Cinta Yang Hilang & Kembali

Cinta Yang Hilang & Kembali
Eps 102. Evakuasi


__ADS_3

Keesokan pagi nya, Celine terbangun lebih dulu. Ia membuka mata nya perlahan menyesuaikan retina mata nya yang terkena sinar matahari yang masuk melalui celah dari gorden.


Hari itu Celine sudah mulai sekolah lagi dan naik ke kelas dua belas.


Namun ketika ia bangun tidur dan membuka mata nya, ia sangat terkejut bahwa ada seseorang yang tertidur di ranjang nya.


Ia melihat siapa yang tidur di samping nya.


"Sally??? bagaimana dia bisa tidur disini? Bukan nya dia sudah pulang ke Australia? Kenapa bisa ada disini? Apa aku sedang bermimpi sekarang??", gumam Celine


Ia pun mencubit kecil tangan nya dan menepuk nepuk pipi nya. Namun itu adalah nyata. Lalu kenapa bisa ada Sally di kamar nya. Itu yang ia tidak tau.


Celine pun membangunkan Sally yang masih tertidur. Terlihat jelas mata nya agak sedikit bengkak.


"Sall, Sally bangun.", ucap Celine samb menggoyangkan bahu Sally


Sally pun mengerjapkan mata nya dan melihat Celine yang ada di samping nya.


"Aku dimana?", tanya Sally bingung sambil mengucek ucek mata nya


"Kamu di rumah ku Sal. Kamu kok bisa disini? Maksud ku kamu kan sedang di Australia, kenapa sekarang ada di Indonesia??", tanya Celine lagi


Seketika Sally mengingat semua nya, kejadian semalam semua nya ia ingat. Tiba-tiba Sally mengeluarkan air mata nya.


"Sally, kamu kenapa menangis ? Ada apa??", tanya Celine lagi


Namun Sally hanya menangis mengingat apa yang terjadi dengan keluarga nya saat in1i.


Belum sempat Sally menjawab, ada yang membuka pintu. Seketika Sally dan Celine pun melihat ke arah pintu.


Mereka melihat mama Gladys masuk dari pintu yang terbuka itu dan menghampiri mereka.


"Mama.", panggil Celine


"Ma, kenapa Sally bisa ada disini ma? Kenapa Sally menangis seperti ini ma?", tanya Celine


Mama tampak bingung harus menjelaskan kepada anak nya seperti apa, karena dari kemarin keluarga nya tidak ada yang memberi tau kabar tersebut.


"Ma, kenapa mama diam ma?", tanya Celine lagi yang sudah kebingungan


Mama Gladys menarik napas nya dengan sangat berat.


Dengan terpaksa mama menceritakan semua nya kepada Celine.


Celine yang mendengar berita tersebut tubuh nya terasa lemas seperti di sambar petir siang hari bolong.


Air mata nya lolos begitu saja dari ujung mata nya.


"Kenapa mama tidak memberi tau Celine ma? Kenapa???", tangis Celine pecah


"Bagaimana keadaan Steven dan orang tua nya sekarang ma? Dimana mereka sekarang ma? Jawab Celine ma.", teriak Celine


Mama hanya bisa menenangkan anak nya tersebut. Ia bingung harus apa melihat dua anak gadis nya tersebut menangis.


Namun tak berapa lama, Celine yang sedang nangis di pelukan mama nya tiba-tiba tak sadar kan diri karena begitu shock.


"Nak, bangun nak. Celine sayang bangun nak.", ucap mama Gladys sambil menepuk nepuk pelan pipi anak nya tersebut.


"Sally, tolong jaga Celine sebentar ya. Tante mau ambil kan minyak angin dan air minum.", ucap mama Gladys dan di jawab anggukan oleh Sally.

__ADS_1


Mama Gladys pun keluar dari kamar dan segera pergi ke dapur untuk mengambil air minum dan juga membawa minyak angin.


Saat mama hendak naik ke lantai atas, papa Thomas dan George pun menyapa dan menanyakan ada apa mama sampai buru buru seperti itu.


"Ma, kenapa buru buru seperti itu?", tanya papa Thomas


"Celine pingsan pa.", ucap mama Gladys lirih


"Apa?? Celine pingsan? Bagaimana bisa???", tanya papa Thomas lagi


"Tadi mama menceritakan semua nya pada Celine pa karena Celine memaksa untuk mama memberi tau.", ucap mama Gladys lagi


Akhir nya mereka bertiga pun naik ke lantai atas.


Saat mau masuk ke kamar Celine, pintu kamar ka Axel pun terbuka


"Ma, pa, ada apa?", tanya Ka Axel


"Celine pingsan nak.", ucap papa Thomas


"Hah? Pingsan?", tanya Ka Axel lagi


Dengan sigap ka Axel langsung masuk ke kamar adik nya tersebut, di lihat nya adik nya itu terbaring di tepi ranjang dan terlihat di ujung mata nya masih ada sisa sisa air mata bekas tadi ia menangis.


Ka Axel pun menghampiri adik nya itu dan duduk di samping nya. Ia mengelus kepala adik nya itu dengan penuh kasihan.


Ka Axel pun mengolesi minyak angin di pelipis Celine dan juga sekitar hidung nya agar ia segera siuman.


Tak berapa lama Celine pun membuka mata nya dengan perlahan. Mengingat hal tersebut membuat nya menangis lagi.


"Ka, dimana Steven dan orang tua nya ka? Dimana mereka ka?", ucap Celine menangis


Sally pun juga tak berhenti menangis mengingat keadaan keluarga nya George pun terus menemani nya dan menghibur nya.


Melihat kejadian tersebut rasa nya tak mungkin bila Celine harus pergi ke sekolah. Apalagi ia terlihat sangat shock.


