu oleh ka Axel, ia pun tertidur dengan sangat cepat.
*****
Keesokan pagi nya di rumah Celine
Celine terlihat bangun lebih dulu dari Fanny, karena memang Fanny semalaman tidak bisa tidur karena ketakutan.
Celine pun pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Selesai mandi, ia masih mendapati Fanny masih tertidur dengan sangat pulas.
"Fan, Fanny bangun sudah pagi.", ucap Celine sambil menggoyangkan bahu Fanny
Fanny yang di bangunkan pun terbangun, ia masih menyesuaikan mata nya karena cahaya matahari yang masuk ke dalam kamar.
"Fan, Ayo bangun, mandi, lalu kita sarapan.", ucap Celine
"Iya, memang nya ini sudah jam berapa?", tanya Fanny lagi yang masih menguap.
"Ini sudah jam setengah delapan pagi.", ucap Celine
Fanny yang terkejut pun langsung bangun dan hendak menuju kamar mandi untuk mandi. Celine hanya tertawa kecil melihat sahabat nya itu.
Namun sebelum masuk ke kamar mandi, justru Fanny terjatuh dari atas ranjang karena kaki nya terlilit oleh selimut yang ia pakai. Fanny langsung membuka mata nya karena lutut nya mengenai lantai
__ADS_1
"Aauhh.", teriak Fanny
Suara tertawa Celine pun pecah seketika melihat sahabat nya itu terjatuh.
"Maka nya, buka dulu mata mu itu, baru berjalan. Jadi jatuh kan. Hahaha.", ucap Celine yang masih tertawa
"Hei, bukan nya membantuku, malah menertawakan ku.", ucap Fanny sambil melepaskan selimut yang melilit kaki nya.
"Maaf kan aku Fan. Habis kamu pagi-pagi sudah membuat ulah saja. Haha.", ucap Celine sambil menghapus air mata yang keluar dari mata nya karena tak kuasa menahan tawa.
Ia pun membantu sahabat nya itu untuk bangun dari lantai.
"Sudah sana mandi cepat. Awas jatuh lagi.", ucap Celine
"Berisik.", teriak Fanny kesal karena pagi hari saja sudah jatuh dari ranjang, entah apa yang akan terjadi sehari ini.
Fanny masuk ke kamar mandi dan cepat-cepat mandi.
Selesai mandi, Fanny pun meminjam baju Celine karena ia tidak membawa baju ganti.
"Sial, kaki ku sampai biru.", gumam Fanny.
Sedangkan Celine sudah tidak berada di kamar nya karena sudah turun ke lantai bawah untuk sarapan.
Fanny pun bergegas turun ke lantai bawah menyusul Celine untuk sarapan. Kaki nya terlihat membiru akibat benturan pada lantai tadi.
Saat ia menuruni tangga dengan hati-hati karena takut terjatuh lagi, ka Axel keluar dari kamar nya.
Ka Axel melihat Fanny yang jalan sedikit pincang pun menghampiri nya.
"Fanny, kaki kamu kenapa?", tanya Ka Axel yang sudah di samping nya.
"Ah tidak apa-apa ka. Hanya terbentur tadi.", ucap Fanny malu
"Ohh.", jawab ka Axel dan mengangguk.
Saat melihat Fanny sudah muncul, Celine pun mengajak nya untuk sarapan bersama dengan mama papa dan ka Axel.
"Fanny, kaki mu biru.", ucap Celine terkejut
Fanny hanya tersenyum getir.
"Apa ini karena tadi pagi kamu jatuh dari ranjang?", tanya Celine lagi pada Fanny yang sudah duduk di samping nya sambil menahan tawa nya.
Fanny tak menjawab hanya tersenyum getir lagi karena malu.
"Memang nya kamu jatuh kenapa Fanny?", tanya mama Gladys pada Fanny
"Fanny tadi pagi bangun dari tempat tidur mau ke kamar mandi, namun kaki nya terlilit oleh selimut ma, jadi Fanny jatuh ke lantai.", ucap Celine menjelaskan sebelum Fanny sempat menjawab.
Lagi-lagi Fanny hanya tersenyum malu.
"Astaga, yah sudah abis ini kamu obati kaki mu dengan arak gosok supaya cepat sembuh.", ucap mama Gladys dan Fanny pun mengangguk.
Mereka pun sarapan bersama dengan di selingi beberapa obrolan kecil.
πΈπΈπΈπΈπΈ
.
.
.
Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Thankyou ππ
.
__ADS_1
.
.