
Di Bandara Soekarno Hatta
Steven, mama Karin dan papa Andrew terlihat menunggu di ruang tunggu menunggu boarding.
Mereka menggunakan baju santai, karena pada bulan itu di London sedang musim panas.
Steven dan kedua orang tua nya mengobrol tentang kuliah nya nanti disana. Steven sengaja tidak menghubungi Celine karena tau saat itu sudah tengah malam.
Perjalanan udara yang akan di tempuh adalah kurang lebih tujuh belas hinggal delapan belas jam. Karena harus transit terlebih dahulu.
Pesawat yang di tumpangi oleh Steven dan kedua orang tua nya berangkat pukul dua belas lewat empat puluh menit dini hari dari bandara International Soekarno-Hatta menuju Dubai International Airport untuk melakukan transit.
Dari Jakarta menuju Dubai butuh waktu sekitar tujuh jam lima puluh menit. Mereka akan tiba di Dubai sekitar pukul lima lewat tiga puluh pagi waktu Dubai.
Lalu mereka akan transit selama dua jam lima belas menit dan akan melanjutkan perjalanan dari Dubai menuju London yang menempuh waktu selama tujuh jam empat puluh menit. Dan perkiraan akan tiba di Heathrow, London pukul setengah satu siang waktu London.
Steven beserta mama dan papa sudah masuk ke dalam pesawat dengan menaiki Business Class agar mereka mendapat kenyamanan selama penerbangan yang membutuhkan waktu cukup lama.
Steven melihat ponsel nya, namun ia hanya melihat lihat foto di galeri nya bersama Celine. Rasa nya ia sudah merindukan pacar nya tersebut.
Saat Kapten yang menjadi Pilot di pesawat tersebut memberi pengumuman akan segera take off, Steven pun mengubah mode di ponsel nya menjadi airplane mode.
Selama perjalanan, Steven dan kedua orang tua nya pun memilih untuk tidur karena waktu pun sudah malam. Perjalanan yang menempuh waktu tujuh jam lebih pun terbilang lancar sampai di tujuan yaitu Dubai International Airport pada pagi hari.
Mereka pun keluar dari pesawat, karena mempunyai waktu kurang lebih dua jam, mereka pun memilih untuk berputar sebentar sekaligus mereganggkan tubuh mereka yang rasa nya lelah.
Steven dan kedua orang tua nya mencari sarapan karena mereka belum sarapan.
Setelah selesai sarapan, mereka hendak memasuki pesawat lagi karena akan melakukan penerbangan menuju London.
Pesawat di perkirakan akan lepas landas sekitar pukul tujuh lewat empat puluh lima menit.
Steven beserta mama dan papa sudah masuk ke dalam pesawat lagi. Tak berapa lama Kapten pun memberi informasi bahwa ada sedikit kendala pada pesawat sebentar yang membuat jadwal penerbangan agak mundur.
Para penumpang pun tetap berada di dalam pesawat sambil menunggu informasi selanjutnya. Para pramugari dan pramugara pun menenangkan para penumpang.
Setelah kurang lebih menunggu lima belas menit, Kapten pun memberi informasi bahwa pesawat sudah di perbaiki. Para penumpang pun sudah menempati tempat duduk mereka masing-masing.
Karena perjalanan cukup jauh, Steven pun memutuskan untuk menonton film yang tersedia di dalam pesawat tersebut.
Perjalanan sudah menempuh kurang lebih satu jam lama nya, namun tiba-tiba pesawat pun seperti terguncang. Para penumpang pun seketika terkejut.
Kapten pun memberi informasi bahwa pesawat hanya melewati gumpalan awan, sehingga tidak ada yang perlu di khawatir kan. Penumpang pun merasa lega mendengar nya.
__ADS_1
Setelah sepuluh menit, pesawat pun kembali normal seperti sebelumnya. Namun tak berselang lama, pesawat pun kembali terguncang. Namun karena tadi Kapten memberi tau mungkin hanya sekedar gumpalan awan, mereka pun masih santai saja.
Sampai ketiga kali nya hal itu terjadi, penumpang sudah mulai panik. Apa benar mereka sedang menembus gumpalan awan, atau memang ada kendala teknis pada pesawat.
Steven dan kedua orang tua nya pun terlihat panik. Mereka memposisikan kursi mereka seperti semula dan segera memasang seat belt.
Dalam hati mereka hanya terus mengucapkan doa agar tidak ada masalah yang serius dan mereka bisa tiba di London dengan Selamat.
Terdengar suara informasi dari Kapten yang mengatakan agar para penumpak memposisikan kursi mereka seperti semula dan segera memasang seat belt.
Steven yang awal nya masih biasa saja sekarang sudah terlihat sangat panik. Ia terus saja memegang pegangan kursi yang ada di kursi nya.
Mama dan papa nya pun sudah sangat panik, mereka saling memeluk untuk menenangkan diri.