Mama Gladys pun mengajak mereka untuk sarapan terlebih dahulu setelah mereka lebih tenang.


Ketika sarapan pun kedua gadis itu pandangan nya terlihat kosong, bahkan makanan mereka hanya di aduk aduk tanpa di masukkan ke dalam mulut mereka.


Mereka berdua begitu sangat terpukul.


Ka Axel dan papa Thomas pun berusaha semampu mereka untuk mencari info selanjutnya tentang kecelakaan tersebut.


Untuk sementara Sally akan tinggal di rumah Celine selama masa pencarian dan evakuasi pesawat tersebut.


George pun menghubungi Chloe, teman sekolah Sally untuk meminta ijin kepada pihak sekolah karena keluarga nya belum juga di temukan dari kecelakaan tersebut.


Chloe pun begitu shock mendengar berita dari George. Chloe pun menyampaikan hal serupa kepada pihak sekolah dan mengijinkan Sally untuk sementara waktu tetap di Indonesia untuk menunggu kabar selanjutnya.


George rasa nya tidak tega melihat gadis yang ia cintai itu seperti tidak punya harapan hidup seperti itu. Melihat Sally yang biasa nya sangat ceria, sekarang melihat kondisi nya sangat terpuruk.


Hari demi hari, belum juga ada kabar tentang para penumpang yang di tumpangi pesawat tersebut.


Sally dan juga Celine merasa benar benar sudah tidak ada harapan lagi. Setiap hari mereka hanya melamun.


Hingga setelah lebih dari tiga hari, mereka pun mendapat informasi bahwa banyak penumpang yang sudah di temukan tidak bernyawa.


Mama Gladys terkujur lemas mendengar nya. Bagaimana memberi tau kepada Sally dan Celine. Papa Thomas berusaha menenangkan mama Gladys.

__ADS_1


Sedangkan Axel langsung memeriksa data yang sudah di temukan oleh Tim evakuasi. Apa tertera nama Steven dan orang tua nya.


Setelah memeriksa semua nama penumpang yang terdeteksi, namun ia tidak melihat ada nya nama Steven maupun orang tua nya, yaitu mama Karin dan papa Andrew.


Ka Axel lemas melihat laporan yang ia pegang saat ini. Berarti mereka belum juga ketemu sampai sekarang.


Tapi ada rasa sedikit lega karena kemungkinan juga kalau mereka masih hidup dan selamat dari kecelakaan tersebut.


Masih ada harapan bahwa siapa tau mereka selamat atau ada yang menyelamatkan mereka.


Ka Axel pun pulang menuju rumah nya untuk memberi kabar tersebut kepada keluarga nya.


Ada sedikit rasa lega di hati mereka bahwa ada kemungkinan mereka masih selamat. Tapi tidak menutup kemungkinan juga kalau kalau mungkin mereka sampai di makan ...........


Mereka sungguh tak bisa berpikir jernih saat ini. Terutama Celine dan Sally.


*****


Hingga sudah satu bulan lewat, mereka masih belum mendapat info apakah Steven dan orang tua nya sudah di temukan atau belum.


Celine sudah masuk ke sekolah nya walaupun seperti sudah tidak niat untuk hidup. Ia selalu melamun saat di kelas.


Sebisa mungkin Fanny terus menghibur dan memberi kekuatan kepada Celine, begitu juga dengan teman-teman nya yang lain.


Bahkan pihak sekolah pun sudah mengetahui kabar berita tersebut. Pihak sekolah pun juga begitu shock. Keluarga yang sangat di segani, sekarang tidak tau ada dimana. Entah ada di suatu tempat, atau memang sudah tiada.


Bahkan pihak sekolah pun tidak berani untuk mengirimkan karangan bunga karena pihak evakuasi pun belum menemukan jasad mereka apabila mereka benar sudah meninggal dalam kecelakaan tersebut.


Sedangkan Sally, ia sudah pindah ke Indonesia dan ikut bersekolah di sekolah yang sama dengan Celine. Agar mama Gladys pun lebih mudah mengawasi Sally.


Karena mama Gladys sudah menganggap Sally sebagai anak nya. Sally sudah sendiri sekarang. Bahkan keluarga nya banyak yang tinggal di luar negeri, namun Sally juga memilih untuk tinggal dengan keluarga Celine.


Sedangkan George sudah kembali ke Australia untuk melanjutkan kuliah nya yang sebentar lagi akan selesai.


Setiap hari Celine dan Sally di jemput oleh supir pribadi papa Thomas dan langsung pulang. Bahkan papa Thomas memberi mereka berdua bodyguard tersembunyi untuk memantau mereka berdua takut kalau mereka berdua berbuat macam-macam.


Ka Axel tak henti nya mencari keberadaan Steven dan orang tua nya. Bahkan ia mencari secara langsung ke negara yang berada di sekitar perairan tersebut dimana pesawat tersebut jatuh.


Siapa tau Steven dan orang tua nya di temukan oleh warga sana atau ia sempat berenang dan di temukan oleh kapal asing yang sedang lewat. Yaa... itu harapan nya...


Rasa nya ia sungguh tidak sanggup melihat adik nya seperti itu. Tubuh nya semakin kurus karena tidak mau makan. Bahkan nilai nya banyak yang turun karena tidak konsen dalam belajar padahal ini kelas dua belas yang menentukan mereka lulus dari sekolah atau tidak.


Sebisa mungkin Axel akan mencari Steven untuk mengembalikan senyuman adik nya yang sudah hilang itu.


🌸🌸🌸🌸🌸


.


.


.


Hai teman, jangan lupa like & vote ya. Thankyou 😊😊


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2