Cinta Yang Hilang & Kembali

Cinta Yang Hilang & Kembali
Eps 90. Surprise


__ADS_3

Hari berganti hari, tiba saat nya hari dimana Sally akan kembali pulang ke Indonesia untuk bertemu dengan keluarga nya. Sally pun sudah memberi tau kepada keluarga nya bahwa ia akan pulang minggu ini, namun tidak memberi tau kapan tepat nya mereka pulang.


Sally, George dan juga Georgia sudah tiba di airport pada pagi hari tepat nya pukul sembilan pagi. Mereka melakukan check in ulang di bandara dan juga meletakkan bagasi mereka. Setelah di rasa semua sudah selesai, mereka masuk dan menunggu boarding di ruang tunggu.


Sambil menunggu, mereka berjalan-jalan sambil mencari makanan karena mereka bertiga belum sarapan sebelum nya.


Tak lupa juga Sally membelikan banyak oleh-oleh untuk keluarganya dan juga keluarga Celine. Hingga di airport pun, ia masih mencari perintilan apa yang bisa ia bawa untuk di jadikan oleh-oleh.


Saat sudah menemukan restaurant yang sekira nya cocok untuk mereka bertiga sarapan, mereka pun memesan beberapa makanan untuk mereka makan.


Sally memesan roti croissant dan juga hot chocolate untuk menemani sarapan pagi nya yang rasa nya begitu dingin. Sedangkan George memesan sandwich dan hot cappuccino, dan Georgia memesan sandwich dan hot chocolate.


Mereka bertiga pun sarapan dengan di selingi beberapa obrolan singkat.


Sally tidak begitu canggung dengan Georgia karena ia pun sudah cukup dekat dengan adik George tersebut. Bahkan tak jarang mereka saling berkirim pesan singkat.


Tiga puluh menit sudah berlalu dan mereka bertiga pun sudah menyelesaikan sarapan mereka. Mereka pun berjalan-jalan sebentar lalu kembali ke ruang tunggu. Karena memang mereka berangkat lebih awal dari apartment supaya tidak terburu-buru nanti nya.


Tak berapa lama pengumuman pun terdengar bahwa pesawat yang akan mereka tumpangi sudah siap untuk lepas landas.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam pesawat setelah tiket mereka di periksa oleh pramugari yang ada disana.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat tiga puluh menit pagi waktu Australia. Sesuai dengan jam keberangkatan mereka.


Perjalanan yang di tempuh kurang lebih adalah tujuh jam lama nya, dan selama itu juga Sally tidak tidur dalam pesawat, justru ia menikmati makan siang yang di berikan oleh awak kabin dan sambil menonton film yang tersedia.


Setelah menempuh kurang lebih tujuh jam, mereka sudah mendarat di bandara Soekarno-Hatta dengan selamat. Mereka tiba siang menjelang sore hari. Karena ada nya perbedaan waktu.


George dan Georgia akan ikut ke rumah Sally untuk memberikan kejutan kepada keluarga nya. Namun sebelum nya, Sally menanyakan keberadaan keluarga nya terlebih dahulu.


Sally pun menelepon Steven, kakak nya.


"Hallo ka."


"Hallo Sally, ada apa?"


"Mama papa ada dimana ka?"


"Mama ada di kamar, papa seperti nya baru pulang."


"Kakak ada dimana?"


"Aku sedang pergi bersama Celine."


"Bisa kah kakak pulang sekarang?"


"Memang nya ada apa? Kakak baru saja mau pergi dari rumah Celine ini."


"Tidak papa ka, cepat pulang lah. Ajak ka Celine sekalian."


"Memang nya ada apa Sally?"


"Sudah tidak papa. Cepat ya ka. Bye."


Sally langsung menutup telepon nya sebelum sempat Steven menjawab.


Sally mengajak George dan juga Georgia untuk segera keluar dari pesawat untuk mengambil bagasi mereka.


Setelah selesai dengan segala urusan nya di dalam bandara, mereka bertiga keluar dari bandara.


Sally memesan satu taxi yang cukup besar untuk mereka bertiga dan beserta koper-koper mereka.


Pak supir membuka bagasi mobil dan membantu mereka memasukkan koper-koper mereka ke dalam mobil.


Mereka masuk ke dalam taxi tersebut, tak lupa Sally memberi tau alamat yang akan mereka tuju.

__ADS_1


Di dalam taxi mereka masih saling mengobrol satu sama lain. Saling membicarakan tentang hiruk pikuk kota Jakarta.


Sekitar kurang lebih satu jam, mereka pun sampai di depan rumah Sally.


Georgia sangat kagum dengan rumah Sally yang terlihat sangat besar dan megah itu. Berbeda dengan George yang sudah pernah menginap disana.


Sally melihat bahwa mobil kakak nya sudah berada di halaman rumah nya yang menandakan bahwa kakak nya sudah berada di rumah.


Sally mengajak George dan juga Georgia untuk masuk ke dalam rumah.


Sally berdiri di depan pintu utama sedangkan George dan Georgia berdiri di belakang Sally.


Sally pun memencet tombol bell rumah nya.


Tak berapa lama ada seseorang yang membuka pintu rumah nya, yaitu bibi nya.


Bibi pun terkejut melihat kehadiran Sally dan hampir saja berteriak.


"Ssttt... Bibi jangan berteriak.", ucap Sally sambil mengeluarkan jari telunjuk nya di depan bibir nya agar bibi nya tak berisik.


"Nona Sally sudah kembali. Kenapa tidak memberi kabar tuan dan nyonya Nona?", tanya bibi yang masih terkejut.


