
"Sally, siapa dia?", tanya Steven.
"Dia teman ku yang ada di Australia ka.", jawab Sally
"Kenalkan ini mama, papa, dan kakak ku Steven. Dan ini pacar nya ka Celine.", kata Sally pada George.
George pun menyalami mereka satu persatu.
George terlihat ramah dan sopan.
"Sally nanti malam jelaskan pada mama semua nya.", bisik mama Karin.
Sally pun mengangguk.
Suasana agak sedikit canggung dan meneganggkan dengan kehadiran George.
Namun papa Andrew tak mau ambil pusing dan memutuskan untuk sekalian mengajak George untuk berlibur bersama.
Mereka pun di jemput oleh mobil pribadi yang sudah papa Andrew siapkan sebelum pergi ke Bali.
Mereka pun menuju sebuah resort ternama yang ada di Bali yang letak nya di pinggir pantai dan sangat indah.
Ketika sudah sampai resort, Sally dan juga Celine berhamburan pergi melihat betapa indah nya pemandangan yang ada disana.
"Ka, pemandangan ini sungguh indah.", ucap Sally
"Iya Sal. Aku tidak habis pikir di negara kita ada tempat seindah ini.", ucap Celine yang masih terkagum.
"Iya ka. Bahkan aku tidak bisa menemukan pantai seindah ini di Australia.", ucap Sally lagi.
Mereka masih saling memandangi pemandangan yang sangat cantik. Sampai tidak menyadari keberadaan keluarga nya yang ada di belakang mereka.
"Apa belum puas memandangi nya?", ucap Steven yang membuat Sally dan Celine terkejut dan kembali.
"Maaf ka. Aku hanya rindu Pulau ini.", ucap Sally.
"Ayo kita akan ke kamar.", ucap Steven.
"Mama dan papa mana ka?", tanya Sally.
"Sudah ke kamar dari tadi, mereka lelah menunggu mu.", ucap Steven
Sally hanya mengerucutkan bibir nya.
__ADS_1
"Maaf ka.", ucap Sally.
"Steven maaf ya lama.", ucap Celine
"Tak apa sayang. Ayo kita ke kamar. Kamu akan sekamar dengan Sally dan aku akan sekamar dengan George.", ucap Steven.
George pun hanya menggelengkan kepala nya melihat mereka bertiga yang umur nya jauh di bawah nya.
Mereka pun menuju kamar masing-masing untuk istirahat sebentar sebelum mereka akan pergi makan siang.
Sally dan Celine yang berada di kamar sibuk untuk melihat isi kamar nya, dan ketika mereka membuka pintu balkon kamar tersebut, lagi-lagi mereka di buat terpana dengan keindahan nya.
Terdapat private pool yang langsung menghadap ke laut yang sungguh indah.
"Ka, ini indah sekali.", ucap Sally yang masih terkagum
"Iya Sal. Ini sungguh indah.", ucap Celine.
Setelah puas mengelilingi kamar, mereka pun memutuskan untuk merebahkan tubuh mereka di ranjang.
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Mereka masih terlelap.
Steven masih mengetuk pintu kamar mereka sudah hampir lima belas menit, namun belum ada yang membukakan pintu.
Saat Steven dan George meminta kunci cadangan di resepsionis dan berhasil membuka pintu kamar Sally dan Celine, mereka begitu terkejut melihat Sally dan Celine yang tertidur dengan sangat pules.
Steven pun langsung membangunkan adik dan juga pacar nya yang masih terlelap.
"Sally bangun!", ucap Steven sambil menggoyangkan bahu Sally
"Sayang bangun. Sudah jam makan siang ini.", ucap Steven pada Celine.
Celine pun membuka mata nya perlahan dan di lihat nya ada Steven dan juga George.
"Astaga. Kami tertidur.", ucap Celine.
"Sally, wake up.", ucap George sambil menggoyangkan badan Sally.
Sally pun akhirnya membuka mata nya dan melihat ada George. Ia begitu terkejut.
"Aaaa.....", teriak Sally
"Hei, stop it.", ucap George yang kaget mendengar teriakan Sally.
__ADS_1
Sally pun mengucek mata nya dan melihat ada George dan juga Steven kakak nya.
"Ayo bangun lah. Papa dan mama sudah menunggu di restaurant. Apa kamu tidak mau makan siang?", tanya Steven lagi.
"Baik lah ka. Ayo kita pergi.", ucap Sally yang bangun dari tempat tidur dan masih menguap karena mengantuk.
Celine dan juga Steven berjalan di depan Sally dan George.
Sally masih tidak enak dengan George. Tapi bagaimana pun ia adalah gadis yang ceria, sehingga dengan mudah merubah suasana.
Sesampainya di restaurant, mereka langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan. Makanan pun juga sudah terhidang di atas meja.
"Sally, kenapa kamu lama sekali? Mama sudah lapar tau.", ucap Mama Karin.
"Maaf ma, tadi aku dan ka Celine tertidur karena kelelahan.", ucap Sally.
"Maaf ya tante.", ucap Celine.
"Iya yah sudah tak apa. Ayo kita makan.", ucap mama Karin.
Mereka pun makan bersama dengan diselingi percakapan ringan.
"George, kamu kuliah semester berapa?", tanya papa Andrew
"Saya sudah semester akhir om.", jawab George. (sudah pasti pakai bahasa Inggris ya teman π)
"Ohh, sebentar lagi lulus dong.", kata papa Andrew
"Iya om.", ucap George tersenyum
"Kamu kenal dengan Sally dari mana?", tanya papa Andrew lagi
"Kami bertemu di Cafe pa.", jawab Sally.
"Diam, papa tidak sedang bertanya dengan mu.", ucap papa Andrew
Sally pun hanya diam dan menunduk.
"Iya om, kami waktu itu bertemu di sebuah cafe dan kami dikenalkan oleh teman kami.", jawab George.
"Hubungan mu sedekat apa dengan Sally?", tanya papa Andrew to the point.
"Kami masih berteman kok om.", ucap George.
__ADS_1
Memang kenyataan nya mereka masih berteman dan belum memiliki hubungan apapun.
πΈπΈπΈπΈπΈ