Cinta Yang Hilang & Kembali

Cinta Yang Hilang & Kembali
Eps 95. Tanda Pengikat


__ADS_3

Fanny masih saja memikirkan kejadian tadi saat berdansa dengan ka Axel. Ingin sekali terus berlama-lama memandang wajah tampan nya itu.


Namun ia tidak seberani itu, bahkan ia langsung memalingkan wajah nya ke sembarang arah karena malu.


Seperti saat ini, ia masih mencuri-curi pandang memandangi wajah ka Axel yang sangat cool dan pendiam itu.


Tak jarang senyum nya terlukis di wajah cantik nya.


Entah apa ia akan mendapat kesempatan itu lagi memandangi wajah tampan ka Axel.


Ka Axel yang merasa di pandangi oleh Fanny pun melirik.


"Ada apa memandangi ku seperti itu?", tanya Ka Axel


"Ka Axel sungguh tampan.", guman Fanny kecil tapi masih bisa terdengar oleh ka Axel namun masih memandangi wajah ka Axel


"Kamu bicara apa tadi?", tanya Ka Axel lagi namun itu membuyarkan lamunan Fanny yang sedari tadi tak berhenti memandangi ka Axel


"Ahh tidak kak, aku tidak bicara apa-apa ", ucap Fanny tersenyum getir lalu mengarahkan pandangan nya ke sembarang arah


ah sial


kenapa bisa sampai keceplosan seperti itu


sungguh memalukan


apa ka Axel mendengar nya tadi?


ahh aku sungguh malu....


pikiran Fanny


Setelah di rasa waktu sudah cukup malam, mereka pun memutuskan untuk kembali ke villa.


Tak butuh waktu lama, mereka semua pun tertidur dengan sangat lelap. Mungkin efek perjalanan panjang sehingga tubuh mereka lumayan kelelahan.


******


Matahari pagi pun menampakkan diri nya dari ujung Timur. Sedikit demi sedikit cahaya nya membias masuk ke dalam kamar melalui celah gorden yang sedikit terbuka.


Rasa nya sungguh sangat malas untuk bangun dari tempat yang sungguh sangat enggan untuk di tinggali.


Ka Axel yang pertama bangun karena memang ka Axel terbiasa bangun pagi.


Ia pun langsung menuju dapur untuk menyeduh segelas kopi.


Axel pun menuju balkon villa untuk melihat pemandangan yang sungguh menenangkan hati. Menikmati sinar matahari yang menghangatkan tubuh.


Tak berapa lama, ia pun memutuskan untuk membangun kan adik nya.


tok..tok..tok..


"Celine bangun.", panggil ka Axel


Tok..tok..tok..


"Dek, bangun dek. Sudah pagi.", ucap Ka Axel lagi


Namun yang membukakan pintu bukan lah Celine, melainkan Fanny.


Fanny membuka pintu perlahan sambil mengusap kasar wajah nya karena masih mengantuk. Namun ketika melihat ada wajah ka Axel, ia langsung membulatkan mata nya.


"Ka Axel.", ucap Fanny dengan suara khas bangun tidur


"Fan, apa Celine sudah bangun?", tanya Ka Axel


"Belum ka.", jawab Fanny


"Yah sudah segera bangun kan dia ya karena harus bersiap untuk sarapan.", ucap Ka Axel


"Kamu juga cepat lah bersiap.", tambah ka Axel


"Iya ka.", jawab Fanny seraya mengangguk.


"Yah sudah kakak kembali ke kamar.", ucap Ka Axel


Ka Axel pun pergi menuju kamar nya untuk segera mandi dan bersiap untuk sarapan.


Ia pun juga segera membangunkan Steven dan juga George.


Fanny yang baru bangun dan melihat ka Axel di pagi hari, rasa nya membuat mood nya pagi itu serasa meningkat.

__ADS_1


Ia langsung membangunkan Celine dan bergantian untuk mandi.


Sewaktu Fanny mandi, Celine pun membangunkan Sally dan juga Georgia untuk segera bersiap.


Setelah kurang lebih hampir satu jam lama nya mereka semua bersiap, akhir nya pukul delapan pagi mereka sudah ready.


