
"Siapa yang di bilang perebut gebetan orang?", tanya Steven lagi dengan memandang yang lain berharap ada yang menjawab.
Namun untuk kesekian kali Steven bertanya tidak ada yang berani menjawab. Membuat Steven semakin bertanya-tanya.
Namun bel pun berbunyi, membuat mereka semua harus masuk ke dalam kelas.
"Sayang, kamu berhutang penjelasan kepada ku.", ucap Steven pada Celine.
Celine pun tersenyum getir pada Steven lalu berlalu menuju kelas nya masing-masing.
Di kelas pun Celine jadi kepikiran tentang hal tadi dan bagaimana harus menjelaskan kepada Steven.
"Fan, gimana ini? Aku harus ngomong apa ke Steven?", tanya Celine berbisik
"Kamu jelasin aja apa yang tadi nenek lampir itu lakukan padamu.", ucap Fanny.
"Fanny, ga boleh gitu.", ucap Celine
"Kamu kenapa sih masih baik aja sama dia, dia udah sering jahatin kamu.", ucap Fanny lagi.
"Sudah sudah kita belajar dulu.", ucap Celine.
Sepulang sekolah, Fanny dan Celine jalan beriringan ke parkiran sekolah. Disana Steven sudah menunggu.
"Aduh Steven udah nunggu lagi fan. Gimana ini?", tanya Celine bingung
"Sudah, aku aja yang jelasin.", ucap Fanny.
"Tapi fan...", ucapan Celine terpotong ketika Fanny langsung menarik tangan Celine menuju Steven.
"Hai ka Steven.", ucap Fanny tersenyum
Steven pun tersenyum lalu kembali menatap Celine, namun Celine hanya diam menunduk.
"Sayang, jelaskan padaku.", ucap Steven.
"Ehmm...", ucap Celine ragu
__ADS_1
"Gini ka, biar aku yang jelaskan. Tadi siang waktu di kantin, ketika kami ingin pesan makan, tiba-tiba Jesslyn menghampiri kita dan tiba-tiba ia langsung bicara bahwa Celine perebut gebetan orang. Padahal kan sebenarnya ka Steven juga tidak menanggapi Jesslyn. Justru dia lah yang menjadi wanita penggoda.", ucap Fanny jelas.
"Fanny...", ucap Celine lirih sambil memegang lengan Fanny.
"Apa benar itu sayang?", tanya Steven pada Celine.
Celine hanya diam, karena takut nanti nya Steven akan marah.
"Sayang, aku sedang bertanya padamu.", ucap Steven sambil mengangkat dagu Celine untuk menatap nya.
Celine pun mengangguk.
Terlihat jelas di mata Steven bahwa ia sedang marah.
"Fan terima kasih ya, terima kasih juga selalu ada di samping Celine ketika tidak ada aku di sisi nya.", ucap Steven
"Iya ka sama-sama.", ucap Fanny tersenyum
"Yah sudah, Ayo kita pulang sayang.", ucap Steven pada Celine dan Celine pun mengangguk.
Mereka berpisah di parkiran dan berlalu menuju ke rumah mereka masing-masing.
Setelah mengantar Celine pulang ke rumah nya, Steven langsung menuju rumah nya. Saat dalam perjalanan, Steven menelepon Danny dan Rico untuk datang ke rumah nya.
Sesampainya di rumah, Steven langsung menuju kamar nya dan mandi. Selesai mandi ia langsung menuju halaman belakang sambil menunggu Danny dan Rico datang.
Tak berselang lama, Danny dan Rico pun tiba di rumah Steven dan langsung masuk menuju halaman belakang ketika di beri tau oleh bibi.
Saat mereka sudah bertemu, Steven pun memberi tau kejadian tadi siang di kantin sekolah pada Danny dan Rico. Mereka pun sudah mengerti apa maksud Steven dan mereka pun sudah merencanakan sebuah rencana untuk Jesslyn.
"Hei tuan muda, apa kamu tidak mau menyediakan kami minuman???", tanya Danny meledek
"Oh ya aku lupa.", ucap Steven
Steven pun berlalu dari mereka masuk ke dalam rumah dan meminta bibi untuk membuatkan minuman untuk kedua sahabat nya.
"Maaf aku terlalu kesal memikirkan Jesslyn.", ucap Steven yang sudah kembali ke halaman belakang.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, biar kami yang mengurusnya.", ucap Rico dengan senyum licik nya.
"Kalian memang paling bisa aku andalkan. Thankyou bro.", ucap Steven
Sesudah nya mereka masih saling berbincang-bincang hingga sore hari.
"Eh Iya, kok aku ga liat Sally ya? Bukan nya dia masih di Indonesia?", tanya Danny
"Iya dia masih di rumah, tapi aku kurang tau juga dia sedang pergi kemana. Mungkin sedang pergi dengan gebetan nya.", ucap Steven
"Hah? Dia sudah punya gebetan? Kalah lagi aja aku mendapatkan wanita cantik.", ucap Danny sedih
"Hei jangan coba-coba kamu mengganggu adik ku ya.", ucap Steven melirik Danny
"Tuan muda aku hanya bercanda. Haha.", ucap Danny tertawa.
Setelah berbincang, mereka memutuskan untuk makan malam di rumah Steven karena bibi sudah membuatkan makanan untuk mereka.
Bibi pun sudah menata makanan di meja makan lalu memanggil Steven dan teman nya untuk makan malam.
"Tuan muda, makanan nya sudah siap.", ucap bibi
"Baik bi. Kami sebentar lagi masuk.", ucap Steven.
Mereka pun makan bersama di rumah Steven.
πΈπΈπΈπΈπΈ
.
.
.
Hai teman, jangan lupa vote & like ya. Thankyou π
.
__ADS_1
.
.