Cinta Yang Hilang & Kembali

Cinta Yang Hilang & Kembali
Eps 91. Sebelum Pergi


__ADS_3

Steven mengantarkan Celine dulu pulang ke rumah nya karena yang paling dekat setelah meminta ijin kepada yang lain nya.


Sesampainya di depan rumah Celine, ia pun langsung berpamitan kepada yang lain untuk segera turun dari mobil.


Tak berselang lama, Steven pun mengendarai mobil nya menuju rumah nya.


Ketika mereka sampai rumah, mereka langsung masuk ke dalam kamar nya masing-masing untuk membersihkan tubuh mereka dan sesegera mungkin mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah sangat lelah.


Sally dan Georgia masuk ke dalam kamar Sally. Mereka secara bergantian memakai kamar mandi untuk mandi, setelah nya mereka berdua merebahkan tubuh nya di ranjang di selingi beberapa obrolan sebelum tidur hingga mereka berdua tertidur dengan sangat lelap.


Berbeda dengan Steven yang mulai tidak bisa tidur karena memikirkan akan kepergian nya sebentar lagi.


Ia pun ingin menggunakan waktu nya bersama Celine sebaik-baiknya.


Steven pun memiliki ide, kebetulan adik nya sedang pulang ke Indonesia, ia berniat untuk mengajak mereka semua pergi berlibur lagi. Tepat nya sebelum ia meninggal kan Celine untuk pergi ke Inggris.


Besok pagi ia akan membicarakan rencana nya itu kepada kedua orang tua nya dan juga dengan Sally adik nya.


******


Keesokan pagi nya


Bibi sudah menyiapkan beberapa jenis makanan untuk sarapan. Mulai dari roti, nasi goreng dan juga susu yang sudah tertata rapi di meja makan.


Mama Karin dan papa Andrew pun sudah berada di meja makan sambil menunggu anak-anak nya.


"Bi, tolong panggilkan anak-anak untuk sarapan ya bi.", ucap mama Karin


"Baik nyonya.", ucap bibi sambil berlalu dari ruang makan.


Bibi menuju kamar Steven untuk mengajak nya sarapan pagi


tok..tok..tok...


"Permisi tuan muda, tuan besar dan nyonya sudah menunggu di ruang makan untuk sarapan.", ucap bibi di balik pintu


"Iya bi, sebentar lagi aku akan turun.", saut Steven


Bibi pun yang sudah mendapat jawaban dari Steven pun berlalu dari sana dan menuju kamar Sally yang tak jauh dari kamar Steven.


tok..tok..tok..


"Nona, tuan dan nyonya sudah menunggu di ruang makan untuk sarapan pagi Nona.", ucap bibi


Namun bibi tidak mendapat jawaban dari orang yang ada di dalam.


bibi pun mengetuk pintu itu lagi


tok..tok..tok..


"Nona, apa Nona sudah bangun? Tuan dan nyonya sudah menunggu di bawah.", ucap bibi lagi


Namun lagi lagi bibi tidak mendapat jawaban dari dalam.


tok..tok..tok..


"Nona...", Ucap bibi


Bibi pun berinisiatif untuk membuka handle pintu dan mengintip ke dalam kamar. Bibi pun melihat kedua gadis itu masih tertidur dengan pulas nya. Bahkan sinar matahari yang sudah mengintip dari balik gorden pun tidak membuat kedua nya terbangun.


Bibi pun memutuskan untuk keluar dari kamar dan tidak berani membangunkan nona nya tersebut.


Namun sebelum bibi menutup pintu, Georgia terbangun dan melihat ada bibi disana.


Bibi yang tidak bisa bahasa Inggris pun akhirnya hanya memberi isyarat bahwa mereka sudah di tunggu di ruang makan untuk sarapan pagi.


Georgia hanya mengangguk seperti mengerti apa yang di maksud kan oleh bibi.


Setelah bibi pergi, Georgia mencoba membangunkan Sally yang masih tertidur dengan pulas nya di balik selimut nya.

__ADS_1


"Sally... Sally... Wake up.", ucap Georgia


Berulang kali Georgia menggoyangkan bahu Sally dan memanggil nama nya. Namun rasa nya sulit sekali membangunkan gadis itu.


Bibi turun menuju ruang makan dan melihat Steven dan juga George sudah berada di meja makan. Karena Steven yang memanggil George untuk sarapan bersama.


"Bi, mana Sally dan Georgia?", tanya Steven


"Nona muda masih tidur tuan, tapi Nona Georgia baru bangun. Bibi tidak berani membangunkan nya.", ucap bibi


"Yah sudah bi tidak apa, nanti makanan nya jangan di angkat, biar mereka bisa sarapan setelah mereka bangun.", ucap mama Karin


Mereka berempat pun memulai sarapan dengan di selingi beberapa obrolan singkat.


"Anak itu selalu saja kalau sudah tidur dan libur pasti susah di bangun kan.", ucap mama Karin


"Mungkin mereka kecapean ma. Biarkan mereka istirahat terlebih dahulu.", ucap papa Andrew


"Habis ini mama akan bangun kan dia.", ucap mama Karin


******


Georgia yang sudah bangun pun langsung menuju kamar mandi untuk mandi.


Selesai mandi pun ia masih melihat Sally tertidur dengan pulas.


Sungguh heran memang melihat gadis itu bisa tidur sampai seperti itu. Bahkan di panggil berkali-kali pun tidak terganggu tidur nya.


Butuh waktu lima belas menit hingga akhir nya Sally membuka mata nya secara perlahan.


