Cinta Yang Hilang & Kembali

Cinta Yang Hilang & Kembali
Eps 106. Bahaya


__ADS_3

Setelah sampai di mall, keempat wanita itu langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam mall.


Wajah mama Gladys yang terlihat sangat awet muda jadi terlihat kakak beradik dengan anak nya.


Mereka berempat hanya mengobrol dan bercanda sambil mengunjungi beberapa toko.


Sebelum kembali berjalan-jalan, mama Gladys mengajak ketiga anak gadis nya itu untuk makan malam terlebih dahulu di salah satu restaurant.


Mereka berempat memilih makanan apa yang mereka makan. Sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang, mereka terus saja berbicara entah obrolan apa yang mereka bicarakan hanya keempat wanita itu saja yang tau.


Sekitar tiga puluh menit makanan yang mereka pesan pun sampai, mereka pun langsung memakan nya karena sudah cukup lapar. Mereka pun makan sampai kenyang.


Selesai makan mama Gladys pun membayar tagihan nya dan segera mengajak ketiga gadis itu pergi dari restaurant tersebut.


Mereka berempat mengunjungi beberapa toko. Toko yang paling mereka sukai adalah toko baju yang terbilang cukup Mahal. Mama Gladys pun mengajak mereka kesana.


Mereka memilih milih baju yang mereka sukai. Awal nya Fanny ragu untuk ikut memilih baju karena mama Gladys bukan lah mama nya, lagipula tidak pantas ikut membeli baju baju tersebut. Uang jajan nya pun rasa nya belum cukup untuk membeli baju baju yang ada di toko tersebut.


Fanny terlihat diam di salah satu sudut toko. Mama Gladys pun melihat nya dan menghampiri.


"Fan, kok kamu ga ikut pilih baju?", tanya mama Gladys


"Gausa tante, aku ga ikut beli baju. hehe.", ucap Fanny tersenyum


"Sudah gapapa kamu pilih saja, gausa mikirin harga nya. Tante yang bayar.", ucap mama Gladys


"Gausa tante benar, aku ga enak sama tante. Aku udah sering ngerepotin dan nyusahin tante.", ujar Fanny lagi


"Fanny, kamu sudah tante anggap anak tante sendiri, seperti Sally juga tante sudah menganggap nya seperti anak tante sendiri. Celine adalah anak kandung tante, tapi siapapun yang berbaik hati kepada anak tante, tante pun akan membalas kebaikan kepada mereka.", ucap mama Gladys lagi sambil mengelus kepala Fanny


Fanny terdiam mendengar ucapan mama Gladys


"Karena kamu sudah mau menjadi sahabat Celine yang paling pengertian dan bisa membuat Celine ceria kembali, kamu pun sudah tante anggap seperti anak tante sendiri. Dan tante tidak pernah membeda bedakan anak tante. Semua sama. Bila ada salah pasti akan tante tegur.", tambah mama Gladys


Fanny pun hanya tersenyum mendengar penjelasan dari mama Gladys, rasa nya ia ingin sekali memiliki ibu seperti mama Gladys yang penyayang dan tak pernah membeda beda kan.


"Sudah kamu ikut cari baju sana. Anak tante harus dapet hak yang sama.", ucap mama Gladys menambahi


"Iya tante. Terima kasih.", ucap Fanny tersenyum dan tanpa sadar ia memeluk mama Gladys


Mama Gladys pun membalas pelukan Fanny


Namun Fanny yang sadar pun langsung melepaskan pelukan nya.


"Maaf tante.", ucap Fanny menunduk malu


"Tidak apa apa. Yah sudah sana cari baju yang kamu suka.", ucap mama Gladys lagi


Fanny pun segera menyusul Celine dan Sally yang sedang memilih milih baju.


Bahkan mereka bertiga pun juga memilih baju yang sama untuk mereka bertiga. like a sisters


Mereka mencoba beberapa baju di fitting room dan sama sama menunjukkan kepada yang lain nya seperti ingin meminta pendapat.


Ketiga gadis itu sangat heboh dan berisik karena suara dan tawa mereka bertiga seperti tidak ada beban.


Mama Gladys hanya tersenyum melihat anak nya, Celine, bisa kembali ceria bersama sahabat sahabat nya.


Tidak ada yang lebih berharga dari senyuman dan keceriaan dari anak kesayangan nya itu. Ia sangat merindukan anak nya yang ceria itu.