"Aku mau memberikan kejutan untuk mama papa bi. Apa mereka semua ada di dalam bi?", tanya Sally lagi


"Iya nona, tuan dan nyonya ada di dalam ruang keluarga, ada tuan muda dan nona Celine juga di dalam.", ucap bibi.


"Yah sudah, sekarang bibi masuk ke dalam. Bilang di depan sedang ada yang mencari mereka semua. Aku akan menunggu disini bi. Tapi jangan bilang kalau aku yang datang.", ucap Sally


"Baik Nona, bibi akan panggilkan tuan dan nyonya.", ucap bibi sambil mengangkat salah satu ibu jari tangan nya.


Bibi pun masuk ke dalam rumah menuju ruang keluarga, sedangkan Sally beserta George dan Georgia bersembunyi di depan.


"Tuan, nyonya.", ucap bibi


"Iya bi ada apa? Dan siapa yang datang?", tanya mama Karin


"Siapa yang mencari kita semua bi? Tidak biasa nya.", ucap Steven


"Tidak tau tuan muda.", ucap bibi lagi.


"Yah sudah kalau begitu kita lihat saja ke depan siapa yang mencari kita.", ucap papa Andrew


Mereka berempat pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju pintu utama di ikuti oleh bibi.


Mama dan papa melihat ke arah pintu utama yang terbuka lebar dan tak melihat siapapun.


"Bi, kemana orang nya? Kenapa tidak ada siapapun?", tanya mama Karin


"Tadi ada di sini nyonya. Bibi tinggal sebentar memanggil tuan dan nyonya.", ucap bibi yang hampir saja tersenyum karena tau rencana nona muda nya itu.


"Lalu kenapa tidak ada orang?", tanya papa Andrew


Saat mereka berempat kebingungan, terdengar suara yang mengejutkan.


"SURPRISE!!!!!", teriak Sally sambil meloncat ke depan pintu utama sambil merentangkan tangan nya ke atas.


"Sally?!?!", teriak mama Karin


"Ini kamu nak? Sally anak mama???", ucap mama Karin lagi sambil memegang pipi anak nya tersebut lalu memeluk nya


"Iya lah ma, memang anak nya siapa lagi.", ucap Sally sambil mengerucutkan bibir nya tak lama melepaskan pelukan mama nya


"Kamu kok pulang tidak mengabari kita dulu nak?", ucap papa Andrew sambil bergantian memeluk anak nya tersebut


"Aku ingin memberikan surprise Pa.", ucap Sally dan melepaskan pelukan papa nya

__ADS_1


"Seharusnya kamu memberitau terlebih dahulu, jadi kami bisa menjemput mu.", ucap papa Andrew


"Tidak apa-apa pa. Kan aku bisa naik taxi.", ucap Sally


"Kakak, apa kau tidak merindukan ku? Kenapa tidak memeluk ku??", ucap Sally cemberut


"Tentu saja aku sangat merindukan mu Sally, terutama kecerewetan mu itu.", ucap Steven sambil memeluk adik kesayangan nya itu.


"Aku juga merindukan kakak.", ucap Sally.


"Ka Celine. Aku merindukan mu.", ucap Sally yang bergantian memeluk Celine


"Aku juga merindukan mu Sally.", ucap Celine tersenyum


Mereka bahkan hampir saja melupakan keberadaan George dan juga Georgia disana.


"Ah iya ma, pa, George dan Georgia ikut bersama ku.", ucap Sally


George dan Georgia pun memberi salam kepada mereka semua.


"Georgia ini adik nya George ma pa.", ucap Sally lagi.


Setelah perkenalan singkat itu, papa Andrew mengajak mereka semua masuk ke dalam rumah.


Mereka duduk di ruang tamu untuk saling mengobrol satu sama lain.


Sedangkan mama Karin menuju dapur untuk memberi tau bibi untuk memasak makan malam untuk mereka semua.


Cukup lama mereka berbincang-bincang saling melepas rindu hingga waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.


Mama Karin pun mengajak mereka untuk makan mal terlebih dahulu.


Mereka semua pun masuk ke dalam ruang makan untuk makan malam bersama.


Selesai makan malam, papa Andrew mengajak George dan juga Georgia untuk menginap di rumah nya.


Georgia akan tidur bersama Sally, sedangkan George akan tidur di kamar tamu seperti waktu yang lalu.


Selepas makan malam, para anak muda itu memutuskan untuk pergi ke sebuah cafe menggunakan mobil Steven.


Steven duduk di tempat kemudi, George berada di samping nya. Sedangkan ketiga para gadis itu duduk di kursi belakang.


Sesampai nya di sebuah cafe, mereka pun minum kopi sambil bercanda bersama. Bahkan mereka berlima terlihat sangat dekat padahal mereka baru saja bertemu setelah sekian lama, apalagi Georgia yang baru pertama berkunjung kesana. Namun hal itu tidak membuat keadaan menjadi canggung.


Hingga waktu menunjukkan pukul delapan malam, mereka pun memutuskan untuk pulang karena kelelahan.


Steven mengantarkan Celine dulu pulang ke rumah nya karena yang paling dekat setelah meminta ijin kepada yang lain nya.


Sesampainya di depan rumah Celine, ia pun langsung berpamitan kepada yang lain untuk segera turun dari mobil.


Tak berselang lama, Steven pun mengendarai mobil nya menuju rumah nya.


Ketika mereka sampai rumah, mereka langsung masuk ke dalam kamar nya masing-masing untuk membersihkan tubuh mereka dan sesegera mungkin mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah sangat lelah.


🌸🌸🌸🌸🌸


.


.


.


Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Kalau author ada waktu kosong akan update 2 eps sekaligus. Tapi kalau tidak, akan update 1 eps setiap hari nya. Thankyou 😊


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2