Cinta Yang Hilang & Kembali

Cinta Yang Hilang & Kembali
Eps 108. Tunggu


__ADS_3

Mereka bertiga pun mengitari kampus, namun sayang nya hari itu Celine juga tidak melihat ada nya laki laki itu.


Sudah hampir jam satu siang, namun mereka belum menemukan laki laki itu.


Karena hari juga semakin siang, Celine pun memutuskan untuk menyudahi pencarian mereka yang seperti nya tidak menemui titik terang.


Celine pun mengucapkan terima kasih kepada Danny dan Rico yang sudah mau membantu Celine untuk mencari laki laki tersebut walaupun tidak membuahkan hasil.


Setelah Celine pulang, Rico dan Danny pun masih ada di kampus


"Untung saja tidak ketauan. Kalau sampai ketemu bisa kacau.", ucap Danny apda Rico


"Iya. Syukurlah kita masih sempat memberi tau nya.", balas Rico


Setelah percakapan itu, mereka berdua pun pulang.


*****


Celine pun sudah sampai rumah nya siang hari.


Celine pun langsung masuk ke dalam rumah nya dan menuju ruang makan. Ia mencari makanan yang bisa langsung ia makan, karena sudah sangat lapar.


Celine pun melihat di meja makan sudah ada makanan yang tersedia. Tanpa pikir panjang ia pun langsung mengambil nasi dan beberapa lauk pendamping makan nya.


Ia makan dengan sangat lahap nya. Memakan habis setiap makanan yang ada di piring nya. Bahkan ia sampai tak sadar bahwa mama nya sedang berdiri di samping nya.


"Apa anak mama tidak pernah di kasih makan ya?? Sampai tidak menyadari mama dari tadi disini.", ucap mama Gladys tersenyum pada anak nya itu


Mendengar suara mama nya, Celine pun langsung menghentikan acara makan nya dan menengok ke arah mama nya.


"Ehh mama.", ucap Celine terkekeh melihat mama nya


"Mama sudah lama disitu? Ayo makan ma sma Celine. hehe.", ucap Celine lagi


"Yah ampun anak mama tuh ya, kalau sudah kelaparan sampai tidak lihat situasi.", ucap mama Gladys sambil mengusap kepala Celine


Celine hanya tertawa mendengar ucapan mama nya itu.


"Ayo makan ma.", ajak Celine lagi


"Iya sayang.", ucap mama Gladys sambil duduk di kursi samping Celine


Mama Gladys pun mengambil nasi dan beberapa lauk untuk makanan nya.


Mereka berdua pun makan sampai kenyang dengan di selingi obrolan ringan.


Selesai makan, Celine pun pamit untuk ke kamar nya untuk membersihkan tubuh nya.


Sedangkan mama Gladys menuju ruang keluarga untuk menonton tv.


Setelah Celine selesai mandi, Celine pun kembali mencari mama nya ke ruang keluarga dan melihat mama nya sedang menonton tv.


"Ehh anak mama sudah mandi.", ucap mama Gladys


"Iya dong ma.", ucap Celine yang mendudukan diri nya di samping mama nya.


"Anak mama sudah wangi.", ucap mama Gladys sambil mencium rambut anak nya tersebut.


"Oh ya ma. Sudah beberapa hari ini aku melihat ada laki laki yang mirip dengan Steven di kampus ku ma.", ucap Celine sambil menengok ke mama nya


"Maksud mu apa sayang?", tanya mama Gladys terkejut

__ADS_1


"Iya ma. Beberapa hari lalu, aku melihat laki laki yang mirip dengan Steven ma. Tapi setiap aku menghampiri nya, ia sudah hilang.", jelas Celine


"Mungkin itu hanya orang yang mirip dengan Steven sayang.", ucap mama Gladys


"Aku pikir juga begitu ma. Atau mungkin aku halusinasi. Tapi semakin kesini, aku semakin sering melihat laki laki itu ma. Aku juga sempat bertemu dengan ka Danny dan ka Rico. Tapi tetap tidak ketemu ma.", ucap Celine lagi


"Mungkin hanya orang mirip aja sayang. Sudah jangan di pikirin, mama gamau kamu bersedih lagi sayang.", ucap mama Gladys menenangkan.


"Iya ma aku mengerti. Awal nya juga aku sudah merelakan nya ma. Cuma kenapa tiba tiba ada laki laki yang mirip dengan Steven itu. Aku jadi penasaran ma. Apa mungkin Steven dan mama papa nya masih hidup ma???", ucap Celine


"Mama juga tidak tau sayang. Mama juga belum mendapat kabar apa apa lagi. Semoga saja memang Steven dan mama papa nya masih hidup dan sehat di suatu tempat sayang.", ucap mama Gladys


"Iya ma. Aku harap begitu ma. Aku harap Steven dan keluarga nya masih selamat walaupun belum kembali kesini ya ma.", ucap Celine sambil memeluk mama nya itu


"Iya mama harap juga begitu sayang.", ucap mama Gladys membalas pelukan anak nya tersebut.