Setelah hampir satu jam, akhir nya para wanita itu selesai berbelanja baju dan lain sebagainya. Mereka pun menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka. Mama Gladys pun membayar semua belanjaan.

__ADS_1


Fanny dan Sally tak lupa untuk mengucapkan banyak terima kasih kepada mama Gladys. Sungguh hari yang menyenangkan untuk keempat wanita itu. Girls Day Out


Karena hari sudah cukup malam, mereka pun memutuskan untuk pulang. Terlebih dulu mama Gladys meminta pak supir untuk mengantar Fanny ke rumah nya baru lah pulang ke kediaman nya.


Sesampainya di rumah, Celine dan Sally pun langsung menuju kamar nya. Mama Gladys pun langsung masuk ke kamar nya.


Sally tidur bersama Celine. Awal nya mama Gladys sudah menyiapkan kamar untuk Sally, namun Sally lebih memilih untuk tidur sekamar dengan Celine dan Celine pun tidak keberatan. Justru ia senang karena memiliki roommate.


Celine dan Sally pun bergantian untuk membersihkan tubuh mereka yang terasa lengket.


Sesudah mandi, mereka pun merebahkan diri mereka di ranjang yang super nyaman yang sangat mereka rindukan seharian ini.


Tak butuh waktu lama kedua gadis beda keluarga pun tertidur dengan sangat pulas.


*****


Enam bulan pun berlalu, Celine pun sekarang sudah memasuki perkuliahan nya semester dua. Sedangkan ka Axel sudah menamatkan skripsi dan semua mata kuliah nya hanya menunggu wisuda di selenggarakan. Sally sekarang sedang sibuk sibuk nya belajar tambahan karena akan melaksanakan ujian kelulusan.


Dan selama itu juga keadaan Celine dan juga Sally semakin membaik tiap hari nya. Mereka sudah bisa merelakan dan mengikhlas semua nya. Tidak ada lagi drama menangis dan mengurung diri. Hanya memang masih beberapa kali mereka berdua terlihat melamun.


Pagi hari di rumah Celine, mereka terlihat sedang sarapan bersama. Ada papa Thomas, mama Gladys, ka Axel, Celine dan juga Sally. Mereka sarapan dengan di selingi obrolan ringan.


"Sally, setalah kamu lulus sekolah, kamu mau melanjutkan kuliah mu dimana nak?", tanya papa Thomas pada Sally


Sally yang sedang mengunyah makanan nya pun segera menelan nya.


"Ehm.. seperti nya Sally akan ikut berkuliah di kampus ka Celine saja pa. Biar kita bisa sama sama.", ucap Sally


"Memang nya kamu mau ambil jurusan apa?", tanya mama Gladys gantian


Sally terdiam sebentar dan menghembuskan napas nya panjang sebelum menjawab.


"Sally ingin mengambil jurusan bisnis ma, Sally mau mencoba meneruskan perusahaan papa Sally ma.", ucap Sally lirih


"Yah sudah kalau itu memang keputusan mu Sally. Nanti akan papa daftarkan kamu di kampus yang sama dengan Celine.", ucap papa Thomas


Sally pun mengangguk.


"Pa, nanti kan Celine ke kampus, nanti Celine saja yang mengambil formulir pendaftaran untuk Sally.", ucap Celine


"Oh yah sudah boleh nak. Terima kasih sayang.", ucap papa Thomas pada anak kesayangan nya itu


Celine pun tersenyum manis pada papa nya itu.


"Axel, kamu kapan wisuda?", tanya papa Thomas


"Ehm... seperti nya sebulan lagi pa. Tapi belum tau pasti kapan nya. Nanti kalau sudah ada info nya akan Axel beri tau mama dan papa.", ucap Ka Axel di tengah tengah makan nya.


"Oke, kamu harus segera mengabari papa. Karena papa akan memberi mu hadiah.", ucap papa Thomas lagi


"Tidak usah pa, lagi pula untuk apa hadiah? memang nya Axel masih kecil.", ucap Axel santai namun tidak dengan yang lain yang sedang menahan tawa nya.


"Papa hanya mau memberi mu hadiah karena kamu sudah lulus. Memang nya tidak boleh?", balas papa Thomas lagi


"Boleh pa. Cuma kan Axel sudah punya semua nya. Lalu papa memang mau kasih hadiah apa untuk Axel?", tanya Axel


"Ehm... tunggu saja nanti ketika kamu selesai wisuda.", ucap papa Thomas santai.


