Cinta Yang Hilang & Kembali

Cinta Yang Hilang & Kembali
Eps 87. Sepucuk Surat


__ADS_3

Setelah selesai makan, Celine dan Fanny menuju kamar Celine untuk menonton film Korea. Sebelum nya Celine sudah membawakan obat arak gosok untuk Fanny.


Di tangga


"Apa kaki mu masih sakit?", tanya Ka Axel yang juga naik ke kamar nya


"Ah sudah tidak begitu ka.", ucap Fanny


"Kenapa kau bisa begitu ceroboh hingga jatuh dari tempat tidur?", ucap Ka Axel lagi


"Karena tadi dia masih mengantuk ka. Maka nya pas mau turun dari ranjang, kaki nya terlilit selimut.", ucap Celine menjelaskan.


"Apa karena semalam kamu jadi tidak bisa tidur?", tanya Ka Axel lagi


"Semalam? Memang nya semalam ada apa Fan?", tanya Celine bingung


"Ah tidak ada apa-apa kok Cel.", ucap Fanny cepat


"Semalam teman mu ini ketakutan hingga tak bisa tidur.", ucap Ka Axel


Fanny hanya tersenyum getir


"Memang nya takut kenapa?", tanya Celine lagi


"Semalam seperti ada yang mengetuk jendela kamar mu, karena aku takut, aku teriak dan keluar kamar. Padahal aku sudah berusaha membangunkan mu, namun kamu sama sekali tidak bangun. Dan aku ketemu ka Axel.", ucap Fanny


"Lalu siapa yang mengetuk jendela kamar ku?", tanya Celine lagi


"Tidak ada yang mengetuk, hanya ranting pohon yang tertiup angin kencang sehingga seperti mengetuk jendela kamar mu.", jelas ka Axel.


"Jangan bilang kamu kira itu hantu?", tanya Celine dan Fanny pun mengangguk dan tersenyum getir.


Celine pun hanya tertawa mendengar cerita sahabat nya tersebut.


"Maka nya kalian tidak usah nonton film horor lagi. Menyusahkan.", ucap Ka Axel dan berlalu memasuki kamar nya.


Celine dan Fanny pun masuk ke kamar nya. Tak lupa juga tadi Celine sudah membawa beberapa jenis cemilan untuk mereka makan saat menonton drama Korea.


*****


Di sisi lain


Pengumuman hasil kelulusan akan di umumkan di sekolah pada hari senin besok setelah acara Promnight. Sedangkan angkatan kelas sepuluh dan sebelas libur karena baru menyelesaikan ujian kenaikan kelas mereka.


Semua siswa dan siswi kelas dua belas sudah berkumpul di sekolah untuk mendapatkan Surat kelulusan. Termasuk juga Jesslyn dan kedua sahabat nya.


Namun kali ini berbeda, karena Jesslyn lebih banyak diam dan tidak mengganggu orang lain. Banyak siswi yang membicarakan Jesslyn pada acara waktu itu.


Rasa nya Jesslyn ingin marah, namun ia tahan karena sedikit ia mendengar kan nasihan dari mama Gladys waktu itu. Pikirkan terlebih dahulu risiko nya apa yang akan kita ambil sebelum terlambat.


Begitu juga dengan Viona dan Gisel yang bingung melihat tingkah Jesslyn.


"Jess, are you okay?", tanya Viona


Jesslyn hanya tersenyum dan mengangguk. Tak ada ucapan yang keluar dari bibir nya


"Ada apa dengan Jesslyn? Kenapa dia diam saja? Tidak seperti biasa nya.", ucap Gisel berbisik


"Aku pun juga tidak tau, semenjak acara Promnight kemarin dia lebih banyak diam .", ucap Viona


Namun mereka tidak ingin bertanya lebih banyak pada Jesslyn. Karena mungkin Jesslyn punya alasan tersendiri yang tidak ingin orang lain tau.


Para murid dan guru sudah memasuki ruang kelas masing-masing. Guru-guru pun memberikan Surat kelulusan kepada mereka semua yang lulus. Semua murid bersorak karena akhir nya mereka bisa menamatkan sekolah mereka dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya.