Dalam pikiran Steven hanya ada Celine. Ia terus berharap supaya ia bisa tetap hidup dan bertemu Celine. Karena keadaan sudah semakin tidak membaik.
Para pramugari maupun pramugara pun sudah menempati kursi nya masing-masing dan mengenakan seat belt mereka karena pesawat mulai bergoyang cukup keras.
Steven mengintip ke arah jendela yang kebetulan persis di samping nya. Terlihat Nan jauh di bawah sana hanya terlihat laut yang biru. Pikiran nya mulai kacau kemana-mana.
Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang cukup kencang dan terdengar oleh penumpang. Seketika semua penumpang berbicara satu sama lain dan panik. Para pramugari dan pramugara pun bingung apa yang terjadi dengan pesawat yang mereka tumpangi. Namun mereka berusaha semampu mereka untuk menenangkan para penumpang.
"Pa, ma. Suara apa itu tadi? Kenapa perasaan ku jadi tidak enak ma, pa.", ucap Steven panik.
"Papa juga tidak tau ma. Kita berdoa saja supaya tidak terjadi hal yang buruk.", ucap papa Andrew menenangkan.
Namun mama Karin masih tak berhenti menangis. Ia sangat takut dengan kejadian seperti yang terjadi sekarang.
Steven mencoba untuk menanyakan keadaan ini kepada pramugari. Namun pramugari itu menyuruh nya untuk tetap duduk di tempat nya dan memasang sabuk pengaman.
Steven pun kembali ke tempat duduk nya tanpa mendapat jawaban. Hati nya mulai tak karuan.
Papa Andrew pun mencoba menghampiri pramugari itu. Dan menanyakan apa yang terjadi. Namun lagi lagi pramugari itu tak memberi jawaban.
Namun papa Andrew masih bersih keras untuk menanyakan apa yang terjadi. Ia pun menghampiri pintu pembatas antara penumpang dan ruangan pilot. Ia mengetuk pintu itu dengan keras.
"Kapten, ada apa ini? Tolong beri tau kami.", ucap papa Andrew di balik pintu.
Namun papa Andrew tidak mendapat jawaban. Ia terus mengetuk pintu itu dengan keras.
Papa Andrew pun sambil berpengangan karena pesawat tersebut berguncang sangat hebat.
"Tuan, lebih baik tuan kembali ke kursi anda. Saya akan menanyakan kepada Kapten.", ucap salah satu pramugari
__ADS_1
Akhirnya papa Andrew pun kembali ke kursi nya yang masih berpengangan dari kursi ke kursi yang lain. Hingga sampai di tempat duduk nya.
"Bagaimana pa? Apa yang terjadi?", tanya mama Karin yang masih ketakutan dan berderai air mata
"Papa juga belum tau ma. Tadi tidak ada jawaban dari pilot nya.", ucap papa Andrew
Tak berapa lama ada pengumuman dari Kapten pesawat tersebut yang mengatakan bahwa ada kesalahan teknisi pada bagian sayap pesawat.
Kapten pun memberi tau kalau mereka akan mengadakan pendaratan darurat di laut. Kapten juga sudah memberikan titik kordinat kepada pihak pusat untuk segera memberi bantuan secepatnya.
Namun hubungan antara pesawat dan pihak pusat tidak terlalu lancar karena jarak yang sangat jauh dan juga mereka ada di tengah tengah laut.
Para penumpang sudah terlihat sangat panik, apalagi bagi mereka yang berjauhan dengan keluarga. Pikiran sudah kemana-mana. Takut kalau mereka tidak selamat saat pendaratan berlangsung.
Kapten yang memimpin pesawat pun memberi informasi agar para penumpang dan awak kabin segera memakai pelampung keselamatan karena mereka akan mendarat di laut lepas.
Tak berapa lama, tiba-tiba salah satu mesin pesawat mati mendadak dan membuat bunyi yang sangat kencang. Guncangan pesawat pun juga semakin kencang.
Kapten memberi tau bahwa mereka akan segera mendarat secepat mungkin karena mesin dan juga sayap pesawat sudah mati.
Para penumpang tak henti untuk berdoa dan menangis karena takut dengan hidup dan mati.
Pesawat pun sudah tidak dapat di kendalikan lagi. Tiba-tiba semua mesin mati. Pesawat sudah menuju ke laut lepas dengan kecepatan tinggi karena mesin sudah tidak berfungsi lagi.
Ada salah satu mesin yang tiba-tiba meledak dan menimbulkan api. Para penumpang sudah panik tak karuan. Sudah membayangkan kalau mereka pasti akan mati di tengah tengah laut lepas.
Pesawat sudah makin berguncang dan turun dengan sangat cepat dan langsung masuk ke dalam laut.
Pesawat pun lama kelamaan tenggelam ke dalam laut hingga badan kapal pun tak terlihat.
πΈπΈπΈπΈπΈ
.
.
.
Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Thankyou ππ
.
.
__ADS_1
.