
Hari berganti hari, tiba waktu nya angkatan kelas sepuluh dan sebelas melakukan ujian akhir untuk kenaikan kelas.
Celine dan teman-teman nya mempersiapkan persiapan ujian dengan matang, bahkan mereka sering belajar bersama. Apabila ada yang tidak mengerti akan saling membantu.
Steven tak henti nya memberikan dukungan untuk Celine. Sama hal nya dengan Steven kemarin yang tidak bertemu dengan Celine ketika ujian, kali ini Celine pun demikian. Steven tidak mau sampai mengganggu pacar nya ketika ujian.
Celine belajar dengan sungguh-sungguh karena ia tidak ingin mengecewakan mama dan papa nya. Ia memang anak yang pintar, namun itu tidak membuat nya untuk bersantai-santai.
Kedua orang tua Celine pun juga tidak pernah memaksakan Celine untuk menjadi juara kelas apalagi juara umum, yang terpenting adalah Celine berusaha dan melakukan nya dengan sebaiknya.
Lagipula apa guna nya nilai akademik tinggi bila perilaku nya tidak baik? Semua nya harus berjalan dengan seimbang bukan? hehehe π
*****
Sedangkan untuk angkatan kelas dua belas yaitu angkatan Steven, mereka sedang mempersiapkan acara perpisahan kelulusan dari sekolah mereka.
Akan diadakan acara Promnight yang akan diadakan di salah satu hotel ternama yang ada di Jakarta.
Sebelumnya sesama guru kelas dua belas dan OSIS kelas dua belas saling mengadakan rapat untuk menentukan siapa yang akan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan acara dan memilih guru maupun siswa siswi pada setiap divisi, dan mengatur setiap divisi nya agar terstruktur dengan baik.
Persiapan demi persiapan dilakukan. Dari mulai mem-booking aula hotel yang akan di tempati untuk acara, mengatur makanan apa saja yang akan di hidangkan, menyusun rencana acara mulai dari awal hingga akhir dan acara apa saja yang akan di laksanakan.
Acara Promnight akan diselenggarakan ketika ujian sekolah kelas sepuluh dan sebelas selesai dilaksanakan. Sehingga para guru-guru pun bisa ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.
Kebetulan Steven saat itu di tunjuk sebagai pencari donasi atau donatur yang ingin menyumbang dalam acara tersebut.
Karena memang Steven anak seorang pembisnis terkenal di Indonesia, sehingga sangat lah mudah untuk mencari para donatur yang ingin menyumbang dana agar lebih meriah lagi.
Walaupun sebenarnya tanpa adanya donatur pun para murid dan sekolah pun mampu untuk menyelenggarakan acara tersebut.
Tapi acara yang diadakan oleh sekolah bukan lah hanya Promnight , namun ada acara sosial untuk membantu para anak yatim piatu yang sudah tidak punya orang tua, yang harus tetap sekolah untuk melanjutkan masa depan mereka.
Bahkan sekolah pun sudah punya satu yayasan yang menampung anak yatim piatu dan mendirikan sekolah kecil untuk mereka bersekolah.
Hal ini sudah di lakukan turun temurun dari generasi ketiga sekolah ini didirikan, karena ingin membantu dan mengembangkan pendidikan di Indonesia, agar setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak.
Pencarian donasi ini dimaksudkan untuk menyumbang ke sekolah yang sudah didirikan itu, dan untuk pembangunan dan kesejahteraan sekolah dan yayasan yatim piatu lebih baik lagi.
*****
__ADS_1
Hari ujian akhir sekolah pun di mulai, Celine dan teman-teman nya sudah mempersiapkan diri dengan baik.
Setiap soal yang di berikan dapat dijawab dengan baik.
Apabila kita sudah berusaha belajar dan berdoa dengan baik, usaha tidak mungkin mengkhianati hasil. Asal kita berusaha dengan sungguh-sungguh.
Dari hari pertama hingga hari terakhir ujian sekolah dapat dilalui dengan baik. Walaupun masih saja kedapatan anak yang masih saja berusaha untuk menyontek. Sungguh lah tindakan yang tidak baik dan sangat memalukan.
