Cinta Yang Hilang & Kembali

Cinta Yang Hilang & Kembali
Eps 89. Apa ada yang mencintaiku?


__ADS_3

Perjalanan di tempuh dalam waktu hampir dua jam, sehingga pada pukul delapan pagi mereka sudah sampai di puncak dan segera menuju Taman yang menyuguhkan banyak sekali hewan-hewan.


Sepanjang perjalanan, mata mereka di manjakan dengan banyak nya pohon-pohon. Bahkan sesampainya di kawasan puncak, mereka tak segan membuka jendela mobil nya dan menghirup dalam-dalam udara yang sangat sejuk yang jauh berbeda dengan udara di perkotaan.


Tak berapa lama mereka pun sampai di tempat wisata tersebut. Mereka membeli tiket dan mengelilingi semua tempat wisata yang ada disana.


Mulai dari Wild animal hingga berbagai macam pertunjukkan yang ada disana. Tak cukup rasa nya seharian mereka mengelilingi tempat tersebut. Bahkan disana juga terdapat istana Panda dan juga air terjun.


Mereka tak sungkan untuk memberi makan hewan-hewan yang ada disana, tentu nya dengan makanan yang seharusnya seperti buah dan sayuran ya. Bukan dengan snack ataupun makanan atau minuman yang tidak diperkenankan untuk para hewan.


Sungguh Hari yang menyenangkan untuk sepasang kekasih itu.


Setelah memutari berbagai macam hewan liar dan memberi makan, mereka pun mencoba satu per satu wahana permainan yang ada disana. Sungguh benar-benar tidak cukup satu hari pergi kesana.


Hingga waktu menunjukkan pukul sebelas siang, mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.


"Apa kamu lapar?", tanya Steven


"Iya, aku sudah lumayan lapar.", jawab Celine


"Ayo kita cari makan terlebih dahulu.", ajak Steven


Mereka pun berjalan kaki untuk mencari makanan yang berada disana. Ada banyak jajanan maupun tempat makan cepat saji disana.


Mereka memutuskan untuk memesan makanan cepat saji. Mereka duduk dan makan bersama sambil melihat-lihat keadaan sekitar, kira-kira wahana permainan apa lagi yang akan mereka naiki, dan pertunjukkan apa yang akan mereka lihat karena setiap pertunjukkan mempunyai jadwal yang berbeda-beda.


Selesai makan siang, mereka pun melanjutkan acara mereka menaiki beberapa wahana permainan yang ada disana dan juga menonton pertunjukkan hewan-hewan yang sudah terlatih.


Saat menonton pertunjukkan show lumba-lumba, Celine tak henti memperhatikan pertunjukkan itu hingga hampir mata nya tak berkedip.


Sungguh pertunjukkan yang paling di tunggu-tunggu oleh Celine.


Setelah menonton pertunjukkan lumba-lumba, Celine dan Steven menuju ke arah atas untuk melihat istana Panda.


Istana Panda letak nya ada di paling atas, sehingga mengharuskan Celine dan Steven menaiki shuttle bus untuk sampai kesana.


Sesampainya disana, Celine dan Steven dibuat terkagum melihat beberapa panda yang ada disana. Karena mereka sangat jarang melihat panda yang berasal dari negara China tersebut.


Tak lupa mereka mengabadikan beberapa foto disana bersama panda tersebut.


Mereka masih mengelilingi taman tersebut hingga sore hari.


Saat matahari sudah mulai menenggelamkan cahaya nya, mereka memutuskan untuk keluar dari taman tersebut. Mereka pun mencari makan sebelum pulang.


Sungguh hari yang melelahkan namun juga menyenangkan.


Sesudah makan malam, mereka memutuskan untuk pulang kembali ke Jakarta.


Di sepanjang perjalanan, terlihat mereka sangat kelelahan, terutama Celine yang sedari pagi tak berhenti kesana kemarin mencoba semua wahana.


"Steven, terima kasih.", ucap Celine tersenyum


"Iya sayang sama-sama. Apapun akan aku lakukan untuk membuatmu senang.", ucap Steven tersenyum sambil mengelus kepala Celine yang duduk di samping nya namun tetap fokus dalam mengemudi.


Tak berapa lama, Celine pun tertidur di kursi samping Steven. Steven mengamati Celine dari ujung mata nya. Rasa senang melingkupi hati nya melihat pacar nya tersebut senang. Namun ada rasa sedih juga karena sebentar lagi ia akan pergi meninggalkan pacar nya tersebut.


Pukul sembilan malam, mereka sudah tiba di Jakarta tepat nya di depan rumah Celine.


Steven pun membangunkan Celine yang masih tertidur.


"Sayang bangun, kita sudah sampai.", ucap Steven sambil menggoyangkan sedikit bahu Celine .


Celine pun membuka sedikit demi sedikit mata nya yang baru saja bangun dari tidur nya.


"Apa kita sudah sampai?", tanya Celine


"Iya sayang, kita sudah sampai depan rumah mu.", ucap Steven


"Maaf ya aku tertidur jadi tidak bisa menemani mu selama di perjalanan.", ucap Celine dengan suara khas bangun tidur


"Iya sayang gapapa. Yah sudah ayo kita masuk dulu.", ucap Steven

__ADS_1


Mereka berdua masuk ke dalam rumah Celine.


Disana masih ada mama, papa dan juga ka Axel yang masih bersantai di ruang keluarga.


