
Air mata Celine semakin deras di buat nya. Rasa nya sudah cukup selama satu tahun ini ia meratapi kesedihan nya. Mungkin ini sudah waktu nya ia bangkit lagi dan kembali menjadi Celine yang dulu, yang penuh dengan keceriaan yang selalu di tunggu tunggu oleh keluarga nya.
Fanny menghapus air mata di pipi Celine.
"Sudah jangan menangis lagi. Aku sangat menyayangi mu.", ucap Fanny
Celine pun menghapus sisa air mata di ujung mata nya. Dan menampilkan sedikit senyuman nya yang telah lama hilang.
Ia akan berusaha untuk kembali menjadi diri nya sendiri dan tidak mau terlalu lama larut dalam kesedihan nya karena hal itu juga sangat tidak baik untuk kesehatan nya.
Bahkan sekarang tubuh nya juga terlihat semakin kurus karena sudah jarang makan dan tak terawat.
Ia sudah bertekad dalam hati nya untuk menjadi lebih baik lagi.
"Terima kasih Fan. Kamu memang sahabat terbaik ku.", ucap Celine tersenyum lirih
*****
Hari demi hari sekarang di lalui Celine dengan lebih baik. Bukan dengan melupakan Steven, namun lebih merelakan. Hati nya harus ikhlas. Bukan berarti ia stop hanya sampai disitu dan menyerah.
Ia hanya tak mau membuat keluarga nya lebih bersedih melihat keadaan nya seperti waktu itu. Bahkan ia makan hanya satu kali dalam sehari.
Mama Gladys dan papa Thomas pun sudah bingung harus seperti apa. Bahkan kesedihan nya saat ini melebihi rasa sakit hati nya bertahun tahun yang lalu.
Ka Axel pun sungguh tak tega dengan adik kesayangan nya itu. Ia pun masih mencari keberadaan Steven dan keluarga nya tanpa sepengetahuan Celine.
Ka Axel pun bekerja sama dengan Danny dan Rico, sahabat Steven, untuk sama sama mencari Steven.
Seperti hari itu, dimana pagi pagi Celine sudah terlihat rapi dengan pakaian nya dengan wajah yang lebih baik tentu nya.
Ia sudah mandi dan bersiap untuk pergi ke kampus nya. Sedangkan Sally sudah tidak ada di rumah karena ia harus berangkat pagi untuk ke sekolah.
Celine turun menuju ruang makan, di sapa nya lah mama, papa dan kakak nya itu.
"Pagi ma, pa, ka Axel.", ucap Celine tersenyum
Mereka bertiga yang melihat perubahan di rawut wajah Celine pun bingung.
"Ma, pa, ka, kenapa melihat ku seperti itu?", tanya Celine lagi yang sudah mendudukan tubuh nya di kursi
"Pa..Pagi sayang.", jawab Mama Gladys dengan senyum yang merekah melihat anak nya bisa tersenyum lagi
"Pagi nak. Anak papa tumben sudah rapi dan cantik seperti ini.", ucap papa Thomas
"Iya ma, pa, hari ini aku ada jadwal kuliah pagi, maka nya aku sudah bersiap siap.", ucap Celine lagi
Ka Axel merasa sedikit lega karena adik nya sudah mulai bisa merelakan dan mengikhlas kan kejadian tersebut dan melihat adik nya bisa tersenyum lagi.
"Nanti kamu pulang jam berapa sayang? Nanti sore kita ke mall yuk jalan jalan sama Sally juga.", ajak mama Gladys berusaha untuk membuat anak nya senang
"Ehm.. boleh juga ma. Nanti sepulang kuliah aku langsung pulang.", ucap Celine sambil mengunyah makanan nya.
Mama Gladys sangat senang melihat perubahan anak gadis nya tersebut. Ia sangat merindukan anak gadis nya itu.
Mereka sarapan dengan di selingi obrolan ringan. Rasa nya sudah lama mereka tidak melakukan ritual pagi itu.
"Ka Axel, bagaimana hubungan kakak dengan Fanny?", tanya Celine di tengah makan nya
Axel yang mendengar pertanyaan Celine pun langsung tersedak.
