
Di tempat lain masih di Hari yang sama hari sabtu, ketik Celine dan Fanny pergi ke mall, Steven sedang berada di perusahaan papa nya. Perusahaan terbesar di negara.
Steven yang sudah selesai gym dan makan siang, sudah mengabari Celine kalau Hari ini ia akan pergi ke perusahaan karena ada urusan.
Karena akan pergi ke perusahaan, Steven menggunakan pakaian yang sesuai untuk ke kantor, walaupun anak dari pemilik perusahaan, namun tetap harus memberikan contoh yang baik.
Steven mengenakan kaos putih & celana jeans panjang dan tak lupa menggunakan jas hitam untuk membuat penampilan nya menjadi formal. Menata rambut nya dengan sangat rapi seperti biasa akan ke sekolah. Memakai sepatu nya. Terlihat perfect.
Setelah selesai semua, Steven menuju ke mobil nya di parkiran. Hari ini ia akan menggunakan mobil kecil nya yang hanya ada dua pintu. Pria tampan menggunakan kendaraan yang mewah, sempurna rasa nya. Steven melajukan mobil nya kurang lebih empat puluh lima menit dan sampai di perusahaan.
Satpam yang sudah mengenali mobil Steven langsung membukakan pintu ketika sampai di lobby
"Selamat siang tuan muda Steven.", sapa pak satpam
"Siang Pak.", balas Steven dengan senyum sambil memberikan kunci mobil nya ke satpam untuk di parkirkan.
Steven masuk ke dalam perusahaan, banyak pasang mata memandangi Steven dari ujung kepala sampai kaki. Semua karyawan sudah mengetahui kalau Steven adalah anak dari pemilik perusahaan ini. Sehingga mereka pun juga tidak berani untuk macem-macem. Mereka semua menundukkan badan ketika Steven berjalan menuju lift khusus untuk para CEO.
"Astagahhh... Ganteng banget tuan muda Steven ya!!", salah satu karyawan bicara dengan teman nya
"Iyaaa!!!! walaupun masih muda, tapi aura nya itu loh.", balas karyawan lain
"Huss udah udah!", kata karyawan yang lain
Tak berapa lama, datang lah seorang laki-laki dan seorang anak perempuan memasuki lobby.
__ADS_1
"Silahkan pak, ada yang bisa di bantu?", tanya resepsionis
"Permisi saya mencari Pak Andrew.", kata laki-laki itu.
"Apa sudah ada janji sebelumnya pak?", tanya resepsionis
"Sudah.", jawab laki-laki paruh baya itu
"Dengan bapak siapa mohon maaf?", tanya resepsionis
"Dengan bapak Gunawan.", jawab laki-laki paruh baya bernama Gunawan.
Di tunggu sebentar ya pak, saya coba konfirmasi terlebih dahulu.", jawab resepsionis
"Pak Gunawan sudah di tunggu di ruangan Pak Andrew. Nanti akan di antarkan oleh teman saya. Terima kasih pak.", kata resepsionis
"Baik, terima kasih.", jawab pak Gunawan
Pak Gunawan dan anak nya mengikuti laki-laki yang mengarahkan ke ruangan Pak Andrew.
Setelah sampai dan mengetuk pintu, Pak Gunawan dan anak nya di persilahkan untuk masuk.
Di dalam ruangan Pak Andrew sudah ada Steven yang duduk di sofa sambil membaca-baca dokumen yang baru di berikan oleh papa nya papa Andrew.
Ketika pintu di buka, Steven hanya melirik sedikit dan melanjutkan membaca dokumen.
__ADS_1
"Selamat siang Pak Andrew. Apa kabar?", kata pak Gunawan sambil mendekati pak Andrew untuk berjabat tangan
Pak Andrew yang duduk di kursi kebesarannya bangun dan menghampiri pak Gunawan.
"Baik pak Gunawan.", jawab pak Andrew
"Steven kemarilah.", panggil pak Andrew
Steven mendekat ke papa nya
"Perkenalan ini Steven anak pertama saya. Steven, ini Pak Gunawan teman papa.", kata Pak Andrew memperkenalkan di susul dengan jabatan tangan
"Selamat siang, saya Steven pak. Senang berkenalan dengan bapak.", jawab Steven.
"Selamat siang Steven. Perkenalkan ini anak saya Mona.", kata pak Gunawan
"Hallo, saya Mona.", kata Mona sambil berjabat tangan dengan Steven dan Pak Andrew.
Setelah berkenalan, Steven kembali ke sofa, papa kembali ke tempat duduk nya dan di susul pak Gunawan duduk di hadapan papa. Akan ada kerjasama antara perusahaan mereka. Sedangkan Mona duduk di sofa lain yang ada di ruangan itu.
Mona baru kelas 1 SMA, yang berarti dua tahun di bawah Steven, setara dengan Sally adik Steven. Mona terlihat cantik. Mona yang duduk di sofa senyum-senyum memperhatikan Steven yang ada di sofa lain yang sedang membaca dokumen di atas meja. Bahkan Mona pun diam-diam memfoto Steven dari tempat duduk nya sekarang.
Steven yang menyadari hal itu sebetulnya agak terganggu. Namun ia tidak berani menegur, karena papa nya dan Pak Gunawan sedang ada pembicaraan yang serius tentang kerja sama perusahaan nya. Steven hanya diam saja dan tetap membaca berkas-berkas di meja tanpa memperdulikan keberadaan Mona.
...............
__ADS_1