Cinta Yang Hilang & Kembali

Cinta Yang Hilang & Kembali
Eps 94. Canggung


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu pun tiba. Malam hari nya, mereka sudah mempersiapkan semua kebutuhan yang akan mereka bawa.


Karena ingin menghemat waktu, maka mereka memutuskan untuk bertemu langsung di airport.


Steven bersama Sally, George dan juga Georgia akan di antar oleh supir pribadi papa Andrew.


Sedangkan Fanny malam sebelum nya sudah menginap di rumah Celine. Jadi memudahkan mereka untuk langsung berangkat bersama dari rumah Celine.


Mereka akan di antar oleh mama Gladys dan papa Thomas. Karena mereka ingin mengantarkan kedua anak nya yang akan pergi berlibur.


Jam keberangkatan mereka adalah pukul sepuluh pagi. Sehingga mereka akan berangkat dari rumah sekitar pukul delapan pagi.


Butuh kurang lebih satu jam untuk sampai di airport karena ada sedikit kemacetan. Namun mereka belum terlambat.


Mereka pun sudah janjian untuk bertemu langsung di terminal keberangkatan. Disana sudah ada Steven, Sally, George dan juga Georgia.


Sally saat itu langsung memperkenalkan Georgia yang baru mereka temui. Karena hanya Celine lah yang baru mengetahui siapa itu Georgia. Setelah saling berkenalan satu dengan yang lain, mereka pun masuk ke dalam.


Sebelum masuk untuk check-in, mama Gladys dan papa Thomas pun mencium dan memeluk kedua anak nya yaitu Celine dan Axel secara bergantian.


Papa Thomas juga berpesan kepada mereka semua untuk selalu berhati-hati. Harus saling menjaga satu sama lain.


Tak berapa lama, mereka pun masuk ke dalam untuk melakukan check-in dan meletakkan bagasi mereka.


Sambil menunggu boarding, mereka pun berjalan-jalan sebentar, sekaligus kalau ada yang mau sarapan terlebih dahulu.


Mereka memutuskan untuk duduk di sebuah cafe sambil memesan minuman. Para laki-laki memesan kopi, sedangkan para wanita memesan teh.


Mereka saling berbincang satu sama lain supaya lebih dekat. Apalagi mereka akan liburan bersama.


Fanny dan Sally sudah pernah bertemu sebelumnya, jadi mereka sudah saling mengenal.


Sedangkan Georgia baru datang ke Indonesia dan berkenalan dengan mereka. Tak butuh waktu lama juga sehingga mereka bisa langsung akrab layak nya sahabat yang sudah lama tak berjumpa.


Panggilan dari maskapai penerbangan pun telah terdengar dengan keberangkatan menuju Raja Ampat.


Mereka bertujuh pun segera menuju Gate yang di tuju dan segera menunjukkan tiket mereka kepada pramugari dan masuk ke dalam pesawat.


Penerbangan di tempuh kurang lebih empat sampai lima jam karena mereka menggunakan pesawat direct atau secara langsung tanpa transit.


Setelah empat jam, akhirnya mereka tiba di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua Barat. Dari bandara tersebut, butuh waktu tiga puluh menit lagi untuk sampai di Pulau Raja Ampat memakai pesawat kecil.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka tiba di Pulau Raja Ampat. Mereka langsung menuju villa yang sudah mereka pesan sebelum nya.


Villa tersebut terdiri dari tiga kamar tidur, dapur, ruang makan, ruang keluarga dan juga terdapat private pool .


Mereka saling berbagi kamar. Sally dengan Georgia, Celine dengan Fanny, Steven dengan George dan juga Ka Axel.


Mereka pun menambah satu extra bed untuk para laki-laki yang berjumlah tiga orang.


Setelah sampai, mereka langsung menghambur ke dalam kamar masing-masing untuk istirahat sebentar.


Sedangkan para laki-laki memilih untuk star di ruang keluarga sambil menonton tv.


Saat di kira sudah cukup mengistirahatkan badan, mereka pun menuju ruang keluarga untuk menghampiri para laki-laki.


Namun Sally yang sangat kegirangan melihat ada nya private pool, ia langsung mengajak Celine untuk segera berenang.


"Ka Celine, ayo kita berenang. Aku sudah tidak sabar.", ucap Sally yang kegirangan.


"Kamu mau langsung berenang sekarang?", tanya Celine


"Iya Iya. Aku mau berenang sekarang ka. Ayo ayo.", ajak Sally


"Apa kamu sudah mengganti pakaian mu?", tanya Celine lagi.


"Oh iya belum, yah sudah aku ganti baju renang dulu. Habis itu kita berenang ya.", ucap Sally

__ADS_1


Sally pun langsung kembali ke kamar nya setelah dari kamar Celine dan Fanny.


Ia memberitau Georgia untuk segera mengganti swimsuit karena mereka akan berenang.


Sama hal nya dengan Celine, ia langsung mengganti pakaian renang nya.


"Apa kamu tidak mau ikut berenang Fan?", tanya Celine


"Mau, tapi sebentar lagi. Aku masih ingin istirahat.", ujar Fanny


"Baiklah, aku keluar duluan yaa. Jangan lupa menyusul.", ucap Celine


Celine pun keluar kamar hendak ke kamar Sally. Namun Sally dan juga Georgia kebetulan juga baru keluar kamar.


Mereka pun langsung menuju private pool yang ada di villa mereka. Mereka bertiga langsung melompat dengan girang nya. Sampai-sampai air kolam renang pun keluar bahkan sampai mengenai para laki-laki yang sedang duduk di ruang keluarga di samping kolam renang.


"Hei apa kalian tidak bisa santai sedikit? Baju kami nyaris basah.", ucap Steven.


