
Masih malam acara wisuda ka Axel ketika semua keluarga Natawira sudah kembali ke kediaman nya.
Fanny yang hendak pulang malam itu pun pamit
"Om, tante, Celine, ka Axel, aku pamit pulang dulu ya.", ucap Fanny sopan
"Biar aku antar.", ucap Ka Axel singkat
"Tidak usah ka, aku bisa naik taxi sendiri ke rumah. Lagi pula sudah malam aku takut merepotkan.", ucap Fanny lagi.
"Iya sayang, kamu lebih baik pulang sama Axel. Bahaya malam malam pulang sendiri, apalagi naik taxi.", ucap mama Gladys
"Aku takut merepotkan tante.", ucap Fanny
"Sudah tidak apa Fanny, biar nanti Axel yang mengantar mu pulang.", ucap papa Thomas
"Baik om.", jawab Fanny menunduk karena tidak enak
"Yah sudah cepatlah anterin Fanny pulang, takut kemalaman.", ucap mama Gladys lagi
"Iya ma. Pa, ma, Axel anterin Fanny dulu ya.", ucap Ka Axel
"Om, tante, Celine, aku pulang dulu ya.", ucap Fanny lagi
"Iya sayang hati hati.", ucap mama Gladys
Papa Thomas pun mengangguk.
"Bye Fan, hati hati di jalan. Hati hati juga dengan jantung mu.", ucap Celine terkekeh
Fanny pun hanya tersenyum getir
"Huss, kamu tuh ya gangguin Fanny aja.", senggol mama Gladys
Celine pun tertawa
*****
Fanny pun masuk ke dalam mobil ka Axel. Di dalam perjalanan mereka hanya terdiam tanpa ada obrolan.
Fanny tak berani membuka obrolan karena malu dan takut ka Axel tidak merespon nya.
Setelah tiga puluh menit, mereka pun sampai di rumah Fanny.
Ka Axel memarkirkan mobil nya sampai berhenti sempurna.
Fanny membuka sabuk pengaman nya dan hendak membuka pintu mobil.
"Ka Axel terima kasih ya sudah mengantar ku pulang. Oh ya Selamat juga ya ka Axel atas kelulusan kakak.", ucap Fanny tersenyum sambil menunduk yang masih di dalam mobil
Ka Axel pun menengok ke arah Fanny
"Terima kasih kamu sudah mau datang ke acara wisuda ku.", ucap Ka Axel tersenyum
"Iya ka sama sama.", balas Fanny dengan senyuman manis nya
"Oh ya ka. Ini untuk kakak. Maaf harga nya memang tidak seberapa.", ucap Fanny sambil mengeluarkan sebuah benda dari dalam tas nya berbentuk balok dan memberikan nya kepada ka Axel
"Terima kasih, tapi kamu tidak usah repot repot sampai membelikan ku hadiah.", ucap Ka Axel
"Tidak apa apa ka. Yah sudah aku turun dulu ya ka. Sekali lagi terima kasih.", ucap Fanny sambil membuka pintu mobil
Namun tangan nya di tahan oleh ka Axel, Fanny pun menengok ke arah tangan nya yang di pegang oleh ka Axel
__ADS_1
"Iya ka, ada apa?", tanya Fanny yang sudah grogi dengan jantung nya berdegup sangat cepat.
Melihat Fanny yang grogi pun ka Axel segera melepaskan tangan nya dari tangan Fanny
"aah tidak apa apa. Selamat malam.", ucap Ka Axel yang tak kalah salah tingkah
Fanny pun mengangguk dan tersenyum. Ia pun segera keluar dari mobil ka Axel dan masuk ke pekarangan rumah nya. Menunggu sampai mobil itu hilang dari pandangan nya baru lah ia masuk ke dalam rumah.
"Aku harap kakak menyukai nya.", gumam Fanny
Fanny pun berlalu ke kamar nya, ia segera membersihkan wajah nya dari makeup dan segera mandi.
Lima belas menit berlalu, Fanny sudah selesai mandi dan berganti pakaian tidur nya. Seketika ia memikirkan ka Axel
"Apa ka Axel sudah sampai rumah ya?", gumam Fanny
Namun tak berapa lama ponsel nya berbunyi. Ia mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas dan membuka nya.
Ada pesan singkat dari Celine
"Apa kau sudah sampai rumah? Tidak tersesat kan? π". ~ Celine
"Aku sudah sampai rumah dari tadi. Lagi pula memang nya aku kemana sampai tersesat?". ~ Fanny
"Tersesat di hati kakak ku. π€£π€£". ~Celine
"CELINE!!!!!". ~ Fanny
Fanny pun hanya bisa tersenyum malu malu kucing. Karena seperti mendapat lampu hijau dari adik, laki laki yang ia sukai.
di sisi lain, Celine tertawa terbahak bahak setelah berkirim pesan singkat dengan Fanny. Ia sudah membayangkan wajah Fanny yang memerah seperti kepiting rebus.
*****
Setelah sampai rumah, ka Axel pun langsung menuju kamar nya. Ia bergegas untuk segera membersihkan tubuh nya yang sedari tadi masih mengenakan setelan jas di tubuh nya.
Tampak lah dada bidang ka Axel yang sangat memesona, membuat siapapun terutama para gadis akan terkesima dengan perut yang sixpack .
Ka Axel pun segera memakai baju santai untuk tidur.
Saat hendak menaiki ranjang nya, ia baru teringat hadiah pemberian Fanny tadi.
Ia pun beranjak ke meja belajar nya, ia mencari cari di meja dan menemukan sebuah kotak.
