
Setelah beberapa hari, akhirnya weekend pun tiba.
Celine dan Steven sudah janjian untuk bertemu dengan orang tua Steven.
"Kak, bagaimana ini?", tanya Celine yang agak sedikit panik
"Bagaimana apa nya sayang?", tanya Steven yang sedang menyetir dan mengelus kepala Celine di samping nya
"Ahh kaka aku serius. Aku takut.", ucap Celine
"Takut kenapa? Memang orang tua ku mau memakan mu apa?", tanya Steven lagi sambil menahan ketawa.
"Kak... Aku serius.", ucap Celine yang kesal
"Tidak akan terjadi apa-apa sayang. Justru kan orang tua ku yang mau bertemu kamu. Kamu ga usah khawatir.", ucap Steven menenangkan
"Baik lah.", ucap Celine pasrah akan apa yang terjadi nanti
Sesampai nya di restaurant yang sudah di tentukan oleh orang tua Steven, mereka langsung masuk menuju tempat yang sudah di pesan karena mereka menyewa ruangan khusus vip.
Papa Andrew dan mama Karin yang sudah ada di ruangan itu pun langsung tersenyum melihat Celine dan Steven yang sudah datang.
"Sore Om, tante. Celine.", ucap Celine sambil menyalami mama dan papa nya Steven.
"Sore nak, duduk lah.", ucap mama Karin sambil tersenyum
Celine dan Steven pun duduk di hadapan mama Karin dan papa Andrew.
Celine tampak diam saja karena masih malu dan canggung akan suasana itu.
Mama Karin pun akhirnya buka suara.
"Celine, kamu satu kelas sama Steven?", kata mama Karin
"Engga tante. Aku adik kelas nya ka Steven.", ucap Celine tersenyum
"Ohh kamu adik kelas nya Steven. Tante kira satu angkatan. Bagaimana anak tante?? Ganteng kan??", ucap mama Karin lagi tanpa rasa malu.
__ADS_1
Sedangkan papa Andrew hanya bisa geleng-geleng kepala melihat istri nya.
Sedangkan Celine bingung mendengar ucapan mama Karin dan menengok ke arah Steven.
"I..iyaa anak tante ganteng.", jawab Celine dengan senyum bingung
"Mama apa-apaan sih.", balas Steven yang malu dengan kelakukan mama nya.
"Ihh Steven, memang benar anak mama kan ganteng. Bahkan lebih tampan dari papa mu.", ucap mama Karin lagi
Papa Andrew langsung menatap sinis mama Karin. Mama Karin pun hanya tersenyum kaku setelah melihat tatapan papa Andrew.
"Bagaimana sekolah kalian?", ucap papa Andrew
"Baik pa.", ucap Steven
"Baik juga om.", balas Celine
"Lalu nanti kalau sudah lulus kamu mau melanjutkan study kemana Celine?", tanya papa Andrew
deg...
Steven yang mendengar pertanyaan papa nya kepada Celine langsung diam. Dia lupa akan study nya yang akan di lanjutkan keluar Inggris.
"Bagaimana kalau nanti salah satu di antara kalian harus berjauhan? Apa kalian siap?", tanya papa Andrew lagi
Celine dan Steven langsung saling memandang mencari jawaban di mata mereka.
"Ehm pa, sebaiknya kita makan dulu, makanan nya kan sudah datang semua.", ucap mama Karin karena melihat ketegangan antara papa Andrew, Celine dan Steven.
Mereka pun akhir nya makan malam bersama. Mama Karin masih saja berbicara untuk hal-hal yang mungkin bisa di bilang tidak penting
Padahal Steven dan Celine masih dalam pikiran nya masing-masing memikirkan pertanyaan papa Andrew tadi.
"Oh ya Celine, apa kamu punya saudara?", tanya mama Karin
"Punya tante. Aku punya kakak laki-laki nama nya ka Axel.", kata Celine
__ADS_1
"Ohh kamu hanya dua bersaudara?", tanya mama Karin lagi
"Iya tante.", jawab Celine
Sedangkan papa Andrew hanya diam karena sebelumnya papa Andrew sudah mencari tau soal kehidupan Celine. Dari keluarga mana Celine berasal.
Tak ada yang salah memang dengan keluarga Celine. Mereka dari keluarga baik-baik dan masih bekerjasama dengan perusahaan papa Andrew.
Celine pun memang anak yang baik, sopan, cantik dan ceria.
"Melihat mu, tante jadi kangen sama anak tante satu lagi.", ucap mama Karin
"Ohh adik nya ka Steven ya tante?", balas Celine
"Iya sayang. Sally nama nya. Dia sekarang ada di Australia meneruskan sekolah nya.", ucap mama Karin yang tiba-tiba saja muka nya jadi sedih
"Maa... Gausa sedih begitu. Bahkan minggu lalu mama baru dari sana bertemu Sally.", ucap papa Andrew
"Oh iya benar juga pa. Tapi tetap saja, mama kangen Sally.", ucap mama Karin.
Setelah menghabiskan waktu selama satu jam, akhirnya mereka pulang.
"Om, tante, Celine pamit pulang ya. Terima kasih atas hidangan nya.", ucap Celine tersenyum
"Iya sama-sama sayang. Lain waktu kamu main ke rumah ya. Biar tante ada yang temenin ngobrol.", ucap mama Karin
"Iya tante.", jawab Celine
"Yauda ma pa, aku anterin Celine pulang dulu ya.", ucap Steven
"Oke, hati-hati ya di jalan. Jaga baik-baik calon mantu papa.", ucap papa Andrew yang sontak membuat mereka bertiga bingung.
"Oke pa.", jawab Steven
Mama Karin, Steven dan Celine masih dalam pikiran nya masing-masing mendengar ucapan papa Andrew tadi.
........................
__ADS_1