
Setelah Fanny pulang, Celine dan ka Axel masuk ke rumah. Celine masih terdiam tanpa kata. Ka Axel tau ada yang di sembunyikan oleh Celine.
"Dek, kamu mandi dulu sekarang. Nanti kaka tunggu di halaman belakang.", ucap Ka Axel
"Iya ka.", jawab Celine dan langsung naik ke kamar nya untuk mandi agar tubuh nya bersih.
Celine yang sudah masuk ke kamar nya, langsung menuju kamar mandi untuk mandi membersihkan tubuhnya yang terkena minuman tadi karena Jesslyn. Air yang mengalir dari shower pun lama-lama menurunkan kekesalan nya tadi. Steven belum mengetahui hal itu, karena Celine belum bercerita sedari tadi pulang dari mall.
Setelah Celine selesai mandi dan memakai baju, Celine langsung turun dari kamar nya dan menuju ke halaman belakang. Ka Axel sudah ada di halaman belakang duduk di kursi taman samping kolam renang sambil meminum kopi nya.
"Ka.", kata Celine
"Dek, kamu udah selesai?", tanya Ka Axel
"Udah ka.", jawab Celine
"Kamu kenapa bisa kaya tadi? cerita sama kaka sekarang.", kata ka Axel
"Tapi kaka jangan marah sama aku ya ka? Janji?", kata Celine sambil mengangkat jari kelingking nya untuk di lingkarkan di jari kelingking ma Axel.
"Iya kaka janji.", kata ka Axel sambil melingkarkan jari kelingking nya.
"Jadi gini ka, kaka tau perusahaan Natawira?", tanya Celine
"Tau.", jawab ka Axel
__ADS_1
"Aku sekarang berpacaran dengan Steven, anak dari yang punya perusahaan Natawira itu ka. Dia satu sekolah dengan ku. Dia kakak kelas ku.", kata Celine
"Apa dia orang yang baik? Seharusnya sih iya, karena ia berasal dari keluarga terpandang. Kalau tidak salah, seperti nya perusahaan mama papa juga ada kerja sama dengan perusahaan itu.", kata ka Axel
"Dia baik ka, sangat perhatian pada ku. Dia juga tidak pernah macem-macem dengan ku. Karena itu sudah prinsipku.", jawab Celine.
"Lalu kalau dia sangat baik pada mu, kenapa hal tadi bisa terjadi??", tanya Ka Axel.
"Ada satu kaka kelas nama nya Jesslyn. Dia menyukai Steven, namun Steven tidak menyukai nya. Sehingga dia berbuat seperti ini.", kata Celine
"Lalu apa yang tadi terjadi?", tanya Ka Axel yang semakin dingin
"Tadi waktu aku di resto dengan Fanny, ketika makanan kami datang, Jesslyn dengan sengaja menabrak pelayan sehingga minuman itu tumpah ke baju ku ka. Aku bilang tidak apa, hanya sedikit. Tapi Jesslyn justru mengambil minuman satu lagi Dan menumpahkan nya di atas kepala ku ka.", jawab Celine
"Apa kamu diam saja?", tanya Ka Axel yang sudah merencanakan untuk mencari tau siapa Steven dan Jesslyn
"Bagus. Kamu cukup sampai disitu membalas nya. Tidak usah terlalu jauh. Biarkan saja dia tidak usah kamu ladeni. Yang penting sekarang kamu gapapa Dan sekarang kamu harus lebih hati-hati sama dia.", jawab ka Axel yang sudah semakin geram.
Selesai pembicaraan dengan Celine, ka Axel langsung menuju kamar nya. Diam-diam ia mencari tau siapa Steven dan siapa Jesslyn. Axel memang tau siapa itu keluarga Natawira, lalu siapa Jesslyn? Dari keluarga mana dia.
Setelah mencari beberapa informasi, Axel sudah mendapatkan info tentang Jesslyn. Dari mana keluarga Jesslyn berasal. Perusahaan milik orang tua Celine dan Jesslyn sama besar nya, dan sama-sama bekerja sama dengan perusahaan besar Natawira.
Untuk saat ini Axel hanya baru mengumpulkan beberapa informasi, belum berani bertindak lebih jauh. Karena dirasa informasi yang di kumpulkan belum cukup bukti.
**********
__ADS_1
Di kamar Celine
ttriinggg......
hp Celine berbunyi
"Hallo."
"Hallo sayang, kamu baru pulang dari mall?"
"Iya, tadi aku baru pulang. Aku juga habis mandi."
"Ohh, aku sekarang masih di perusahaan papa, masih ada yang harus aku pelajari disini. Aku jadi tidak bisa kesana deh."
"Gapapa sayang. Kan belajar lebih penting, kan buat masa depan juga. Lagi pula aku juga sedikit lelah."
"Yauda kalo gitu sekarang kamu istirahat dulu ya sayang. Aku lanjut kerja lagi ya. "
"Iya sayang."
Telfon pun di tutup. Celine belum menceritakan pada Steven. Dia juga tidak mau membuat Steven khawatir, lagi pula itu belum apa-apa. Masih bisa ia hadapi sendiri
mulai sekarang, aku harus lebih kuat
aku ga boleh terlihat lemah
__ADS_1
harus bisa menunjukkan kalo aku orang yang berani
.............