"Ma, pa, ka Axel.", panggil Celine


"Om, tante, ka Axel.", ucap Steven


"Ehh kalian sudah pulang.", ucap mama Gladys


"Iya ma.", jawab Celine


"Ayo duduklah dulu Steven.", ajak papa Thomas


"Tidak usah om, aku pamit pulang saja karena sudah malam.", ucap Steven


"Tidak mau istirahat sebentar?", tanya mama Gladys


"Tidak usah tante gapapa. Aku pamit pulang saja.", ucap Steven lagi


"Baiklah, terima kasih ya sudah membawa pulang anak om dengan Selamat.", ucap papa Thomas


"Iya om sama-sama.", jawab Steven sambil tersenyum


"Yah sudah om, tante, ka Axel aku pamit pulang dulu.", ucap Steven


"Iya, kamu hati-hati ya.", ucap papa Thomas dan Steven pun mengangguk


Celine mengantarkan Steven ke halaman rumah.


"Hati-hati ya sayang.", ucap Celine


"Iya sayang, kamu langsung mandi lalu istirahat ya.", ucap Steven


Celine pun mengangguk.


Steven pun menuju mobil nya dan melajukan mobil nya dari halaman rumah Celine menuju rumah nya.


Ia langsung meletakkan tas nya di atas meja dan menuju kamar mandi untuk segera mandi, karena sedari siang tubuh nya sudah lengket karena keringat.


Celine membuka kran air dan membiarkan air yang keluar dari shower mandi nya membasahi tubuh nya semua.


Setelah lima belas menit, Celine keluar dari kamar mandi dan memakai piyama tidur nya.


Sejenak ia membuka hp nya untuk mengecek beberapa notifikasi pesan singkat yang ada di hp nya dan melihat foto-foto dalam galeri hp nya.


triiiingggg....


Hp Celine berbunyi dan segera mengangkat telepon tersebut setelah melihat siapa penelepon nya.


"Hallo sayang. Kamu sudah sampai rumah?"


"Iya, aku baru sampai rumah."


"Yah sudah cepat mandi lalu istirahat."


"Iya aku mau mandi. Yah sudah Selamat istirahat sayang."


"Iya sayang. Kamu juga ya. Bye."


Celine menutup telepon dari Steven.


Ia membuka pesan singkat dari Fanny


"Cel, apa kamu sudah pulang?" ~ Fanny


"Iya Fan, aku sudah pulang. Baru selesai mandi." ~ Celine


"Enak nya yang abis jalan-jalan sama pacar. Aku envy. πŸ₯ΊπŸ€­" ~ Fanny


"Maka nya cepat lah kamu cari pacar biar ga jomblo terus. πŸ˜‚" ~ Celine

__ADS_1


"Bantu aku cari cowo tampan dong." ~ Fanny


"Kamu mau cowo seperti apa?" ~ Celine


seperti ka Axel cel


aku mau seperti ka Axel


aku menyukai ka Axel


ucap Fanny dalam hati


"Seperti kakak mu, yang cool namun sangat tampan. 😁" ~ Fanny


"Apa kamu menyukai kakak ku?" ~ Celine


"Ehm tidak. Aku hanya mengagumi kakak mu saja. hihi." ~ Fanny


"Nanti akan ku carikan cowo seperti kakak ku." ~ Celine


aku mau nya ka Axel Celine 😭


"Iya, terima kasih 😊😊." ~ Fanny


"Yah sudah aku mau tidur dulu ya Fan. Aku sangat mengantuk." ~ Celine


"Oke Cel. bye." ~ Fanny


"Bye Fan." ~ Celine


Celine pun menyudahkan chatting bersama sahabat nya itu. Lalu tak berapa lama ia pun tertidur dengan nyenyak nya karena memang ia sangat kelelahan.


******


Di sisi lain di rumah Fanny (POV Fanny)


Sesudah selesai chatting bersama Celine, pikiran nya pun membayangkan ka Axel. Laki-laki yang ia sukai.


Ingin rasa nya bisa dekat dengan ka Axel, tapi apa itu bisa? Sedangkan ka Axel sangat dingin pada wanita.


Lagi pula, apa bisa aku menarik perhatian ka Axel? Aku hanya wanita biasa bahkan masih seperti anak-anak. Mana mau ka Axel bersama wanita yang masih bocah seperti ku.


Apa aku bisa seberuntung Celine? Mendapatkan laki-laki yang begitu menyayangi nya? Bahkan keluarga nya sekalipun.


Sedangkan aku dari keluarga seperti ini


apa ada yang mau dan mencintai ku apa ada nya?


Dari pada aku hanya memikirkan laki-laki, lebih baik aku berusaha semampu ku untuk membanggakan mama dengan sekolah, kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang baik.


Pikirkan dulu masa depan dan kebahagiaan mama. Itu lebih penting dari apapun. Dan tak lupa berdoa supaya Tuhan juga memberikan yang terbaik untuk nya.


Lagipula ia masih muda, masih jauh dari kata menikah. Lulus sekolah saja belum. Siapa pula yang mau menikah dengan anak gadis yang belum lulus sekolah.


"Hah sudah lah, lebih baik aku tidur dan memimpikkan oppa Korea yang ganteng.", gumam Fanny lalu memeluk guling nya dan tertidur.


🌸🌸🌸🌸🌸


.


.


.


Hai teman, thankyou yang udah baca ceritaku dari awal sampai sekarang. Thankyou yang udah mau nunggu next eps nya. Author akan up next eps every night ya. jangan lupa like & vote nya ya. thankyou 😊😊


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2