"Ini ka minum nya, kenapa sudah besar masih tersedak begitu ka saat makan?", ucap Celine sambil menyodorkan segelas air ke kakak nya
Ka Axel mengambil segelas air yang di berikan oleh Celine dan segera meminum nya.
__ADS_1
"Maaf.", ucap Ka Axel karena sudah menggangu acara makan itu
Namun ka Axel tak berniat menjawab pertanyaan dari Celine tersebut, ia malah melanjutkan makan nya yang tertunda dan sesegera mungkin di habiskan nya makanan nya itu agar terhindar dari pertanyaan adik nya itu yang di rasa sungguh konyol.
Namun lagi lagi Celine berusaha menahan kakak nya tersebut.
"Kakak kenapa terburu buru sekali makan nya?? Apa kakak sedang ada urusan penting?", tanya Celine lagi yang sudah mulai cerewet
Di satu sisi mama, papa dan kakak nya itu merasa senang, melihat kecerewetan Celine yang sudah kembali, namun seperti nya ka Axel tidak ingin terkena imbas nya.
"Iya dek, kakak harus bertemu dengan dosen pembimbingung untuk melanjutkan tugas skripsi kakak.", ucap Ka Axel sambil meminum habis air yang ada di gelas nya.
"Ma, pa, Axel pergi dulu ya.", ucap Ka Axel untuk menghindari pertanyaan adik nya lagi.
"Iya sayang hati hati ya.", ucap mama Gladys
"Iya nak, jangan lupa setelah selesai langsung ke perusahaan ya.", ucap papa Thomas
Ka Axel pun mengangguk sebagai jawaban nya
"Dek, kakak pergi dulu ya. Bye.", ucap Ka Axel pada adik nya itu sambil mengacak acak rambut adik nya itu
"Kakak.... kenapa mengacak-acak rambut ku?? Lihat lah jadi berantakan lagi.", ucap Celine sambil merapikan rambut nya.
Namun ka Axel hanya tertawa dan segera pergi dari ruang makan tersebut.
"Ma, apa aku boleh mengajak Fanny nanti?", tanya Celine
"Boleh sayang ajak saja. Suruh dia ke rumah nanti kita pergi sama-sama.", ucap mama Gladys dan Celine pun mengangguk
"Bagaimana kuliah mu nak?", tanya papa Thomas bergantian karena rasa nya sudah lama menanti obrolan seperti ini lagi
"Baik pa. Aku bisa mengikuti nya dengan baik.", ucap Celine
"Bagus lah. Kalau ada apa-apa kamu bilang sama papa atau ka Axel.", ucap papa Thomas
Setelah sarapan bersama dan berpamitan dengan orang tua nya, Celine langsung menuju kampus nya karena ada kelas pagi.
Celine sekarang sudah mengendarai mobil nya sendiri semenjak kuliah. Karena ia akan di sibukkan dengan urusan kuliah nya dan sangat tidak memungkinkan untuk ka Axel menjemput nya.
Awal nya papa Thomas menyuruh Celine untuk tetap memakai supir pribadi nya, namun Celine menolak. Karena ia tidak ingin merepotkan dan lagi pula ia sudah cukup dewasa untuk bisa mengendarai mobil nya sendiri. Sehingga papa Thomas pun tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Celine melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Butuh kurang lebih tiga puluh menit untuk sampai di kampus nya. Ia segera memarkirkan mobil nya di parkiran kampus.
Celine turun dari mobil nya dan segera menuju kelas nya. Ia membawa beberapa buku dan juga laptop nya di tangan nya.
Saat hendak masuk ke dalam kelas nya, sekilas ia melihat bayangan Steven di ujung lorong sana, namun ia tidak melihat jelas wajah nya.
"Apa itu Steven?", gumam Celine
Namun ia segera menampik hal itu, karena tidak mungkin sekarang Steven berada di kampus nya. Bahkan sampai saat ini Steven belum juga di temukan keberadaan nya.
Celine lebih memilih untuk mengabaikan hal itu dan segera masuk ke dalam kelas nya.
Namun selama pelajaran, bukan nya konsen dengan pelajaran, justru Celine memikirkan laki laki tadi. Apa benar dia Steven atau hanya orang yang mirip dengan nya.
