
Setiba nya di lobby hotel tersebut, mama Gladys dan papa Thomas turun dari mobil dengan di bukakan pintu oleh pelayan di lobby tersebut.
Mama Gladys terlihat sangat cantik walaupun di usia nya yang tidak muda lagi dan papa Thomas terlihat sangat tampan. Papa Thomas meletakkan tangan nya di pinggang istri nya tersebut dan membuat mereka berdua sangat serasi dan sangat elegant.
Mereka berdua berjalan memasuki lobby hotel dan menuju ballroom hotel yang sudah menyediakan tempat bagi para orang tua dan para tamu undangan.
Sedangkan mobil yang di kendarai oleh ka Axel pun baru tiba. Pelayan pun membukakan pintu untuk mereka bertiga. Celine dan Sally terlihat sangat cantik dengan makeup natural dan gaun dress yang menambah kesan mewah di antara mereka berdua. Wajah mereka berdua seperti bidadari yang jatuh dari langit. Bahkan tak sedikit yang melihat ke arah mereka berdua dan terkagum.
Ka Axel juga terlihat sangat tampan dengan balutan jas hitam dengan tubuh gagah nya. Membuat setiap wanita seakan terhipnotis dengan ketampanan nya.
Ka Axel memberikan kunci mobil nya kepada pelayan untuk memarkirkan mobil nya.
Saat mereka hendak berjalan menaiki tangga lobby, ada mobil taxi yang baru sampai.
Pelayan membukakan pintu, dan tampak lah seorang gadis turun dari taxi tersebut.
Sally yang saat itu posisi nya berdiri di belakang pun menengok ke arah gadis tersebut. Dan sangat terkejut lah ia melihat ternyata dia adalah .....
"Ka Fanny!", panggil Sally
Fanny pun tersenyum malu dan segera menghampiri Sally
Celine dan ka Axel yang mendengar Sally berbicara pun seketika menengok.
"Fanny??? Kamu cantik sekali!", ucap Celine tersenyum yang kemudian menghampiri Fanny
"Terima kasih, kalian juga sangat cantik, bahkan lebih cantik dari ku.", ucap Fanny tersenyum malu
Ka Axel yang melihat Fanny pun terdiam dengan wajah datar nya namun mata nya tak bisa di pungkiri bahwa ia pun terkagum dengan kecantikan Fanny yang natural dan tak heboh.
"Ka Axel, kemari lah. Apa kakak tidak mau memuji Fanny juga?", tanya Celine .
"Celine, diam lah, jangan seperti itu. Aku malu.", bisik Fanny
Ka Axel pun menghampiri ketiga gadis tersebut. Pandangan nya masih terkunci memandangi wajah Fanny, namun tidak dengan Fanny yang menunduk malu dan tak berani menatap wajah ka Axel yang saat itu terlihat sangat tampan.
"Fanny, kamu sangat cantik.", ucap Ka Axel datar namun mata nya masih saja memandangi Fanny
"Terima kasih ka.", ucap Fanny malu malu dan dengan pipi nya yang mulai merah merona.
Mereka pun akhir nya masuk ke dalam ballroom. Celine, Sally dan Fanny menuju tempat yang sama dengan mama Gladys dan papa Thomas. Sedangkan ka Axel menuju tempat para mahasiswa dan mahasiswi yang akan di wisuda.
Tak lupa sebelum ka Axel duduk di tempat para mahasiswa/i, ia terlebih dahulu memakai baju lengkap toga (untuk wisuda) mulai dari baju, kalung, topi, hingga tabung wisuda. Sungguh menambah ketampanan dari ka Axel malam itu.
Acara pun di mulai, satu persatu nama mahasiswa dan mahasiswi pun di panggil naik ke atas panggung.
Hingga tiba saat nya akan di umumkan mahasiswa yang mendapat predikat Summa Cumlaude dengan nilai 3.97 mendekati sempurna.
Pembawa acara pun memanggil nama yang mendapat predikat tertinggi itu, yaitu Axel Xavier Permana. Ya... dia adalah ka Axel, kakak Celine.
Ka Axel pun bangkit dari duduk nya dan naik ke atas panggung di iringi dengan meriah nya tepuk tangan dari seluruh penjuru ruangan tersebut.
__ADS_1
Axel pun di beri piagam dan penghargaan serta di kalungkan medali di leher nya.
Axel menundukkan tubuh nya untuk di pasangkan kalung dan tak lupa berjabat tangan dengan sang petinggi kampus tersebut.
Moment tersebut tak luput dari banyak nya kamera yang mengabadikan moment tersebut. Wajah ka Axel yang tampan dan terkesan dingin, namun saat itu ia bisa tersenyum dengan sangat ramah.
Celine, Sally dan juga Fanny tak kalah heboh meneriaki kakak nya tersebut. Ka Axel pun melihat mereka dari kejauhan.
Saat itu ka Axel pun di beri kesempatan untuk menyampaikan sepatah dua patah kata di depan para tamu undangan beserta para mahasiswa.
Setelah sedikit banyak berpidato, ka Axel pun mengucapkan terima kasih dan hendak turun dari atas panggung. Namun belum saat nya.
Tiba tiba ka Axel pun kembali ke tempat awal nya di atas panggung.
"Ada satu yang terlupa aku sampai kan. Aku menghadirkan tamu spesial disini. Ini merupakan hadiah untuk adik ku tersayang yang sedang duduk disana bersama keluarga ku.", ucap Ka Axel di atas panggung sambil mengarahkan tangan nya ke arah Celine duduk.
