
Sepanjang perjalanan mereka tak henti nya memandangi alam yang begitu indah. Air laut yang begitu biru yang sangat memanjakan mata.
Hingga mereka tiba di tempat untuk menyewa kapal-kapal kecil ataupun boat.
Mereka akan mengunjungi Pulau Misool yang memberikan pemandangan yang sangat indah namun di dalam air.
Mereka akan menyeberang menggunakan boat, tak lupa sebelum nya mereka juga sudah menyewa alat perlengkapan snorkeling dan juga diving.
Para gadis sudah sangat tidak sabar untuk segera masuk ke dalam air karena begitu jernih nya air disana.
Setelah mendapatkan spot yang bagus untuk diving, kapal yang mereka sewa pun berhenti. Butuh waktu kurang lebih sepuluh menit.
Mereka semua sudah menggunakan pakaian renang. Lengkap dengan semua peralatan diving.
"Dek, hati-hati. Kamu belum pernah diving sebelumnya.", ucap Ka Axel pada Celine
"Iya kakak ku sayang.", ucap Celine
Pemandu pun mengajari bagaimana cara nya untuk masuk ke dalam air.
Mereka pun mengikuti nya satu persatu. Para laki-laki lah yang terlebih dahulu.
"Celine, apa kamu bisa? Aku takut. Bagaimana kalau kita tenggelam nanti.", ucap Fanny kecil
"Tidak akan, kita juga sudah memakai pelampung tidak mungkin kita tenggelam. Yang pasti atur napas kita dengan baik.", ucap Celine.
"Kamu mengajari ku seakan kamu sudah jago sekali diving.", ucap Fanny sambil meledek
"Hehe. Aku kan hanya berusaha menenangkan mu saja Fan.", ucap Celine sambil tertawa.
"Yah sudah, Ayo kita ikuti yang lain. Ada ka Axel dia pandai berenang.", ucap Celine lagi
Fanny pun mengangguk. Tak lama mereka berdua duduk di tepi kapal dengan kacamata renang dan alat pernapasan sudah terpasang di mulut mereka.
Mereka pun bersiap untuk masuk ke dalam air dengan cara duduk membelakangi laut, lalu mendorong tubuh mereka ke belakang untuk masuk ke dalam air. (Seperti roll belakang).
Air pun berhamburan kemana-mana.
"Seperti nya tidak buruk.", ucap Fanny yang sudah mengapung ke atas dan mengambil napas.
Sedangkan Sally dan juga Georgia seperti sudah sangat pandai dalam Hal ini. George mengawasi kedua gadis itu.
Sedangkan ka Axel dan Steven mengawasi Celine dan juga Fanny yang memang belum pernah melakukan diving.
Mereka masuk ke dalam laut, mata mereka memandang keindahan laut yang sungguh memanjakan mata. Bahkan penampakkan itu seperti yang sering ia lihat di google maupun tv.
Sekarang mereka bisa dengan sangat puas nya memandangi keindahan alam bawah laut.
Tak jarang mereka mengambil foto-foto untuk mereka abadikan di galeri foto mereka.
Mereka berenang kesana kemari menikmati aliran air laut. Hingga mereka lupa waktu.
Ketika di rasa cukup puas, mereka pun kembali naik ke atas kapal dan mengeringkan tubuh mereka dengan handuk.
"Ka, aku sangat lapar.", ucap Sally sambil memegangi perut nya
"Iya, sehabis ini kita akan kembali dan mencari restaurant untuk makan siang.", ucap Steven
Setelah menempuh waktu sepuluh menit, mereka pun tiba kembali di tempat mereka menyewa kapal dan peralatan diving tadi.
Mereka pun mengembalikan peralatan yang mereka pakai tadi.
Setelah nya mereka mengganti pakaian seperti pakaian biasa karena mereka akan pergi ke restaurant tidak mungkin masih menggunakan pakaian renang.
Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang, rasa nya perut mereka begitu sangat lapar.
Begitu sampai di salah satu restaurant, mereka langsung memesan berbagai macam makanan. Mulai dari ikan, udang, kepiting dan sebagainya.
Perlu menunggu kurang lebih tiga puluh lima menit hingga semua makanan yang mereka pesan tersaji di meja makan.
__ADS_1
Tanpa aba-aba, mereka semua langsung menyantap semua makanan itu.
"Hmm.. Rasa nya kenapa enak sekali.", ucap Sally
Bahkan Sally tidak bisa makan dengan santai, bahkan terkesan terburu-buru seperti ada yang hendak mengambil makanan nya
"Hei, makanan mu tidak akan di ambil orang. Makan lah yang benar.", ucap Ka Steven
"Aku sangat lapar ka.", ucap Sally lagi dengan mulut nya yang masih penuh.
"Pelan sedikit lah kalau makan. Nanti kamu bisa tersedak.", ucap George yang ada di samping nya
Sally pun hanya mengangguk dan masih mengunyah makanan di dalam mulut nya.
Namun Fanny terlihat bingung harus memakan apa. Hanya ikan yang bisa ia makan. Karena ia alergi dengan udang. Namun ia tetap memaksa makan udang itu walaupun hanya sedikit.
Setelah mereka selesai makan, mereka pun hendak untuk kembali ke resort. Namun ka Axel yang melihat keanehan dari Fanny pun bertanya.
"Fan, kamu kenapa? Kok dari tadi kamu menggaruk tangan mu terus?", tanya Ka Axel
"Ah.. tidak apa-apa ka. Hanya gatal biasa.", ucap Fanny tersenyum getir.