Lima belas menit sebelum jam istirahat, ia mengirim pesan kepada Fanny.
"Fan, apa kamu ada jadwal kuliah hari ini?" ~ Celine
"Aku ada kelas habis ini Cel. Ada apa?" ~ Fanny
"Aku juga sedang ada kelas, bisa kah kita bertemu dulu sebentar sebelum kamu kelas?" ~ Celine
__ADS_1
"Oke, aku akan ke kampus sekarang." ~ Fanny
"Oke hati hati Fan." ~ Celine
Fanny pun langsung bersiap dan segera pergi ke kampus untuk bertemu dengan sahabat nya itu.
Setelah lima belas menit, kelas Celine pun di bubarkan. Celine langsung mengemasi buku buku dan laptop nya dan segera keluar dari kelas nya.
Namun sebelum nya ia berbicara sebentar dengan dosen nya untuk menanyakan beberapa tugas yang di berikan dan juga ingin menanyakan hal yang belum ia mengerti.
Ya, Celine memang pandai, apabila ada yang ia tidak mengerti ia akan langsung menanyakan nya kepada dosen atau pun guru sehingga ia dapat memahami nya secara langsung.
Setelah mendengar penjelasan dari dosen selama kurang lebih sepuluh menit, ia pun pamit dengan dosen nya.
Ia hendak pergi ke kantin untuk bertemu dengan Fanny, namun saat ia keluar kelas lagi lagi ia melihat laki laki yang mirip dengan Steven di ujung lorong itu lagi.
Ia ingin menghampiri laki laki itu, namun ada yang menarik tangan nya. Seketika Celine pun menengok, ternyata itu adalah Fanny
"Eh Fan, kamu mengagetkan ku saja.", ucap Celine sambil mengalihkan pandangan nya ke arah ujung lorong tadi, namun ia tidak melihat siapapun disana.
"Maaf maaf. Kamu melihat apa Cel?", tanya Fanny
"Ah... tidak tidak. Aku tidak melihat apa apa.", ucap Celine
"Ayo kita ke kantin.", ucap Celine sambil menggandeng lengan Fanny untuk segera ke kantin.
Setelah sampai di kantin, mereka berdua pun memesan makanan untuk makan siang lalu mencari tempat duduk untuk mereka berdua duduk.
"Oh ya Fan, kamu kelas sampai jam berapa?", tanya Celine sambil duduk dan meletakkan barang bawaan nya di kursi di sebelah nya
"Aku kelas sampai jam empat Cel. Ada apa?", tanya Fanny
"Mama tadi mengajak ku untuk pergi ke ma bersama Sally juga. Maka nya aku mau mengajak mu sekalian.", ucap Celine
"Tidak usah Cel, aku tidak enak dengan mama mu. Aku sudah banyak menyusahkan mama mu.", ucap Fanny
"Tidak apa apa Fan. Ayo lah ikut dengan ku.", ucap Celine lagi sambil menarik narik tangan Fanny
"Baiklah baiklah aku ikut.", ucap Fanny
"Yeay. Nanti setelah dari kampus kamu langsung ke rumah ku ya. Atau aku menunggu kamu saja di kampus. Sekalian aku ngopi sebentar di cafe A dekat kampus.", ucap Celine
"Tidak usah. Kamu pulang saja. Nanti aku akan langsung ke rumah mu.", ucap Fanny
"Gapapa, aku nanti selesai kelas jam setengah tiga. Aku tunggu kamu di cafe aja ya. Nanti kamu langsung kesana.", ucap Celine
"Oh ya jangan lupa juga kamu kabari mama kamu dulu kalau kamu pulang malam. Takut nya nanti mama kamu nyariin kamu.", tambah Celine
Fanny pun mengangguk tanda mengerti.
Mereka pun makan siang dengan di iringi canda tawa. Sudah lama Fanny tak melihat tawa dari wajah Celine. Selama setahun ini ia hanya melihat kesedihan di wajah Celine. Namun hari ini ia sangat bahagia melihat sahabat nya itu bisa tertawa kembali.
πΈπΈπΈπΈπΈ
.
.
.
Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Itu sangat membantu ku untuk lebih rajin up new eps. Thankyou and happy reading ππ
.
__ADS_1
.
.