
"Apa kamu sanggup menjaga hatimu untukku selama tiga tahun?", tanya Steven
Celine hanya terdiam sambil meneteskan air mata nya terus menerus. Perasaan yang sudah muncul untuk Steven, namun sekarang harus berpisah.
Teringat tentang kejadian nya di masa lalu. Ketika John pergi menghilang dan kembali ketika sudah membawa istri dan anak.
Pikiran nya sudah mulai kemana-mana, Celine takut memikirkan semua hal itu.
"Sayang, kamu jangan nangis, lagipula aku tidak pergi sekarang. Kita masih sekolah. Masih banyak waktu untuk kita bersama.", kata Steven menjelaskan
Celine masih terdiam, dia sudah tidak bisa banyak berbicara sekarang. Lelah rasa nya.
Akhir nya mereka pun memutuskan untuk pulang. Steven mengantar Celine ke rumah nya.
Di sepanjang jalan, Celine terus saja diam menatap ke luar jendela di samping nya. Air mata nya terus lolos dari ujung mata nya.
Harus LDR (Long Distance Relationship), selama tiga tahun, beda negara, beda budaya, beda waktu.
Entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sesampainya di rumah Celine, Steven memarkirkan mobil nya di depan gerbang rumah Celine
Steven menggenggam tangan Celine, menghapus air mata di pipi nya, mengelus kepala nya.
"Aku janji, aku akan selalu bersama mu walaupun kita berpisah, aku akan selalu ada untuk mu.", ucap Steven menenangkan Celine
Celine hanya mengangguk, tidak bisa berkata-kata.
Steven pun memeluk dan mencium kening Celine.
Setelah nya Celine masuk ke dalam rumah, mama yang sudah menunggu di ruang tamu merasa bingung
"Ada apa dengan Celine ?", tanya mama Gladys
Steven menjelaskan semua yang terjadi tadi tanpa terkecuali.
Mama Gladys mengerti posisi Steven, sulit rasa nya untuk menjelaskan kepada Celine. Tapi mama Gladys juga mengerti perasaan Celine saat ini bagaimana, betapa sedih nya ia harus berpisah dengan pacar nya. Hal yang tidak mudah
__ADS_1
"Yah sudah, nanti coba tante jelaskan ke Celine. Kamu sebaiknya pulang sudah malam.", ucap mama Gladys
"Iya tante. Steven pamit pulang ya tante.", ucap Steven sambil berlalu.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Di belahan sisi lain, Sally sudah bersiap-siap untuk ke airport. Karena hari ini ia akan pulang ke Indonesia untuk liburan sekolah.
ttriinggg....
"Hai Sally, bisa kita pergi besok? Aku dengar sekolah mu libur besok."
"Ohh sorry George. Hari ini aku pulang ke Indonesia untuk ketemu orang tua ku, sekalian berlibur kesana karena sudah lama. I'm sorry."
"Oh ya? Kamu akan ke Indonesia sekarang? Kamu dimana sekarang?"
"Aku lagi siap-siap, sebentar lagi aku mau ke airport."
"Oke tunggu aku sebentar, aku akan menjemput mu."
"Ah tidak usah George, aku akan merepotkan mu."
Telepon pun di tutup, semenjak dari cafe waktu itu, hubungan Sally dan George semakin baik. Mereka sudah sering chatting dan menanyakan kabar.
Tentu itu hal yang di ingin kan oleh Sally, dekat dengan George. Dan George pun tidak menolak untuk dekat dengan Sally, bahkan sekarang dia yang semakin perhatian.
Setelah tiga puluh menit, akhir nya George sampai di depan apartment Sally.
George pun mengetuk pintu apartment Sally
tok...tok...tok...
Sally membuka pintu
"Hai Sal", kata George
"Hai George. Maaf aku merepotkan mu.", kata Sally
__ADS_1
"No problem. Mana koper kamu? Sini aku bawa turun.", kata George
"Tidak usah. Aku bisa sendiri.", kata Sally sambil menarik koper nya keluar dan tak lupa mengunci pintu apartment nya.
George pun langsung mengambil koper Sally dan membawa nya turun.
Akhir nya George pun mengantar Sally menuju Airport.
"Apa kamu akan lama disana?", tanya George
"Ehm mungkin sekitar dua minggu.", kata Sally
"Cukup lama ya. Apa aku boleh tau alamat mu di Indonesia?", tanya George
"Aku ingin berlibur dulu ke Bali, aku sudah kangen dengan Bali.", kata Sally sambil senyum membayangkan ia sedang berjemur di pantai.
"Asik nya. Oh ya, dan boleh kah kamu mengabari ku ketika sudah sampai di Indonesia?", kata George.
"Oke, aku akan menghubungi mu nanti.", kata Sally
"Kapan kamu akan ke Bali?", tanya George lagi
"Entah, aku belum membeli tiket ke Bali, aku akan berkunjung ke rumah orang tua ku dulu.", ucap Sally
"Oke, tetap lah mengabari ku ya.", ucap George.
Sally pun mengangguk.
Setiba nya di airport, George langsung menurunkan koper milik Sally. Dan tak lupa Sally pun mengucapkan terima kasih kepada George karena sudah mengantar nya ke bandara.
"Aku masuk dulu ya.", kata Sally
"Oke, kamu hati-hati ya. Jangan lupa mengabari ku ya.", ucap George.
Sally pun masuk ke dalam bandara untuk melakukan check-in dan menunggu untuk boarding.
Sally memang anak orang kaya, tapi ia tidak mau menggunakan fasilitas mewah nya itu. Ia ingin mandiri dan menjadi seperti orang biasa pada umum nya.
__ADS_1
Sally pun tak lupa mengabari kedua orang tua nya dan Steven bahwa sebentar lagi ia akan flight menuju Indonesia.
πΈπΈπΈπΈπΈ