Mama Gladys merasakan apa yang anak nya rasa kan, merindukan seseorang yang entah dimana bahkan tidak tau masih ada atau sudah meninggal. Tanpa perpisahan sama sekali.


Begitu menyakitkan memang, namun kehidupan harus tetap berjalan.


Setelah mengobrol cukup lama dengan mama nya, Celine pun kembali ke kamar nya. Ia mengerjakan beberapa tugas kuliah nya agar tugas nya tidak menumpuk.


Tak berapa lama, pintu kamar nya pun terbuka. Celine pun menengok ke arah pintu. Di lihat nya lah Sally yang masih berpakaian seragam sekolah baru masuk dari pintu.


"Hai kaa.", ucap Sally


"Haii Sally. Kamu baru pulang?", balas Celine


"Iya ka.", jawab Sally


"Yah sudah cepat mandi sana. Badan mu sangat bau.", ucap Celine sambil berpura Pura menutup hidung nya


"Kakak!!! Aku tidak bau tau. Kakak bohong.", ucap Sally sambil mendekat kepada Celine dan hendak memeluk kakak nya itu.


"Heiii hentikan!! cepat sana mandi. Kau membawa virus ke rumah.", ucap Celine lagi tertawa sambil menghindari dari Sally


"Kakak. Kau jahat. Lihat pembalasan ku nanti.", ucap Sally sambil berlalu masuk ke kamar mandi setelah meletakkan tas nya di atas meja belajar nya.


Celine hanya tertawa melihat kelakuan adik nya tersebut. Ia sangat senang mempunyai adik perempuan seperti Sally yang sangat sejalan dengan nya.


Lima belas menit berlalu, Sally pun sudah selesai mandi dan mengambil baju santai nya di dalam lemari dan segera memakai nya.


Sally pun langsung datang menghampiri Celine dan memeluk nya.


"Kakak. Aku sudah wangi kan.", ucap Sally pamer kepada Celine


"Iya Iya cantik. Kamu sudah sangat wangi. Begitu dong. Jangan membawa virus ke rumah. Nanti kamu jadi pembawa penyakit. Nanti kalau aku sakit bagaimana? Kamu mau tanggung jawab hah?", ucap Celine panjang lebar


"Hehehe. Kakak jangan begitu dong. Aku kan sangat menyayangi kakak.", ucap Sally tersenyum


"Aku juga sangat menyayangi mu adik centil ku.", ucap Celine mengejek Sally


"Kakak!!!", teriak Sally


Mereka berdua pun tertawa terbahak bahak. Sudah lama rasa nya mereka tidak tertawa serenyah itu.


*****


Di sisi lain


"Hallo ka Axel."

__ADS_1


"Hallo Rico, ada apa?"


"Ka, Celine seperti nya sudah tau."


"Apa dia sudah bertemu dengan nya?"


"Belum ka. Namun seperti nya Celine sudah sering melihat nya sekilas."


"Jangan sampai Celine bertemu dengan nya."


"Iya ka. Aku sudah bilang pada nya supaya jangan sering menampakkan diri nya."


"Oke, kamu pantau terus keberadaan Celine selama di kampus."


"Iya ka."


"Kita akan memberi tau nya nanti ketika waktu nya sudah tepat."


"Iya ka. Yah sudah aku tutup dulu telepon nya ka."


"Oke, terima kasih."


"Sama sama ka."


Setelah mendapat telepon tersebut, ka Axel pun memikirkan sebuah rencana.


Namun karena pikiran nya masih kacau, ia pun memutuskan untuk meneruskan pekerjaan nya terlebih dulu yang belum selesai. Karena sebentar lagi akan ada meeting dengan semua divisi perusahaan.


Axel pun mempersiapkan dokumen yang akan di gunakan untuk meeting. Tak lupa Axel juga menyuruh sekertaris nya untuk mengabari setiap kepala divisi untuk mengadakan meeting tiga puluh menit lagi.


Vina selaku sekertaris Axel pun segera memberi tau kepada semua kepala divisi untuk bersiap meeting tiga puluh menit lagi.


Sedangkan ka Axel masih memikirkan bagaimana rencana selanjutnya. Hingga menunggu waktu yang tepat.


belum waktu nya untuk kamu muncul


tunggu waktu yang tepat


aku akan segera mengeluarkan mu


tunggu sampai kamu benar benar sembuh dan bisa mengingat semua nya


aku tak mau sampai adik ku tersakiti lagi


aku sangat menyayangi nya


🌸🌸🌸🌸🌸


.


.


.


Hai teman jangan lupa like & vote nya ya. Menuju episode terakhir di tunggu ya. Weekend author libur dulu, butuh menjernihkan otak yang mumet. Sesegera mungkin author selesaikan cerita ini dan buat new story. Di tunggu kelanjutan nya. Thankyou and happy reading guys 😁😁😁


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2