"Maaf ka, kami hanya kegirangan melihat kolam renang.", ucap Sally tersenyum girang.


Ketiga laki-laki itu hanya menggelengkan kepala nya, melihat pacar sekaligus adik mereka berenang begitu riang seperti anak kecil yang tak pernah bermain air.


Tak berselang lama, tampak lah Fanny yang baru keluar dari kamar. Ia pun segera bergabung dengan ketiga gadis lain nya.


Mereka bermain air seperti tidak mengenal waktu. Hingga pukul lima sore.


"Hei, apa kalian tidak lapar?", tanya Steven pada gadis-gadis yang sedang asik berenang.


"Ehm.. sudah lumayan sih ka.", ucap Sally


"Ayo dek naik, sudah sore. Kita pergi makan.", ucap Ka Axel penuh perhatian kepada adik nya tersebut


"Iya ka." ucap Celine


Akhir nya mereka semua pun menyudahi acara berenang hari itu. Mereka menuju kamar masing-masing untuk mandi dan bersiap untuk makan malam.


Pukul enam sore mereka sudah bersiap di ruang keluarga, karena mereka akan makan malam di restaurant sambil menikmati pantai.


Mereka sudah menyewa mobil pribadi beserta supir sebelum nya, untuk memudahkan mereka untuk pergi jalan-jalan.


Mereka memesan beberapa jenis makanan untuk mereka makan bersama.


Makanan yang sudah mereka pesan pun sudah di sediakan oleh para pelayan di meja bundar yang cukup besar.


Mereka makan dengan suasana yang sangat cantik dan indah. Di temani dengan lilin lilin yang ada di meja dan juga di sekitar tempat duduk mereka.


Begitu juga suara ombak yang sangat meneduhkan hati. Rasa nya sangat mendamaikan hati.


Saat mereka semua sudah selesai makan, mereka pun membuat acara dengan meminta pihak restaurant memutarkan lagu yang mellow dan sangat cocok untuk berdansa sambil mengadakan barbeque di pinggir pantai.


Setelah lagu menyala, Steven mengajak Celine untuk berdansa di pinggir pantai yang di hiasi dengan lilin lilin cantik.


George pun tak sungkan untuk mengajak Sally berdansa bersama.


Tinggal lah ka Axel, Fanny dan juga Georgia yang masih duduk di posisi nya masing-masing.


"Ka Axel, apa kakak tidak mau ikut berdansa bersama kami?", tanya Celine


"Tidak, kakak duduk disini saja.", ucap Ka Axel


Namun Celine segera menghampiri kakak nya tersebut dan mengajak berdansa bersama.


"Yah sudah kakak berdansa dengan ku saja.", ajak Celine pada kakak nya


"Lalu bagaimana dengan Steven?", tanya Ka Axel


Sekarang mereka semua pun berganti pasangan.

__ADS_1


Steven dengan Sally, George dan Georgia, ka Axel dengan Celine. Masih tinggal lah Fanny sendiri.


Rasa nya Fanny ingin sekali ikut berdansa, tapi dengan siapa???


"Fanny, kemarilah.", panggil Celine.


"Tidak usah Celine, aku disini saja.", jawab Fanny


Celine pun menarik tangan Fanny dan mengarahkan nya kepada ka Axel. Lalu dengan cepat Celine ikut berdansa dengan Sally dan juga Steven.


Rasa canggung memenuhi Fanny dan ka Axel


"Kalau kakak tidak mau berdansa dengan ku tak apa ka. Aku akan kembali duduk.", ucap Fanny takut


"Tak apa, hanya untuk hiburan.", ucap Ka Axel sambil membuka tangan nya kepada Fanny


Fanny pun ragu untuk menerima tangan ka Axel, namun akhir nya ia memberanikan diri.


Satu tangan ka Axel memegang tangan Fanny, dan satu tangan lagi memegang pinggang Fanny yang membuat Fanny rasa nya merinding dengan sentuhan itu.


Cukup lama pandangan mereka terkunci satu sama lain, bahkan Fanny tidak bisa menahan rasa malu dan gugup nya yang membuat pipi nya memerah.


Namun tak berapa lama, lagu nya pun berubah menjadi lagi yang lebih upbeat. Seperti yang biasa ada di party.


Mereka pun akhir nya berloncat bersama menikmati alunan musik yang membuat jiwa muda mereka memuncak.


Namun berbeda dengan ka Axel yang terlihat biasa saja. Karena memang pada dasar nya ka Axel tidak terlalu suka musik seperti itu.


Ka Axel pun memutuskan untuk kembali duduk di kursi meja makan tadi.


Fanny pun ikut kembali menghampiri ka Axel


"Apa ka Axel tidak mau ikut berjoget bersama?", tanya Fanny


"Tidak Fan. Kamu saja. Kakak duduk disini saja.", ucap Ka Axel


"Kalau gitu apa boleh aku menemani kakak disini?", tanya Fanny


"Boleh. Duduk lah.", ucap Ka Axel.


Mereka berdua masih menatap teman-teman mereka yang sedang asik berjoget mengikuti irama lagu.


Namun di antara mereka berdua hampir tidak ada obrolan yang membuat kedua nya sedikit canggung.


Fanny masih saja memikirkan kejadian tadi saat berdansa dengan ka Axel. Ingin sekali terus berlama-lama memandang wajah tampan nya itu.


Namun ia tidak seberani itu, bahkan ia langsung memalingkan wajah nya ke sembarang arah karena malu.


Seperti saat ini, ia masih mencuri-curi pandang memandangi wajah ka Axel yang sangat cool dan pendiam itu.


Tak jarang senyum nya terlukis di wajah cantik nya.


🌸🌸🌸🌸🌸


.


.


.


Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Thankyou 😊😊


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2