
Hari demi hari di lewati Celine dan Steven dengan berbagai macam aktivitas. Mulai dari berlibur bahkan sampai aksi sosial pun di lakukan bersama. Semata-mata untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Tak terasa tinggal satu minggu lagi Steven akan segera pergi ke Inggris untuk melanjutkan pendidikan nya.
Kegalauan antara dua insan yang sedang jatuh cinta pun tak terelak kan lagi. Saling mendukung namun saling takut untuk kehilangan dan berjauhan.
Terutama Steven, yang sangat takut untuk berjauhan dengan Celine. Sebenarnya Celine pun juga takut untuk berjauhan, namun ia menutupi nya supaya Steven mau untuk melanjutkan study nya ke Inggris.
Tiba waktu nya dimana Steven akan pergi ke Inggris. Malam sebelumnya ia pun sengaja pergi untuk terakhir Kali nya dengan Celine sebelum ia pergi ke Inggris.
Celine rasa nya sudah tak tahan untuk menahan rasa sedih nya akan berjauhan dengan pacar nya itu. Hingga malam itu pun penuh dengan drama.
*flashback on*
Steven pergi ke rumah Celine
Mama dan papa Celine pun memberi waktu untuk anak nya berbicara dengan pacar nya tersebut di halaman belakang.
Mereka berdua duduk di kursi panjang yang letak nya tak jauh dari kolam renang.
"Sayang, kamu harus jaga diri ya disini. Jangan macam-macam. Ingat ada aku di hatimu.", ucap Steven tersenyum pada Celine
"Kamu juga harus hati-hati ya disana.", ucap Celine dengan mata berkaca-kaca
"Aku akan secepatnya kembali ke Jakarta setelah aku menyelesaikan study ku disana.", ucap Steven
"Kamu harus nunggu aku, aku akan melamar mu setelah aku kembali.", tambah Steven
Celine sudah tidak bisa mengkondisikan air mata nya lagi. Air mata nya lolos begitu saja dari mata berjatuhan melalui pipi nya.
"Hei kamu jangan nangis, aku akan selalu ada buat kamu.", ucap Steven
"Aku takut kehilangan kamu.", ucap Celine lirih sambil berderai air mata.
"Kamu ga akan kehilangan aku, aku akan selalu ada buat kamu. Aku janji.", ucap Steven meyakinkan Celine
Namun rasa nya perasaan Celine malam itu sungguh lah kacau dan tak tenang. Hingga ia tidak bisa lagi menutupi perasaan nya yang takut akan kehilangan Steven.
"Aku akan langsung mengabari mu begitu aku tiba di Inggris. Aku akan selalu mengirim pesan dan bertukar video call tiap malam bersama mu.", ucap Steven meyakinkan Celine yang tak henti mengeluarkan air mata nya.
"Apa kamu janji akan langsung mengabari ku begitu sampai disana?", tanya Celine lagi
"Iya aku janji, aku akan langsung mengabari mu. Lagi pula aku kesana bersama mama dan papa.", ucap Steven
Rasa nya ada sedikit rasa tenang dan lega mendengar hal tersebut, namun hanya sedikit.
"Aku akan sangat merindukan mu.", ucap Celine lirih
"Aku juga akan sangat merindukan mu sayang.", ucap Steven sambil memeluk Celine
Setelah memeluk agak lama, Steven pun melepaskan pelukan nya tersebut. Ia mengecup singkat kening Celine.
Rasa nya sangat berat meninggalkan wanita nya itu. Namun demi masa depan, ia pun harus berusaha bertahan.
Setelah di rasa suasana hati mereka cukup tenang, Steven pun mengajak Celine untuk makan malam berdua di luar.
Celine dan Steven sudah berada di dalam mobil. Steven mengendarai mobil nya dengan fokus namun tetap sesekali melirik ke arah Celine.
Kala itu Celine lebih banyak diam, mungkin karena perasaan nya yang campur aduk membuat hati nya tak tenang.
Sesampainya di tempat makan, Steven pun mengajak Celine untuk makan di tempat outdoor , agar bisa lebih leluasa memandangi alam yang ada disana.
Makan malam terakhir mereka pun masih di selingi dengan canda tawa. Iya, Steven tau bahwa suasana hati Celine hari itu sedang khawatir dan gelisah karena kepergian pacar nya.
__ADS_1
Sebisa mungkin Steven membuat Celine tertawa dan melupakan kegelisahan nya untuk sejenak. Ada kesenangan tersendiri untuk Steven melihat pacar nya itu tertawa, namun juga ia akan merindukan senyum dan tawa dari gadis di depan nya tersebut.
Tak terasa waktu sudah cukup malam. Steven pun mengajak Celine untuk pulang.
Tak butuh waktu lama, mereka pun sudah sampai di depan rumah Celine.
Steven pun ikut turun untuk berpamitan kepada mama dan papa nya Celine. Begitu juga dengan ka Axel.
"Om, tante, saya pamit dulu. Besok saya akan pergi ke Inggris. Doakan saya ya om tante.", ucap Steven tersenyum
Namun lagi lagi Celine harus menahan keras air mata nya agar tak jatuh.
"Iya nak, kamu baik-baik ya disana. Jaga diri baik-baik.", ucap mama Gladys
"Iya tante terima kasih.", ucap Steven
"Semoga sekolah mu disana lancar dan segala impian mu tercapai.", ucap papa Thomas sambil menepuk bahu Steven.