Ia melihat Georgia di hadapan nya dan terkejut dan langsung membuka mata nya dengan sempurna.


"Georgia, kok kamu ada disini?", tanya Sally bingung


"Aku memang semalam tidur disini Sally. Apa kau tidak ingat kalau sekarang kita di rumah mu?", tanya Georgia


Sally pun mengingat-ingat.


"Yah sudah cepat mandi, seperti nya kita di tunggu di ruang makan.", ucap Georgia


Sally pun langsung bangun dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuh nya.


Setelah selesai, mereka berdua pun hendak keluar dari kamar. Namun di kagetkan dengan pintu yang di buka dari luar.


"Mama. Mengagetkan ku saja.", ucap Sally sambil mengelus dada nya


"Mama baru saja mau membangunkan mu untuk sarapan. Tapi ternyata kamu sudah bangun.", ucap mama Karin


"Iya ma, tadi aku di bangunkan oleh Georgia.", ucap Sally


"Yah sudah sekarang kalian turun dan segera makan sarapan kalian.", ucap mama Karin


"Iya ma, apa mama sudah makan?", tanya Sally lagi sambil melangkahkan kaki nya keluar dari kamar menuju lantai bawah bersama mama Karin dan juga Georgia


"Mama, papa, kakak mu dan George sudah sarapan tadi.", ucap mama Karin


"Ohh..", jawab Sally


Mereka bertiga pun tiba di ruang makan. Mama Karin menyuruh mereka untuk segera sarapan. Sedangkan mama Karin kembali ke kamar nya untuk mempersiapkan keperluan suami nya kerja.


Sally dan Georgia pun sarapan hanya berdua dengan di selingi obrolan singkat.


"Dimana George dan kakak mu?", tanya Georgia


"Aku pun tak tau, aku kan dari tadi disini bersama mu.", ucap Sally sambil memakan makanan nya.


"Sehabis ini kita akan mencari mereka.", tambah Sally


Setelah mereka berdua selesai makan, mereka pun mencari keberadaan Steven dan juga George dan menemukan mereka berdua di ruang keluarga sambil menonton tv.

__ADS_1


Sally dan Georgia pun bergabung dengan kedua lelaki tersebut.


Steven pun membuka obrolan dan menanyakan tentang ide nya yang semalam ia pikirkan.


"Sally, bagaimana kalau hari sabtu besok kita pergi berlibur? Sebelum kakak pergi ke Inggris.", ucap Steven


"Ehm.. Boleh juga ka. Jangan lupa ajak ka Celine.", ucap Sally


"Iya.", ucap Steven


"Mau pergi kemana ka?", tanya Sally lagi


(sudah pasti mereka menggunakan bahasa Inggris ya supaya George dan Georgia mengerti obrolan mereka.)


"Menurut mu kemana?", tanya Steven


"Ehmm... Bagaimana kalau kita ke Raja Ampat ka? Aku belum pernah kesana, tapi yang aku lihat disana sangat bagus pemandangan nya, terutama laut nya ka.", ucap Sally


"Boleh juga. Nanti kakak akan bicara dulu pada papa dan mama.", ucap Steven


George dan Georgia hanya mengikuti saja, karena selama di Indonesia mereka akan mengikuti kegiatan Sally maupun Steven.


Setelah meminta ijin kepada mama Karin dan papa Andrew dan kedua orang tua nya menyetujui, Steven pun langsung memberi tau kepada Celine rencana berlibur nya itu.


Setelah mendapat kabar dari Steven, Celine pun langsung meminta ijin kepada orang tua nya apa ia boleh ikut atau tidak, tapi tetap... Steven akan meminta ijin secara langsung kepada orang tua Celine.


Menjelang siang, Steven menuju rumah Celine untuk meminta ijin secara langsung kepada kedua orang tua Celine. Begitu juga dengan Sally yang mendapat tugas untuk memesan tiket penerbangan ke Pulau Raja Ampat itu.


Setelah mendapat ijin dari kedua orang tua Celine pun Steven hendak pulang ke rumah nya. Namun mama Gladys mengajak Steven untuk makan siang bersama di rumah nya dan Steven pun menurut.


Sesudah makan, Steven pun memutuskan untuk pulang. Sebelum Steven pulang, Celine pun menanyakan sesuatu.


"Sayang, apa aku boleh mengajak Fanny berlibur?", tanya Celine


"Boleh saja. Apa dia diperbolehkan pergi?", tanya Steven


"Nanti aku akan menanyakan kepada Fanny.", ucap Celine


"Baiklah.", ucap Steven


"Ehm sayang, seperti nya aku akan mengajak satu orang lagi, apa boleh?", tanya Celine lagi


"Siapa lagi sayang?", tanya Steven


"Ka Axel. Sekalian aku ingin mendekatkan ka Axel dengan Fanny. Apa boleh?", tanya Celine lagi


"Memang nya ka Axel mau ikut berlibur dengan kita?", tanya Steven lagi


"Nanti aku akan tanyakan dulu pada ka Axel. Aku akan mengabari mu nanti malam.", ucap Celine


"Baiklah. Kabari aku ya.", ucap Steven yang di jawab anggukan oleh Celine


Steven pun masuk ke dalam mobil nya untuk pulang ke rumah nya. Sedangkan Celine dengan cepat nya menanyakan hal tersebut kepada ka Axel dan juga Fanny.


Mereka akan berlibur ke Pulau Raja Ampat selama lima hari empat malam, supaya mereka bisa benar-benar menikmati pemandangan disana.


🌸🌸🌸🌸🌸


.


.


.


Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Thankyou 😊😊


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2