Steven, Danny, Rico dan teman-teman nya yang lain memutuskan untuk pergi ke sebuah cafe untuk merayakan kelulusan mereka.


Namun sebelum mereka keluar sekolah, tak sengaja mereka bertemu dengan Jesslyn dan kedua sahabat nya.


Mereka ber enam seketika membisu dan saling bertatapan. Pandangan Jesslyn tak lepas dari Steven. Namun ada sepasang mata yang jauh lebih intense memandang Jesslyn, yaitu Rico.


"Selamat atas kelulusan kalian.", ucap Jesslyn tersenyum


"Selamat juga atas kelulusan kalian.", ucapan Steven dengan wajah datar nya.

__ADS_1


Hening sesaat....


"Kami permisi dulu.", ucap Jesslyn yang akan hendak pergi bersama sahabat nya.


Danny dan Rico pun mengangguk, namun tidak dengan Steven.


"Ada apa dengan Jesslyn? Tidak seperti biasa nya.", ucap Danny


"Iya, dia terlihat lebih pendiam hari ini.", ucap Rico


"Mana ku tau, lagipula bukan urusan ku.", ucap Steven dan berlalu.


Namun Rico menangkap ada yang berbeda dari Jesslyn. Tingkah dan sikap nya yang hari ini hanya diam seperti menyembunyikan sesuatu. Tapi apa? Ia juga masih belum tau.


Mereka bertiga akhir nya pergi menuju cafe yang akan di tuju untuk merayakan Hari kelulusan mereka hingga sore hari.


Sepulang nya dari cafe bersama teman-teman nya, Steven pun pulang ke rumah nya.


Steven memasuki kamar nya dan menuju kamar mandi untuk mandi. Selesai nya ia mengambil hp nya dan menelepon Celine


"Hallo sayang."


"Hallo. Kamu sudah pulang?"


"Iya aku baru pulang, baru selesai mandi. Apa kamu sudah makan?"


"Belum, sebentar lagi mau makan malam dengan mama, papa, ka Axel dan Fanny."


"Oh Fanny sedang berada di rumah mu?"


"Iya, semalam dia juga menginap di rumah ku."


"Oh yah sudah kamu makan malam dulu. Besok kita pergi jalan-jalan."


"Oke. Sampai bertemu besok."


Steven pun menutup telepon nya dengan Celine. Ia merebahkan tubuh nya di ranjang karena lelah seharian berada di luar rumah.


Seketika terlintas di pikiran nya tentang hari keberangkatan nya beberapa minggu lagi. Bahkan ia sungguh tidak niat untuk membereskan barang-barang nya yang akan ia bawa pergi ke Inggris.


Sebetulnya berhubungan jarak jauh tidak lah seburuk itu. Semua masih bisa berjalan dengan baik. Hanya pembagian waktu nya yg memang harus di atur dengan baik. Namun tidak semua orang sanggup untuk melakukan LDR , termasuk dengan author 😁😁


******


Sementara itu, Sally yang sudah menyelesaikan ujian kenaikan kelas nya pun akan segera libur. Dan pada liburan kali ini ia akan kembali ke Indonesia.


"Yeay, akhir nya ujian selesai, aku tidak sabar mau pulang ke Indonesia bertemu mama papa kakak dan juga ka Celine.", ucap Sally dengan senyum yang merekah


"Iya, akhirnya kita selesai juga ujian nya. Aku seperti nya juga akan berkunjung ke Indonesia nanti bersama keluarga ku. Tapi belum tau kapan tepat nya.", ucap Chloe


"Kamu serius?? Jangan lupa mengabari aku kalau kamu ke Indonesia. Nanti menginap lah di rumah ku.", ucap Sally kegirangan.


"Iya aku serius, nanti aku akan mengabari mu.", ucap Chloe sambil memeluk sahabat nya itu.


Setelah mereka berdua pulang dari sekolah nya, mereka pergi ke sebuah restaurant terlebih dahulu untuk makan siang bersama.