"Terima kasih om.", ucap Steven
"Kamu tidak perlu mengkhawatir kan keadaan Celine disini. Ada om dan tante yang akan selalu menjaga nya. Begitu juga dengan Axel.", ucap papa Thomas lagi
Steven rasa nya tenang meninggalkan Celine disini bersama keluarga nya yang sangat menyayangi nya.
Sedangkan Celine sudah bersembunyi di balik mama nya karena sudah tidak bisa menahan air mata nya lagi yang berjatuhan di pipi nya.
"Steven, kamu gausa khawatir. Celine aman disini bersama kakak. Kamu disana hati-hati dan jaga diri.", ucap Ka Axel sambil memeluk Steven dan menepuk bahu nya.
"Terima kasih ka.", ucap Steven
"Yah sudah, saya pamit pulang ya om, tante, ka Axel.", ucap Steven lagi
Setelah diijinkan, Steven pun keluar rumah diantar oleh Celine.
Celine yang masih saja mengeluarkan air mata nya rasa nya tak sanggup, namun ia harus berusaha.
"Iya sayang. Kamu hati-hati ya. Aku akan sangat merindukan mu.", ucap Celine lirih.
"Besok kita masih bisa bertemu.", ucap Steven
"Iya, besok aku akan menyusul mu ke airport dengan ka Axel.", ucap Celine
"Iya sayang. Yah sudah aku pulang dulu ya. Kamu masuk dan istirahat ya.", ucap Steven
"Iya sayang.", ucap Celine.
Mereka berdua pun berpelukan sebentar untuk saling menenangkan diri mereka.
Tak berapa lama Steven pun pulang ke rumah nya.
*flashback off*
Tiket pesawat pun sudah di pesan jauh-jauh hari. Papa Andrew dan mama Karin pun ikut mengantar Steven ke Inggris, namun tidak dengan Sally karena tiga hari yang lalu ia beserta George dan Georgia sudah kembali ke Australia karena mereka sudah mulai masuk Sekolah lagi.
Steven akan pergi pada pukul satu dini hari. Karena ia akan menaiki maskapai penerbangan biasa.
Malam hari sekitar pukul sepuluh malam, Steven dan kedua orang tua nya sudah dalam perjalanan menuju airport. Begitu juga dengan Celine dan ka Axel.
Setiba nya di bandara. Lagi lagi Celine seperti berat untuk melepaskan Steven pergi.
Namun ia tidak berhak untuk menahan, apalagi disana ada mama Karin dan juga papa Andrew.
Celine sudah bertemu dengan Steven di bandara. Ia pun juga mengucapkan Selamat jalan kepada mama Karin dan papa Andrew.
__ADS_1
"Om, tante hati-hati ya.", ucap Celine
"Iya sayang. Kamu gausa khawatir tentang Steven. Steven akan aman disana.", ucap mama Karin menenangkan
"Iya tante.", ucap Celine tersenyum kecil
Mama Karin pun sejenak memeluk Celine.
Setelah saling berpamitan satu sama lain, sekali lagi Steven memeluk Celine dengan erat. Berat rasa nya. Begitu juga dengan hati mereka.
Mama Karin, papa Andrew dan ka Axel bisa melihat kesedihan mereka berdua.
Setelah berpelukan cukup lama, Steven menghampiri ka Axel
"Ka Axel, aku titip Celine. Tolong jaga dia ya ka. Aku sangat menyayangi nya.", ucap Steven yang mulai goyang suara nya.
"Kamu tenang saja. Kakak akan menjaga nya untuk mu.", ucap Ka Axel lalu memeluk nya.
Steven beserta kedua orang tua nya pun masuk ke dalam terminal keberangkatan menuju London, Inggris.
Mereka bertiga melakukan check-in dan juga menaruh bagasi. Lalu mereka menunggu boarding.
Sedangkan Celine dan ka Axel langsung pulang ke rumah mereka karena hari sudah sangat larut.
Selama perjalanan Celine hanya diam tanpa bersuara. Ia masih memikirkan Steven. Perasaan nya masih saja tak tenang.
Entah mengapa perasaan nya hari itu makin tidak baik. Ia semakin gelisah memikirkan kepergian Steven.
Celine bahkan sampai tidak menyadari bahwa sekarang ia sudah tiba di pekarangan rumah nya.
"Dek, dek..", ucap Ka Axel sambil memegang tangan Celine
Setelah tiga kali memanggil, Celine baru tersadar dari lamunan nya. .
"Eh Iya ka. Ada apa?", tanya Celine
"Kita sudah sampai.", ucap Ka Axel kebingungan melihat adik nya melamun seperti itu.
"Oh Kita sudah sampai.", ucap Celine tertawa getir
"Kamu sebenarnya kenapa dek? Apa yang kamu pikirkan?", tanya Ka Axel menatap adik nya.
"Aku gapapa ka. Hanya kepikiran Steven saja.", ucap Celine tersenyum
"Kalau ada apa-apa cerita sama kakak. Kamu adik kakak satu satu nya.", ucap Ka Axel.
"Iya ka.", ucap Celine
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah, kebetulan hari itu adalah Hari sabtu dan sudah malam.
Celine masuk ke dalam kamar nya dengan di penuhi rasa kegelisahan, bahkan ia hampir sulit untuk menutup mata nya. Namun karena sudah sangat larut malam, ia pun tertidur.
πΈπΈπΈπΈπΈ
.
.
.
Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Thankyou ππ
.
__ADS_1
.
.