Mereka pun menuju restaurant untuk sarapan bersama.


Celine tak henti nya memberikan senyuman kepada Steven. Rasa nya ia begitu senang dengan liburan kali ini.


Ia bisa banyak menikmati waktu berdua.


Rasa nya tidak ingin cepat kembali dan ingin terus seperti ini.


Setelah sarapan, mereka memutuskan untuk kembali sejenak ke villa untuk bersantai.


Lagi-lagi Steven memanfaatkan waktu nya dengan Celine. Menggunakan waktu nya sebaik mungkin sebelum ia kembali ke Inggris.


Sebelum nya Steven juga sudah meminta ijin kepada ka Axel untuk mengajak Celine memutari resort sebentar sebelum mereka melanjutkan aktivitas mereka.


Celine dan Steven keluar dari villa mereka , Steven mengajak Celine untuk berkeliling resort.


"Sayang, kita mau kemana?", tanya Celine sambil menggelayut di lengan Steven.


"Kita akan berkeliling resort sebentar sebelum kita jalan-jalan nanti.", ucap Steven


Mereka menyusuri pantai yang bersebelahan dengan resort mereka.


"Sayang...", panggil Steven


"Iya, ada apa?", tanya Celine


"Sebentar lagi aku akan ke Inggris..", ucap Steven


Celine diam mendengar kan apa yang akan selanjutnya Steven ucapkan.


"Boleh kah aku memeluk mu sebentar?", tanya Steven dengan wajah penuh harap dan sedih bercampur jadi satu


Celine pun mengangguk.


Mereka berpelukan cukup lama. Celine membenamkan wajah nya di dada bidang Steven. Steven pun mengecup puncuk kepala Celine.


Sebetulnya Celine juga tidak mau di tinggal oleh Steven, namun demi masa depan, ia harus merelakan Steven meraih impian nya.


Celine berusaha menahan air mata nya agar tidak jatuh.


Steven memandangi wajah cantik pacar nya itu, memegang pipi nya.


"Kamu harus janji padaku, kamu jaga diri kamu di sini baik-baik. Jaga hati kamu untuk ku. Ketika aku kembali nanti, aku akan langsung melamar mu.", ucap Steven.


"Kamu yang harus jaga diri selama disana. Jangan macam-macam, karena disana negara bebas, tidak seperti disini.", ucap Celine sambil menahan air mata nya namun masih terselip senyuman tipis


"Aku akan selalu menjaga diri dan hatiku hanya untuk mu.", ucap Steven


"Aku akan kembali secepatnya ke Indonesia, aku akan menyelesaikan kuliah ku secepat mungkin.", tambah Steven.


Celine pun mengangguk.


"Aku akan sangat merindukan mu.", ucap Steven sambil menarik Celine ke dalam pelukan nya lagi.


Celine tak menolak, namun Steven merasa ada yang basah di kaos nya. Ya.. itu air mata Celine yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.


"Aku juga akan sangat merindukan mu. Jaga lah diri mu baik-baik. Aku sangat takut kehilangan mu.", ucap Celine dengan suara lirih dan semakin erat memeluk Steven.


Celine rasa nya sudah tidak tahan menahan kesedihan nya kali ini, dulu ia pernah di khianati. Namun kali ini berbeda, ia akan di tinggal jauh oleh kekasih nya untuk meneruskan pendidikan. Tapi ia tidak lah seegois itu, ia merelakan pacar nya untuk pergi walaupun dengan berat hati.


Celine rasa nya tidak sanggup lagi untuk merasakan sakit hati. Ada juga rasa ketakutan dalam hati nya kalau kalau Steven berbuat macam-macam selama di luar negeri, ataupun memiliki wanita lain selama disana.


Steven melepaskan pelukan nya, ibu jari nya langsung menghapus air mata dari pipi wanita yang ia cintai. Ia berlama-lama memandangi mata Celine yang masih berkaca-kaca.


Sejenak ia mengambil sesuatu dari saku celana nya. Ia membuka kotak merah itu.


Steven berlutut di depan Celine.