Celine dan teman-teman nya yang kala itu sudah menyelesaikan semua ujian mereka dengan baik, mereka pun berkumpul di halaman sekolah.
Mereka memutuskan untuk pergi ke suatu cafe yang ada di dekat sekolah untuk merayakan selesai nya ujian kenaikan kelas, tinggal berdoa dan menunggu pengumuman.
Mereka memesan minuman dan makanan karena bertepatan dengan jam makan siang.
"Guys, aku legaaa banget akhir nya kita bisa selesaikan ujian kita, dan tahun depan kita kelas dua belas.", ucap Linda dengan senang nya.
"Iya aku juga ga nyangka akan secepat ini.", ucap Dion
"Rasa nya baru kemarin kita bertemu dan menjadi teman, sekarang kita udah mau kelas dua belas aja.", ucap Fanny
"Iya, waktu berjalan sangat cepat.", ucap Jacob
"Aku harap, kita bisa terus sama-sama ya sampai nanti kita jadi kakek nenek.", ucap Celine tersenyum
"Iya kamu benar Fanny. Aku ga bisa bayangin kalau nanti kita sudah jadi kakek nenek. Seperti apa wajah kita nanti ya?", ucap Dion tertawa
"Aku yakin wajah mu pasti keriput dan mata mu sangat layu. Dan sudah pasti rambut mu putih semua.", ucap Linda tertawa
"Sudah gitu, gigi nya ompong pula, lengkap sudah.", tambah Jacob yang tak kuasa menahan tawa nya
"Hei kenapa jadi hanya aku? Kalian juga akan seperti itu.", ucap Dion yang akhirnya mereka tertawa bersama.
Mereka meminum dan makan dengan diselingi dengan canda tawa.
"Tahun depan kita kelas dua belas, setelah nya kalian akan melanjutkan kuliah kemana?", tanya Celine
"Aku mungkin akan mendaftar di universitas negeri di Jakarta deh. Aku ingin ambil jurusan kedokteran.", jawab Fanny
"Kalau aku seperti nya ingin ambil jurusan sastra bahasa deh. Karena aku suka sekali belajar bahasa asing.", ucap Linda
__ADS_1
"Kalau aku seperti nya akan ambil jurusan bisnis untuk meneruskan usaha keluarga ku.", ucap Jacob.
"Aku juga sama dengan Jacob. Aku ingin jadi pembisnis yang kaya raya. Hahaha.", ucap Dion
"Kamu mau jadi pembisnis apa memang Dion?", tanya Linda meledek
"Entah lah, aku lihat nanti. Belum terpikir oleh ku. Yang pasti aku ingin menikah muda.", ucap Dion dengan bangga nya
"Nikah muda? Punya Pacar saja tidak kamu Dion. Sok sok mau nikah muda lagi.", ucap Fanny
"Yah nama nya juga rencana dan impian, kalau nanti nya tidak begitu aku juga tak tau.", ucap Dion tertawa getir sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.
"Kalau kamu mau melanjutkan dimana Cel?", tanya Jacob
Sejenak Celine terdiam dan berpikir, kelak ia akan melanjutkan study nya kemana. Akan kah ia melanjutkan study nya di Indonesia, atau ikut dengan Steven ke Inggris.
"Aku belum tau Jacob, aku masih bingung.", jawab Celine sambil memakan makanan nya.
"Memang kamu mau ambil jurusan apa cel?", tanya Jacob lagi
"Aku sebetulnya ingin mengambil jurusan teknik sipil.", ucap Celine
"Wow. Itu jurusan yang cukup sulit, bahkan kebanyakan peminat nya adalah laki-laki. Kenapa kamu mau jurusan itu?", tanya Dion
"Aku suka saja. Aku suka yang berhubungan dengan hitung-hitungan. Tapi aku juga belum memutuskan, karena masih banyak pertimbangan.", ucap Celine
Setelah berbincang-bincang dan bercanda, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing karena waktu pun sudah mulai menjelang sore.
πΈπΈπΈπΈπΈ
.
.
.
Hai teman, jangan lupa like & vote ya. Thankyou π
.
__ADS_1
.
.