Cinta Yang Hilang & Kembali

Cinta Yang Hilang & Kembali
Eps 93. Kamu yang Terpenting


__ADS_3

Awal nya mama Nita keberatan karena merasa tidak enak dengan Celine dan juga Axel. Cuma karena Celine terus memaksa mengajak Fanny, akhirnya mama Nita pun mengijinkan nya.


Wajah Fanny dan Celine pun berubah menjadi senang mendengar ucapan dari mama Nita yang mengijinkan Fanny untuk pergi bersama nya.


Sekiranya sudah selesai berbicara, mama Nita pun pamit untuk masuk ke kamar untuk mandi karena sepulang kerja tadi mama Nita tidak langsung mandi.


Mereka bertiga masih di ruang tamu saling mengobrol obrolan ringan.


Hingga mama Nita yang sudah selesai mandi, mengajak Celine dan juga Axel untuk ikut bergabung makan malam bersama mereka.


Awal nya Celine dan Axel menolak karena takut merepotkan, namun karena mama Nita memaksa, akhirnya mereka berdua ikut makan malam bersama.


Selama makan malam diselingi dengan obrolan ringan. Termasuk mama Nita yang kepo tentang ka Axel.


"Axel, apa kamu sudah punya pacar?", tanya mama Nita


"Belum tante.", ucap Ka Axel singkat karena memang ka Axel tidak terlalu suka masalah pribadi nya di tanya-tanya.


"Masa laki-laki tampan seperti kamu belum punya pacar?", tanya mama Nita lagi


Ka Axel diam sejenak sambil mengunyah makanan dalam mulut nya.


"Saya belum memikirkan hal itu tante. Pendidikan lebih penting.", ucap Ka Axel singkat


Ketika mama Nita ingin mengajak Axel untuk bicara lagi, seketika Fanny menyenggol lengan mama nya untuk segera diam dan jangan banyak bertanya.


Maksud mama Nita bukan lah ingin tau masalah pribadi Axel, hanya untuk sekedar basa basi semata.


Tidak ada percakapan lagi setelah itu sampai makanan di meja habis tak bersisa.


Setelah makan, Celine dan Axel pun pamit untuk pulang.


Sepanjang perjalanan, Celine maupun ka Axel tidak saling bicara. Karena Celine tau seperti nya suasana hati ka Axel sedang tak baik karena pertanyaan mama Nita tadi yang menanyakan hal pribadi ka Axel.


Sesampainya di rumah, ka Axel maupun Celine langsung masuk ke dalam rumah. Namun sejenak mampir ke ruang keluarga dimana mama dan papa nya sedang berada disana.


"Mama, papa.", ucap Celine sambil mencium mama dan papa nya


"Eh anak mama sudah pulang.", ucap mama Gladys


"Iya ma.", jawab Celine


"Kalian sudah makan malam belum?", tanya papa Thomas


"Sudah pa.", jawab ka Axel


"Iya, sudah pa. Tadi kami makan di rumah Fanny.", ucap Celine menjelaskan


"Ohh. Bagaimana. Apa Fanny mau ikut pergi berlibur dengan mu?", tanya mama Gladys


"Iya ma, tadi tante Nita sudah mengijinkan Fanny untuk ikut bersama ku ma.", jawab Celine


"Axel, apa kamu jadi ikut?", tanya papa Thomas


"Jadi pa.", jawab Axel singkat


"Iya, kamu jaga adik mu disana ya.", ucap papa Thomas lagi


Ka Axel hanya mengangguk. Mama dan papa sudah tau seperti nya suasana hati Axel sedang tak bagus.

__ADS_1


"Ma, pa, Axel ke kamar dulu ya.", ucap Ka Axel sambil berjalan menuju kamar nya di lantai atas setelah mendapat ijin dari orang tua nya.


Setelah di lihat bahwa ka Axel sudah tidak nampak lagi, mama dan papa pun menanyakan kepada Celine kenapa suasana hati ka Axel tidak baik.


"Sayang, ada apa dengan kakak mu?", tanya mama Gladys


"Tadi pas di rumah Fanny, tante Nita tidak sengaja menanyakan apakah ka Axel punya pacar atau tidak ma waktu sedang makan malam.", jelas Celine


"Ohh, pantas saja mood nya langsung berubah seperti itu.", ucap papa Thomas


"Tapi memang pa, masa dia sampai sekarang belum punya pacar juga. Apa mama carikan cewe aja buat dia ya?", tanya mama Gladys


"Jangan suka macam-macam kamu ma, biarkan dia memilih wanita seperti apa yang dia ingin kan. Kita hanya bisa mendukung nya.", ucap papa Thomas


"Ehm.. tapi ma pa, seperti nya Fanny menyukai ka Axel deh.", ucap Celine ragu-ragu


"Ehmm... Fanny memang anak yang baik, ia juga anak yang ceria, tidak dingin seperti kakak mu itu. Tapi apa Axel juga menyukai Fanny?", tanya mama Gladys


"Aku mana tau ma. Melihat wanita saja dia tidak pernah merespon.", ucap Celine


"Sudah biarkan saja. Lagipula dia juga masih muda. Biarlah dia kejar dulu cita-cita nya.", ucap papa Thomas


"Tapi pa...", ucap mama Gladys terpotong saat papa mengangkat telunjuk nya yang menandakan tidak usah di perpanjang lagi.


"Yah sudah ma, pa, Celine ke kamar dulu ya.", ucap Celine sambil mencium mama papa nya dan berlalu ke kamar nya.


