
Masih di ruang kerja
Steven mengambil hp nya untuk menelepon Celine untuk mengabari nya kalau Hari ini ia akan pulang sore dan tidak bisa kesana. Steven menuju kamar mandi untuk menelepon Celine. Setelah selesai, ia kembali ke ruangan Dan duduk di sofa untuk mempelajari dokumen yang masih di meja.
"Oke sekian dulu pak perjumpaan Kita hari ini.", kata Pak Andrew
"Iya pak, semoga rencana kerja sama Kita bisa lancar.", kata pak Gunawan.
"Nanti akan saya hubungi lewat sekertaris saya bila saya sudah membaca semua berkas nya.", kata pak Andrew
"Baik pak, terima kasih banyak.", kata Gunawan sambil menjabat tangan Andrew.
"Mona, kemarilah. Ucapakan selamat tinggal dulu. Kita akan pulang.", kata Gunawan memanggil Mona
"Saya permisi dulu ya Pak Andrew.", kata Mona
"Iya. Nanti kalian akan di antarkan oleh sekertaris saya ke lobby.", kata Andrew
Steven pun langsung bangkit dari duduk nya dan menyalami pak Gunawan dan juga Mona yang akan keluar dari ruangan nya.
Mona yang masih saja senyum-senyum ketika melihat Steven, Steven pun merasa risih.
Setelah sekertaris Pak Andrew menutup pintu ruangan, papa Andrew mengajak Steven berbicara
"Steven, kemari papa mau bicara.", kata papa Andrew yang sudah duduk di kursi kebesarannya.
Steven pun datang dan duduk di kursi di depan papa Andrew.
"Iya pa, kenapa?", tanya Steven
"Bagaimana sekolah kamu?", tanya papa
"Baik pa, tidak ada masalah.", jawab Steven
"Lalu gimana rencana kamu setelah ini? Tahun ini kamu akan lulus. Apa kamu sudah memikirkan saran papa supaya kamu kuliah di luar negeri?", tanya papa
__ADS_1
"Ehmm... Apa tidak bisa disini saja pa?", tanya Steven
"Kuliah lah di luar, biar kamu bisa berkembang, melihat dunia luar. Nanti setelah lulus, kamu harus meneruskan perusahaan ini.", kata papa
"Tapi pa... Nanti siapa yang akan menjaga papa dan mama disini?", tanya Steven
"Kamu gausa khawatir sama papa dan mama. Yang penting masa depan mu dulu.", kata papa
"Tapi pa....", jawaban Steven terputus
"Kamu pikirkan lah dulu.", kata papa
"Iya pa.", jawab Steven lesu
Setelah menyelesaikan membaca-baca dokumen perusahaan, Steven memutuskan untuk pulang ke rumah nya karena hari pun sudah menjelang sore.
"Pa, aku pulang duluan ya. Papa masih lama?", kata Steven
"Iya. Papa masih nanti, belom selesai kerjaan papa. Kamu pulang lah duluan. Hati-hati ya.", kata papa
"Iya pa.", jawab Steven
Sepanjang perjalanan di mobil Steven memikirkan gimana selanjutnya. Baru saja dia menemukan dambaan hati nya, tapi sebentar lagi ia harus meninggalkan nya. Bagaimana cara menjelaskan pada Celine.
"Aaaaa.....", teriak Steven dalam mobil sambil memukul stir mobil nya
bagaimana ini
gimana cara nya menjelaskan ke Celine
bagaimana juga cara menolak papa biar aku tetap disini????
*************
Setelah keluar dari ruangan pak Andrew, Mona anak pak Gunawan bertanya pada papa nya.
__ADS_1
"Pa, ka Steven tadi ganteng ya!", kata Mona tersenyum manja pada papa nya
"Iya. memang dia tampan.", balas papa
"Aku mau dekat dengan nya pa.", pinta Mona
"Boleh juga, dengan kamu dekat dengan nya, otomatis perusahaan Kita pun akan semakin lancar dalam bekerja sama.", balas papa
"Kalau gitu, dekat kan aku dengan nya pa. Minta nomor telepon nya pa.", minta Mona lagi
"Nanti papa tanyakan dulu pada Pak Andrew ya sayang.", jawab pak Gunawan sambil mengelus rambut anak nya.
Setelah keluar dari perusahaan, pak Gunawan dan Mona menuju mobil nya. Di dalam mobil Mona sudah memikirkan bagaimana langkah selanjut nya supaya bisa dekat dengan Steven.
Pak Gunawan pun tak kalah memikirkan ide supaya anak nya bisa dekat dengan Steven ya supaya perusahaan nya dapat bekerja sama dengan perusahaan besar itu.
"Pa, aku punya ide.", ucap Mona
"Bagaimana kalau aku pindah sekolah sama dengan ka Steven?", tanya Mona
"Nanti papa pikirkan ya nak.", jawab papa
"Papa, ayo lahh...", bujuk Mona sambil memegang lengan papa Gunawan yang sedang menyetir
"Iyaa iyaa.. Nanti akan papa urus.", jawab papa Gunawan
"Asikk.. Makasih ya pa!", jawab Mona tersenyum senang
yesss
aku bisa satu sekolah dengan ka Steven
akan lebih mudah bagiku untuk menarik perhatian nya
................
__ADS_1