"Tapi tangan mu sudah merah.", ucap Ka Axel lagi.
Celine yang melihat pun ikut bertanya.
"Fanny, tangan kamu kenapa merah merah seperti ini? Apa kamu memakan udang tadi?? Kamu kan alergi udang.", ucap Celine panjang lebar sambil membolak balik kan tangan Fanny yang memerah.
Fanny hanya tersenyum getir tak tau harus menjawab apa.
"Kamu pasti makan udang kan?? Kalau tidak mana mungkin akan seperti ini ", ucap Celine lagi
"Apa kamu membawa obat alergi mu?", tanya Ka Axel
"Tidak kak.", ucap Fanny
"Sehabis ini kita ke apotek sebentar untuk membeli obat alergi untuk mu, sekaligus saleb untuk di olesi di tangan mu." ucap Ka Axel
Akhir nya mereka semua masuk ke dalam mobil. Tak lupa ka Axel menyampaikan kepada pak supir untuk mampir sebentar ke apotek terdekat.
Perjalanan menempuh kurang lebih tiga puluh lima menit menuju resort.
Namun sebelum nya mobil itu berhenti di suatu apotek dekat resort.
Ka Axel pun segera turun dari mobil dan masuk ke dalam apotek.
"Permisi, apa disini ada menjual obat alergi dan saleb untuk gatal-gatal?", tanya Ka Axel pada karyawan apotek
"Biasa nya minum obat alergi apa tuan?", tanya karyawan
"Hmm.. tunggu sebentar.", ucap Ka Axel
ka Axel pun kembali ke mobil untuk memanggil Fanny yang sedari tadi tak berhenti menggaruk garuk tangan nya.
"Fanny, bisa ikut kakak sebentar?", tanya Ka Axel
Fanny pun mengangguk dan segera turun dari mobil. Namun Celine dengan cepat ikut turun dari mobil karena khawatir dengan keadaan sahabat nya itu.
Mereka bertiga masuk ke dalam apotek.
Sebelum membeli obat nya, tangan Fanny pun di cek terlebih dahulu oleh dokter yang ada di apotek tersebut.
Dokter tersebut memberikan resep obat untuk alergi nya.
Ka Axel menebus semua obat dan juga saleb sesuai dengan anjuran dokter dan segera membayar biaya tersebut.
"Ka Axel, terima kasih.", ucap Fanny menunduk
"Iya sama-sama. Lagi pula kalau kamu alergi udang kenapa kamu tetap memakan udang itu? Jadi menyusahkan diri mu sendiri kan.", ucap Ka Axel
__ADS_1
"Nanti begitu sampai resort, kamu langsung minum obat nya ya Fan. Aku sungguh khawatir padamu.", ucap Celine
Fanny pun mengangguk.
Mereka kembali ke mobil untuk menuju resort.
Sesampainya di resort, Fanny dan Celine langsung menuju dapur untuk mengambil air minum.
Fanny langsung meminum obat yang di resepkan oleh dokter. Memang alergi nya tidak langsung hilang, namun setidaknya tidak semakin buruk.
"Yah sudah, Ayo kita ke kamar untuk mandi dan istirahat.", ajak Celine
Mereka masuk ke kamar dan mandi secara bergantian. Setelah nya Fanny mengoleskan saleb yang tadi di beli di apotek ke seluruh tangan nya yang merah-merah.
Ia merebahkan tubuh nya di ranjang. Lelah sekali rasa nya hari ini. Tak butuh waktu lama ia pun tertidur.
Celine yang baru keluar dari kamar mandi pun melihat Fanny sudah tidur dengan pulas nya.
Ia pun menghampiri Fanny, ia melihat tangan Fanny yang masih nampak kemerahan akibat alergi dan juga karena garukan kuku kuku Fanny.
Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu dari depan.
Celine pun membukakan pintu tersebut. Dan terlihat lah ka Axel berdiri di depan pintu.
"Kakak. Ada apa kak?", tanya Celine dengar suara pelan karena takut membangunkan Fanny .
"Bagaimana keadaan Fanny?", tanya Ka Axel
"Tangan nya sudah di olesi oleh saleb dokter dan sekarang dia sedang tidur kak.", ucap Celine.
"Yah sudah kamu juga berisitirahtlah.", ucap Ka Axel sambil mengelus kepala Celine
"Iya ka. hmm... ka, seperti nya kakak perhatian sekali sama Fanny.", ucap Celine senyum-senyum
"Kamu dan Fanny adalah tanggung jawab kakak selama disini. Jangan berpikiran macam-macam.", ucap Ka Axel.
"Kakak menyukai nya pun tak masalah ka. Aku akan mendukung kakak.", ucap Celine tersenyum
"Sudah istirahat.", ucap Ka Axel dan berlalu dari kamar Celine menuju kamar nya.
Ka Axel pun kembali ke kamar nya untuk mengistirahatkan tubuh nya yang lelah karena habis diving.
apa iya aku seperhatian itu?
seperti nya tidak
aku hanya menganggap nya sebagai adik
yang harus ku jaga juga seperti Celine
aku hanya tak ingin terjadi apa-apa dengan mereka berdua ketika berada disini
Ka Axel masuk ke dalam kamar dan melihat George dan juga Steven sudah terkapar di ranjang nya masing-masing.
Tak berselang lama ka Axel pun tertidur dengan nyenyak nya saat itu hingga sore menjelang.
πΈπΈπΈπΈπΈ
.
.
.
Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Thankyou π
.
.
__ADS_1
.