Dan seketika lampu sorot pun mengarah ke arah Celine dan keluarga nya.
Mereka tampak bingung, hadiah apa yang di maksud, lagi pula ini kan acara wisuda nya, harus nya ia yang mendapatkan hadiah. Namun kenapa dia yang memberi hadiah. Entah lah kita tunggu saja.
Ka Axel sungguh tak sabar menantikan moment ini yang sudah sejak lama ia atur sedemikian rupa.
Ka Axel pun memanggil orang yang di maksud.
Naik lah tiga orang diantara nya dua laki laki dan satu perempuan. Mereka mengenakan gaun dan setelan jas yang rapi. Namun mereka bertiga menggunakan topeng / mask sehingga wajah mereka tidak nampak.
Para tamu dan mahasiswa tidak mengetahui siapa orang orang di balik topeng tersebut.
Sally pun terkejut dan berdiri dengan membuka sedikit mulut nya. Dan tak ia sadari air mata nya pun menetes. Celine dan Fanny yang ada di samping nya pun bingung dengan Sally.
"Sally kamu kenapa menangis? Memang nya siapa mereka??", tanya Celine
"Mama, papa, kakak.", ucap Sally lirih dengan terus di banjiri air mata.
"Apaa?!?!", sontak Celine dan Fanny pun berteriak.
Mereka berdua pun melihat ke arah panggung lagi. Namun mereka masih belum mengenali siapa mereka.
Namun Celine yang lebih memperhatikan lagi, ia seperti mengenali posture tubuh dari laki laki itu. Apa benar dia Steven.
Dengan cepat Sally berlari ke arah panggung yang jarak nya cukup jauh dari tempat duduk nya tadi dengan berderai air mata.
"Mama, papa, kakak!!", teriak Sally sambil menangis
Sesampainya di atas panggung, Sally langsung memeluk mama nya tersebut, walaupun ia belum melihat wajah di balik topeng tersebut.
Ia hapal betul dengan gesture tubuh mama nya, Maka nya ia langsung bisa mengenali siapa yang ada di balik topeng tersebut.
Wanita yang di peluk itu pun melepaskan pelukan Sally yang masih berderai air mata. Lalu ia membuka topeng nya dan segera mencium dan memeluk anak nya yang sangat ia rindukan.
Seketika Celine pun terkejut melihat mama Karin dari kejauhan. Celine pun langsung berlari ke atas panggung untuk memastikan apa benar yang di samping mama Karin benar Steven atau bukan.
__ADS_1
Sedangkan Sally beralih ke laki laki di sebelah mama nya. Yaitu papa nya, papa Andrew.
Papa Andrew pun membuka topeng nya dan segera memeluk anak gadis satu satu nya itu.
Sepasang orang tua dan anak pun terlihat tersenyum dalam tangis nya. Para tamu maupun mahasiswa yang menyaksikan moment tersebut di buat teharu, bahkan tak sedikit yang menangis bahagia melihat kebahagiaan keluarga itu.
Ya keluarga yang di kabarkan hilang tahun lalu dalam penerbangan menuju Inggris. Seluruh negara pun tau bahwa keluarga Natawira itu sedang menumpangi pesawat tersebut karena tersebar di seluruh berita di tanah Air.
Celine yang berlari pun sudah sampai di atas panggung. Ia segera membuka topeng terakhir di laki laki samping mama Karin.
Ia pun ragu ragu untuk membuka topeng itu. Dan akhirnya ia memberanikan diri dan membuka topeng laki laki tersebut.
Tampak lah wajah tampan yang selama ini ia rindukan sepanjang malam nya dengan senyuman nya. Air mata nya tak berhenti menetes dari ujung mata nya.
"Steven.", ucap Celine lirih
"Ya... ini aku sayang.", ucap Steven tersenyum pada wanita yang sangat ia rindukan.
Celine hanya terkejut melihat laki laki yang ada di hadapan nya. Steven pun menghapus air mata di pipi wanita yang sangat ia sayangi.
Pada saat Celine tadi turun menuju panggung, mama Gladys, papa Thomas dan Fanny pun menyusul.
Celine langsung memeluk Steven yang ada di hadapan nya. Ia sangat merindukan sosok laki laki tersebut. Rasa nya separuh jiwa nya kini telah kembali ke dalam hati nya.
Steven pun membalas pelukan dari gadis tersebut dengan penuh rasa sayang.
Steven pun menengok ke arah samping dimana ka Axel berada.
"Terima kasih.", ucap Steven tanpa suara dan di jawab anggukan oleh ka Axel dan tersenyum.
Celine pun melepas pelukan nya menatap nya dengan rasa rindu yang sangat dalam.
Celine pun berpindah memeluk mama Karin dan papa Andrew bergantian. Sedangkan Sally bergantian memeluk kakak nya yang sangat ia rindukan.
Akhirnya acara malam itu berakhir dengan acara bahagia yang mengharukan hingga membuat para tamu dan mahasiswa menangis bahagia karena keluarga terpandang di negeri itu telah kembali.
πΈπΈπΈπΈπΈ
.
.
.
Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Sebenarnya cerita kali ini sudah selesai sampai disini. Namun author akan menambahkan sedikit extra chapter untuk para readers tersayangku. Oh ya setelah season 1 ini, akan ada kelanjutan cerita nya di judul baru ya. Di tunggu. Thank you and happy reading guys πππ
.
.
.
__ADS_1