Ia membuka kotak kecil merah itu dan menghadapkan kepada Celine


"Mau kah kau menjadi tunangan ku?", tanya Steven


Celine hanya bisa membulatkan mata nya, menutup mulut nya dengan tangan dan terkejut dengan apa yang Steven lakukan saat ini pada nya.


"Ini sebagai tanda pengikat untuk keseriusan ku untuk tetap setia padamu dan akan melamar mu secara resmi nanti ketika aku kembali dari Inggris.", ucap Steven menjelaskan

__ADS_1


Celine tak menjawab iya atau tidak, ia hanya memberikan jari manis nya untuk di kenakan cincin berlian dari Steven sebagai pengikat mereka berdua untuk saling setia sampai waktu nya tiba.


Steven memasukkan cincin berlian itu ke jari manis Celine dan mencium punggung tangan nya.


Mereka kembali berpelukan satu sama lain.


"Terima kasih.", ucap Celine kecil


"Terima kasih sudah mau berjanji untuk tetap ada untuk ku, walaupun kita berpisah jarak dan waktu. Berjanjilah kamu akan selalu baik-baik disana.", ucap Celine


"Aku berjanji dan aku akan membuktikan nya padamu.", ucap Steven


"Kamu lah wanita ketiga yang aku cintai, setelah mama dan Sally.", ucap Steven


"Aku akan menjaga mu sebaik mungkin.", tambah Steven.


Mereka berdua pun melepaskan pelukan mereka.


Ada rasa lega di hati Celine ketika melihat keseriusan Steven dengan memakaikan nya cincin di jari manis nya. Mereka sudah sama-sama berjanji untuk saling setia.


Mereka pun memutuskan untuk kembali ke villa untuk bergabung dengan yang lain nya.


Di sepanjang jalan mereka saling bergandengan tangan seperti tidak ingin melepaskan. Sebisa mungkin mereka menghabiskan waktu dengan canda tawa walaupun dalam hati menangis.


Sesampainya di kamar villa, mereka pun bergabung dengan yang lain nya.


"Celine, kamu dari mana?", tanya Fanny


"Aku tadi abis berkeliling sebentar dengan Steven.", ucap Celine


"Yah sudah ayo kita bersiap, kita akan mengunjungi suatu tempat wisata.", ujar Fanny dan Celine pun mengangguk.


Celine pun kembali ke kamar untuk mengganti pakaian nya dan juga membawa tas nya.


Namun tiba-tiba Sally masuk.


"Ka Celine, kakak dari mana?", tanya Sally


"Aku tadi habis berkeliling resort sebentar dengan Steven. Ada apa Sal?", tanya Celine yang sedang merapikan tas nya.


Namun Sally melihat cincin yang tersemat di jari manis Celine.


Ia langsung menarik tangan Celine


"Wah... Bagus sekali cincin nya ka. Seperti nya aku baru lihat cincin nya.", ucap Sally sambil melihat cincin yang berkilauan itu.


"Apa ini dari ka Steven?", tanya Sally dan Celine pun hanya tersenyum malu menandakan Iya.


"Wah ka Steven memang sangat pintar memilih berlian yang sangat indah. Ka Steven juga pernah memberikan ku dan mama kalung yang seperti kakak pakai sekarang. Kakak hanya akan memberikan nya kepada orang yang sangat ia sayang dan jaga. Jagalah ini baik-baik ka.", ucap Sally tersenyum


Celine hanya bisa mengangguk, namun dalam hati nya bertanya-tanya


apa benar yang dikatakan Sally


bahwa kalung ini sebagai tanda Steven sangat menyayangi orang yang ia sayang?


apa aku pantas mendapat kasih sayang dari nya?


sungguh sangat egois bila aku tidak mengijinkan nya untuk melanjutkan study nya


bahkan dia sudah mengikat ku dengan kalung dan juga cincin ini


Setelah bercakap-cakap sebentar, Sally dan Celine pun keluar kamar untuk berkumpul dengan yang lain nya.


Mereka pun berangkan menggunakan mobil yang sudah mereka sewa untuk pergi ke tempat wisata yang sedang hits.


🌸🌸🌸🌸🌸


.


.


.


Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Thankyou 😊


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2