
Sepulang dari restaurant, Sally pun seperti melupakan sesuatu.
"Seperti nya aku melupakan sesuatu, tapi apa ya.", bisik Sally
"Kamu ngomong apa dek?", tanya Steven yang tidak mendengar secara jelas.
"Ahh tidak ka. Aku seperti melupakan sesuatu. Tapi aku lupa apa.", kata Sally
"Maka nya kamu jangan terlalu banyak bicara, maka nya jadi pelupa.", kata Steven yang memang senang mengganggu adik nya kalau dekat, kalau jauh rindu.
"Kakak!!", teriak Sally kesal
"Sudah-sudah. Apa ada barang yang tertinggal?", tanya Celine.
"Seperti nya tidak ka. Tapi aku lupa apa.", kata Sally yang masih kebingungan.
"Lalu apa?", kata Celine yang juga jadi bingung.
"Ahh!!! Aku baru ingat. Aku lupa memberi kabar pada George.", kata Sally senang karena mengingat apa yang ia lupa.
"George??", kata Steven dan Celine berbarengan.
"Ups.", Sally keceplosan.
"Siapa George?", tanya Steven
"Ahh itu ka. Ehm teman ku di Australia.", kata Sally bingung sambil menggaruk belakang leher nya yang tak gatal.
"Siapa Sally?", tanya Steven lagi yang sedang menatap nya serius
"Ehm itu ka, dia teman ku di Australia. Aku sedang dekat dengan nya ka. Maafkan aku.", ucap Sally tertunduk.
"Seperti apa orang nya? Siapa nama lengkap nya?", tanya Steven menyelidik.
"Ahh kakak, aku hanya baru berteman, belum berpacaran.", kata Sally yang mulai panik.
"Kakak tidak akan mengulang pertanyaan.", kata Steven serius.
__ADS_1
Akhirnya Sally pun menceritakan secara detail tentang awal pertemuan nya dengan George sampai ia bisa dekat dengan George sekarang.
"Ingat Sally, kamu harus bisa berhati-hati dan jaga diri, karena kamu disana sendiri.", kata Steven menasehati
Sally pun mengangguk. Ia pun juga takut kalau sampai salah pilih teman apalagi pacar.
Sally pun juga tidak sungkan untuk terbuka dengan kakak nya karena memang sedari kecil mereka sudah dibiasakan untuk saling terbuka.
"Yah sudah, sekarang kamu hubungi dia dulu saja Sally.", ucap Celine menengahi
"Iya ka.", kata Sally
Sally pun mengirim pesan kepada George bahwa ia sudah sampai di Indonesia dan sedang makan siang dengan kakak nya dan pacar kakak nya.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Setelah mendapat penjelasan dari mama Gladys, Celine pun akhir nya mengerti bila memang ia harus berpisah sementara dengan Steven. Tapi itu masih lama, ketika Steven sudah lulus.
Di sekolah pun sekarang tidak ada yang berani untuk coba-coba mendekati Celine, karena tau siapa pacar nya Celine. Apalagi orang ternama di negara ini.
Orang kaya dari keluarga terpandang, tampan, pintar, sempurna rasa nya.
Namun Steven bisa berubah jadi sangat dingin apabila di dekati cewek lain, berbeda seratus delapan puluh derajat ketika bersama Celine.
Semakin hari mereka semakin dekat, namun mereka tetap menjaga jarak saat di sekolah karena tidak mau memberikan contoh yang tidak baik.
Justru mereka saling mendukung dalam pelajaran, sehingga guru-guru pun kagum dengan cara berpacaran mereka.
"Cel.", panggil Fanny
"Iya Fan.", jawab Celine
"Kapan nih kita jalan lagi? Udah lama banget kita ga kumpul sama yang lain.", kata Fanny
Karena memang semenjak adik nya Steven, Sally, ada di Indonesia, Sally selalu minta di temani oleh Celine.
"Bagaimana kalau besok?", kata Celine
__ADS_1
"Bener bisa?", tanya Fanny lagi.
"Iya besok ya. Nanti aku bilang sama Steven kalau besok aku tidak bisa menemani Sally.", kata Celine menjelaskan.
"Oke, nanti aku kasih tau anak-anak. Besok kita ke Panti ya. Udah lama ga kesana.", kata Fanny
"Oke boss.", jawab Celine sambil hormat kepada Fanny dan mereka berdua pun tertawa bersama.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Setelah seminggu Sally berada di rumah orang tua nya, akhirnya ia berencana untuk berlibur ke Bali sebelum ia kembali lagi ke Australia.
"Pa, ma, boleh kah aku berlibur sebentar ke Bali? Sebelum aku balik ke Australia.", kata Sally
"Kamu mau pergi sama siapa nak?", kata papa Andrew
"Aku pergi sendiri pa. Mungkin akan lebih seru kalau aku ajak ka Celine.", kata Sally
"Sally! Kamu bukan nya ajak mama, malah ajak Celine. Aku ini mama mu.", kata mama Karin
"Mama, mama tuh sudah tua, kalau sama mama jadi ga seru, ga bisa main-main di laut.", kata Sally sambil tertawa.
"Sally!! Mama ini masih muda, enak saja kamu bilang mama sudah tua. Lagi pula, mama masih kangen sama kamu. Mama ikut ya??", kata mama Karin yang sudah mulai memohon.
"Oke ma.", jawab Sally pasrah.
"Apa papa tidak mau ikut sekalian pa? Kita honeymoon lagi pa.", kata mama Karin dengan santai nya.
"Maa!!! Aku yang mau liburan, kenapa jadi mama papa yang mau honeymoon??", teriak Sally karena kesal dengan mama nya.
"Sudah-sudah, bagaimana kalau jumat besok kita pergi ke Bali ajak ka Steven dan Celine juga?", kata papa Andrew menengahi.
"Ahh ide yang bagus juga tuh pa. Jadi kan ramai disana.", kata Sally.
Akhirnya mereka pun berencana untuk liburan sebentar ke Bali sementara Sally ada di Indonesia.
πΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1