"Baiklah pa.", ucap Axel.


Mereka pun melanjutkan sarapan mereka sampai selesai.

__ADS_1


Sally yang sudah selesai sarapan langsung menuju sekolah nya.


Celine yang sedang ada jadwal kuliah pun ia langsung menuju kampus nya setelah sarapan pagi bersama keluarga nya.


Sesampainya di kampus, Celine langsung menuju kelas nya untuk mengikuti mata pelajaran yang ia ambil semester itu.


Celine sedikit mengambil beberapa mata kuliah di semester depan nya sehingga semester ini ia memiliki lebih banyak mata pelajaran. Yang biasa nya hanya ada enam mata pelajaran, Celine mengambil delapan mata pelajaran sekaligus. Ia sudah memikirkan nya baik baik sebelum mengambil keputusan itu. Walaupun jadwal nya akan semakin padat, ia pun tak mempermasalahkan Hal itu. Ia ingin segera menuntaskan kuliah nya.


Setelah menyelesaikan mata kuliah pagi nya itu yang di bilang cukup memakan waktu yang lama, ia pun bergegas menuju kantin karena perut nya sudah sangat lapar.


Ia pun segera memesan makanan. Ia memesan agak sedikit banyak makanan saat itu, karena ia akan ada kelas lagi sampai sore yang pasti akan sangat melelahkan.


Setelah memesan makanan, ia pun duduk di salah satu kursi di kantin sambil menunggu makanan nya datang.


Sepuluh menit kemudian makanan nya pun datang. Ia segera menghabiskan makanan itu sampai tak bersisa.


Sesudah makan siang, ia pun teringat bahwa ia harus mengambil formulir pendaftaran untuk Sally. Ia pun bergegas menuju ruang administrasi di kampus nya.


Saat hendak masuk ke ruang admin, sekelebat ia melihat laki laki yang mirip dengan Steven waktu itu. Kali ini ia tidak mungkin salah. Laki laki itu sangat mirip dengan kekasih nya waktu itu.


Ia hendak mengejar laki laki itu, tapi di lihat nya lah jam yang melingkar di tangan nya. Waktu nya hanya sebentar sebelum ia ada kelas lagi.


Ia pun memutuskan untuk kembali masuk ke ruang administrasi dan tak mengejar laki laki itu. Karena pikir nya mungkin lain waktu ia akan bertemu laki laki itu lagi.


Celine pun meminta formulir pendaftaran dan segera membayar formulir tersebut. Setelah selesai ia langsung menuju kelas berikut nya yang akan memakan waktu yang cukup lama.


Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore bertepatan dengan berakhir nya mata kuliah nya hari ini. Ia pun ingin sesegera mungkin pulang ke rumah nya dan merebahkan tubuh nya di ranjang empuk nya itu.


Namun saat di parkiran mobil, lagi lagi ia melihat laki laki yang mirip dengan Steven. Kali ini ia harus berhasil mengejar laki laki itu.


Ia pun segera berlari mengejar laki laki itu. Namun sebelum ia sempat berlari, ada tangan yang memegang lengan nya. Celine pun menengok. Ternyata itu adalah Danny dan Rico.


"Celine, kamu mau kemana?", tanya Danny


"Aku mau mengejar laki laki yang mirip sekali dengan Steven ka. Tadi aku melihat nya disana.", ucap Celine sambil menunjuk arah dimana laki laki itu tadi berada


"Dimana?? Aku tidak melihat ada siapa siapa disana.", jawab Danny


"Aku sudah beberapa kali melihat nya ka. Maka nya kali ini aku ingin mengejar nya. Tapi kakak malah menahan ku.", ucap Celine


"Coba besok lagi kalau mau mencari nya. Lihatlah ini sudah sore. Bahaya perempuan pulang malam-malam.", ucap Rico bergantian


"Tapi ka...", ucap Celine terpotong


"Sudah besok saja. Sekarang kamu pulang. Besok kami akan membantu mu mencari laki laki itu.", potong Rico


"Baiklah ka. Kalau gitu aku pulang dulu ya. Bye.", ucap Celine sambil berlalu menuju mobil nya dan segera keluar dari kampus menuju rumah nya.


Benar benar hari yang sangat melelahkan.


🌸🌸🌸🌸🌸


.


.


.


Hai teman jangan lupa like & vote nya ya. Udah mau habis cerita nya. Thankyou 😊😊


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2