Ia membuka kotak berwarna hitam dengan ada list pita di atas nya.
Terdapat sebuah pulpen di dalam kotak tersebut dan sebuah Surat kecil.
"Selamat atas kelulusan mu ka. Semoga kakak suka. Fanny"
Ka Axel tersenyum membaca Surat tersebut dan di ambil nya lah pulpen tersebut yang terdapat inisial nama dari ka Axel yaitu Axel X.P
Ka Axel menyimpan pulpen itu di tempat seharusnya dan segera berlalu menuju ranjang nya dan segera tidur karena hari pun sudah larut malam.
Sedikit demi sedikit seperti nya Ka Axel mulai mau membuka hati nya untuk Fanny. Namun entah lah biar lah laki laki itu yang menentukan.
Mungkin ka Axel benar sudah membuka hati nya karena Celine sudah menemukan kembali cinta nya dan ka Axel siap untuk membuka hati nya untuk perempuan.
Entah lah kita tunggu saja kelanjutan cerita nya. Untuk cerita Ka Axel dan Fanny mungkin akan author buatkan di judul baru ya guys.
*****
Sementara di kediaman Natawira
__ADS_1
Steven yang saat itu sudah kembali ke kamar nya, langsung membersihkan tubuh nya dan segera merebahkan tubuh nya di ranjang yang sangat ia rindukan selama lebih dari satu tahun.
Sedangkan Sally masih saja di kamar kedua orang tua nya setelah ia mandi sepulang dari rumah Celine.
"Mama, papa, kenapa tidak menemui ku selama ini? Aku sudah seperti orang gila menunggu mama papa dan ka Axel pulang.", ucap Sally lirih
"Mama dan papa waktu itu kan masih sakit sayang, yang penting kan sekarang mama dan papa sudah pulang.", ucap mama Karin
"Iyaa tapi aku sampai harus pindah ke Indonesia dan meninggalkan sekolah ku di Australia.", ucap Sally lagi
"Apa kamu pikir mama juga tidak gila? Mama tidak boleh keluar rumah. Mama sudah sangat merindukan ke mall dan jalan jalan bersama ibu ibu sosialita lain nya.", ucap mama Karin
"Kamu ini, pikiran nya hanya ke mall dan jalan jalan saja.", ucap papa Andrew
"Hehehe. Papa jangan gitu dong. Mama sudah di kurung selama setahun. Mama sungguh bosan pa. Bagaimana bulan depan kita jalan jalan pa?", tanya mama Karin
"Mama, mama baru pulang tapi sudah mau jalan jalan lagi, memang nya tidak kangen sama aku? ", ucap Sally cemberut
"Ma, apa kamu tidak takut naik pesawat lagi apalagi mengingat kejadian kemarin?", kata papa Andrew
"Ehmm... seperti nya tidak pa. Mama seperti nya takut kalau terkurung seperti kemarin lagi pa.", ucap mama Karin santai
"Astaga mama, mama bahkan lebih takut terkurung di dalam rumah di banding kan jatuh dari pesawat????", ucap Sally tepuk jidat
Papa Andrew pun hanya geleng geleng kepala melihat tingkah istri nya yang memang rada rada. π€£π€£
"Pah, ini benar mama ku pa. hahaha.", ucap Sally sambil tertawa terbahak bahak.
"Aku bingung, kenapa dulu papa bisa menyukai mama yang Lola seperti ini. Apa tidak ada wanita yang lebih pintar dari mama pah yang mau sama papa?", ucap Sally tertawa sampai mengeluarkan air mata nya
"Apa mau di kata, mama mu ini jodoh papa.", ucap papa Andrew mengangkat bahu nya pasrah
"Untung aku mendapat sisi baik papa yang pintar, tidak seperti mama. Kalau tidak, aku pasti akan sangat susah mencari pacar.", ucap Sally tertawa lagi
"Kenapa kalian senang sekali ya ngomongin mama?? Biar Lola begini, tapi papa sangat mencintai mama loh. Kamu bukti nya.", ucap mama Karin santai
Sedangkan Sally mengernyitkan dahi nya bingung.
"Maksud mama?", tanya Sally
"Maksud mama, kalau papa tidak cinta sama mama, ga mungkin ada kamu di dunia ini. Papa tuh sudah tergila gila sama mama.", ucap mama Karin bangga
"Sudah lah Sally, lebih baik kamu kembali ke kamar dan segera tidur sebelum otak mu sama seperti mama mu karena kebanyakan mendengar kan ocehan mama mu yang tak penting.", ucap papa Andrew pasrah
"Yah sudah ma pa, aku kembali ke kamar ya. I love you ma, pa.", ucap Sally sambil mencium pipi orang tua nya bergantian.
Mama dan papa tersenyum melihat keceriaan anak nya yang sudah sangat mereka rindukan.
"Pa, Kita jadi jalan jalan tidak?", tanya mama Karin lagi yang masih belum mendapat jawaban
"Aku mau tidur. Lebih baik kau cepat tidur. Besok aku akan kembali ke perusahaan yang sudah lama tak aku urus.", ucap papa Andrew sambil merebahkan tubuh nya dan segera tidur dari pada mendengar kan ocehan istri nya itu yang pasti akan memakan waktu sangat lama.
Mama Karin pun hanya bisa pasrah dan ikut tertidur di samping suami nya tersebut karena sudah kelelahan.
πΈπΈπΈπΈπΈ
.
.
Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Menuju eps terakhir. Extra Chapter nya hanya beberapa untuk pendukung. Thankyou and happy reading πππ
.
__ADS_1
.
.