Sesampainya di kamar, ia langsung meletakkan tas nya di meja dan segera masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh nya.


Setelah lima belas menit, Celine pun telah menyelesaikan mandi nya lalu mengambil sepasang piyama di dalam lemari lalu memakainya. Ia pun merebahkan tubuh nya di atas ranjang.


Tak berapa lama ia pun berniat menghampiri kamar ka Axel untuk menanyakan kembali apa jadi ikut atau tidak.


"Ka Axel, aku boleh masuk?", tanya Celine dari luar kamar


"Masuk lah, pintu nya tidak kakak kunci ", ucap Ka Axel dari dalam kamar.


Celine membuka pintu nya dan masuk ke dalam. Terlihat ka Axel sedang berutak atik dengan laptop nya seperti sedang mengerjakan sesuatu.


"Kakak sedang sibuk?", tanya Celine


"Tidak dek, hanya mengerjakan beberapa tugas kecil.", ucap Ka Axel


"Ada apa dek?", tambah ka Axel


"Ehmm... Apa kakak jadi ikut liburan nanti?", tanya Celine ragu


"Iya kakak akan ikut menemanimu. Kakak gamau sampai kamu kenapa-napa.", ucap Ka Axel sambil menoleh ke arah Celine


"Apa tidak mengganggu kuliah kakak? Aku jadi tidak enak dengan kakak.", ucap Celine


"Tidak apa-apa dek. Kamu yang terpenting untuk kakak.", ucap Ka Axel


"Terima kasih ka.", ucap Celine sambil memeluk kakak nya.


"Iya sama-sama dek.", ucap Ka Axel


"Yah sudah ka, aku kembali ke kamar ya ka.", ucap Celine


"Iya dek.", ucap Ka Axel sambil kembali memperhatikan laptop nya

__ADS_1


Celine pun hendak keluar kamar kakak nya tersebut. Namun ia urungkan, dan kembali menghampiri kakak nya tersebut.


"Ka.", panggil Celine lagi


"Ada apa lagi dek?", tanya Ka Axel tanpa menoleh.


"Ehmm... wanita seperti apa yang kakak sukai?", tanya Celine sambil berdiri di samping kakak nya.


Seketika ka Axel langsung menoleh ke arah adik nya tersebut.


"Untuk apa kamu menanyakan hal itu?", tanya Ka Axel yang rawut wajah nya sudah datar.


"Ehmm.. tidak apa-apa ka. Aku hanya bertanya. Siapa tau aku bisa mencarikan kakak pacar.", ucap Celine


"Kakak kan sudah bilang, kamu yang terpenting untuk kakak. Setelah kamu mendapatkan laki-laki yang cocok dan setia kepada mu, baru lah kakak akan mencari wanita pilihan kakak sendiri. Dan kamu tidak perlu ikut campur akan hal itu dek.", ucap Ka Axel jelas.


Celine hanya terdiam tak berani membalas perkatan kakak nya karena takut ka Axel akan marah.


Celine pun mengangguk mengerti dan pamit untuk kembali ke kamar nya.


Setelah terdengar suara pintu tertutup, ka Axel pun menghela napas nya panjang.


Kenapa banyak sekali yang menyuruh nya untuk mencari pacar. Padahal yang ada di pikiran nya saat ini adalah Celine, adik kesayangan nya itu.


Ia hanya memikirkan adik nya tersebut tanpa memikirkan diri nya sendiri. Ia hanya terlalu takut bahwa adik nya akan tersakiti lagi. Ia tidak bisa melihat hal itu terjadi lagi. Ia sangat menyayangi Celine.


Bahkan ia hampir lupa bagaimana rasa nya jatuh cinta dengan seorang gadis. Namun ia tetap lah laki-laki normal yang bisa jatuh cinta suatu saat nanti ketika waktu nya dan menemukan seseorang yang tepat.


Ketika sedang melamun, tiba-tiba muncul lah bayangan Fanny di pikiran nya. Gadis kecil seumuran adik nya, tingkah nya yang cukup lucu. Wajah nya pun tak kalah cantik dengan adik nya, walaupun Celine jauh lebih cantik.


Namun tiba-tiba muncul lah sekelebat wajah Jesslyn disana. Wanita sombong yang berani mempermalukan adik nya. Rasa nya geram sekali mengingat Hal itu.


Entah lah, lagi pula untuk apa memikirkan wanita. Aku belum mau punya pacar untuk sekarang.


Aku hanya akan memilih dan memiliki satu wanita yang nanti nya akan menjadi istri ku. Bahkan rasa nya aku tidak ingin berlama-lama hanya untuk sekedar berpacaran. Sungguh buang-buang waktu pikir nya.


Hanya dua wanita sekarang yang sangat ia cintai, mama nya dan Celine adik nya. Belum ada wanita lain di hati nya saat ini. Entah nanti nya.


Biarkan hal itu berjalan dengan seiring nya waktu, lagi pula ia masih harus belajar untuk bisa meneruskan perusahaan milik papa nya.


Ia pun tersadar dari lamunan nya, ia pun kembali meneruskan urusan kuliah nya yang belum selesai.


Saat kembali ke kamar nya, Celine langsung memberitau Steven bahwa Fanny dan juga ka Axel akan ikut bergabung untuk liburan bersama.


Tak butuh waktu lama, Celine pun tertidur dengan sangat lelap nya.


🌸🌸🌸🌸🌸


.


.


.


Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Thankyou 😊😊😊


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2