Sepanjang mereka makan, mereka hanya mengobrol dan tertawa seperti tak memperdulikan orang lain lagi yang berada di sekitar sana. Padahal mereka hanya berdua, namun suara mereka seperti sedang mengobrol dengan sekumpulan orang saja.


Setelah kenyang, mereka memutuskan untuk pulang ke apartment nya masing-masing.


Setibanya di apartment, di depan pintu apartment nya terdapat bucket bunga yang sangat cantik. Sally pun sudah tidak kaget siapa yang mengirimkan bunga tersebut, karena ini sudah kesekian kali nya George mengirimkan bunga kepada Sally.


Membuat hati Sally berbunga-bunga. Sally mencium dalam-dalam aroma bunga-bunga tersebut dan di lihat lah ada sepucuk surat di sela-sela bunga.


Sally mengambil dan membuka surat tersebut.


*Dear Sally,


Terima kasih kamu sudah hadir dalam hidupku


Terima kasih kamu sudah mau ada untukku


Terima kasih kamu sudah menghiasi kehidupanku, memberikan warna dalam hidupku

__ADS_1


Terima kasih kamu mau menjadi bagian dalam hidupku


Dear Sally


Aku akan selalu ada untuk mu


Aku akan selalu menjaga dan melindungi mu


Aku akan setia disini menunggu mu hingga waktu nya tiba nanti


ILY


George*


Hati Sally tak berhenti berbunga-bunga. George sendiri sudah berjanji kepada papa Andrew dan Steven untuk menjaga Sally dan menunggu hingga Sally lulus dari sekolah nya. Dan George akan berpegang pada janji nya tersebut.


Sally masuk ke dalam apartment nya, menutup pintu nya, meletakkan bunga tersebut di meja ruang tamu.


Hubungan Sally dan George semakin dekat, namun tidak dalam sebuah status. Karena Sally pun sudah berkomitmen untuk tetap menjaga kesucian nya dan akan berpacaran ketika lulus dari sekolah nya karena ia tidak mau dengan berpacaran akan mempengatuhi nilai nya di sekolah.


Ia mengambil hp nya dari dalam tas dan menelepon George.


"Hallo George."


"Hallo Sally."


"Terima kasih untuk bunga nya."


"Kau sudah menerima nya?"


"Iya aku sudah menerima nya. Terima kasih."


"Sama-sama. Apa kamu sudah makan?"


"Tadi aku sudah makan dengan Chloe sebelum pulang."


"Nanti malam kita makan di luar mau?"


"Ehm... Boleh."


"Oke, nanti sore aku akan menjemput mu."


"Oke, bye George."


Sally pun menutup telepon nya.


Sally memutuskan untuk segera mandi karena baru pulang dari sekolah. Setelah lima belas menit, Sally selesai mandi ia merebahkan tubuh nya di ranjang nya yang begitu empuk.


Sesaat ia ingin memejamkan mata nya, hp nya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Ia pun membuka pesan tersebut yang ternyata dari Celine.


"Hai Sally, kapan kamu pulang ke Indonesia? Aku sangat merindukan mu."


Dengan cepat Sally membalas pesan tersebut namun tidak dengan chatting. Namun Sally langsung menelepon Celine.


"Hallo ka Celine.", teriak Sally


"Hallo Sally, pelankan sedikit suara mu, telinga ku sampai sakit."


"Maaf ka. Aku hanya senang. Aku sangat merindukan kakak."


"Aku juga sangat merindukan mu. Kapan kamu pulang ke Indonesia?"


"Aku belum tau ka, kemungkinan minggu depan, karena aku baru selesai ujian sekolah."


"Cepatlah kembali. Kita akan jalan-jalan lagi."


"Iya ka. Aku juga ingin sekali jalan-jalan. Tunggu aku pulang ya ka."


"Iya Sally. Kabari aku kalau kamu mau pulang kesini. Bye."


"Oke ka. Bye."


Sally menutup telepon nya dan menatap langit-langit kamar nya. Ingin sekali ia kembali ke Indonesia bertemu mama papa dan juga kakak nya.

__ADS_1


Tak berapa lama, Sally pun terlelap dalam tidur nya hingga menjelang sore.


__ADS_2