
Di rumah Steven
"Nak, kamu baru pulang?", kata mama Karin
"Iya ma.", jawab Steven
"Kamu abis dari mana?", tanya mama Karin lagi
"Aku abis dari rumah Celine ma.", jawab Steven
"Celine?", tanya mama Karin bingung
"Iya ma, dia pacar Steven. Kami baru berpacaran ma.", jawab Steven
"Wah wah wah, anak mama sekarang udah punya pacar nih. Kenalin ke mama dong.", kata mama Karin dengan senyum-senyum
"Nanti ya ma, pas weekend aku bawa Celine ke rumah ketemu mama dan papa.", jawab Steven
"Oke sayang.", jawab Mama karin sambil tersenyum
"Oh ya, kamu sudah memikirkan soal kuliah kamu? Kamu jadi mau kuliah di Inggris kan?", tanya mama Karin
Steven terdiam, tidak bisa menjawab pertanyaan mama. Sama seperti hal nya papa waktu itu. Pikiran nya masih bingung. Baru dia berpacaran dengan Celine. Namun sebentar lagi ia harus kuliah ke luar negeri yang mau tak mau harus meninggalkan Celine.
"Ehmm....", jawab Steven bingung
"Kamu kenapa sayang? Kamu mikirin Celine ya??", tanya mama Karin yang di jawab anggukan oleh Steven.
"Kamu bawa saja Celine untuk kuliah di Inggris bersamamu.", kata mama Karin dengan mudah nya
"Celine adik kelasku ma. Tahun depan dia baru lulus.", balas Steven
"Ohh.. Kalau gitu kamu kuliah aja dulu, pulang baru ketemu dia lagi.", ucap mama Karin dengan santai nya
"Maaa....", ucap Steven malas
"Kau ini, baru pacaran saja sudah seperti itu, gamau di tinggal sebentar, gimana kalau udah nikah nanti.", kata mama Karin
"Ahh sudah ahh, cape ngomong sama mama. Ga ngerti perasaan anak muda.", jawab Steven kesal lalu berlalu ke kamar nya
"Emang nya aku salah ngomong apa?", kata mama Karin sendiri karena bingung.
Mama Karin memang bukan lah orang tua yang tegas seperti papa Andrew, mama Karin cenderung agak lola.
__ADS_1
Walaupun mama Karin agak lola, namun mama Karin sangat baik hati. Tidak pernah menyombongkan diri atas apa yang ia miliki sekarang, ya walaupun memang punya suami nya, papa Andrew.
Mama Karin sangat menyayangi kedua anak nya, bahkan karena Sally yang tinggal di Australia, mama Karin sering kesana, setidak nya sebulan 2-3x hanya karena kangen dengan anak gadis nya itu.
Mama Karin menuju kamar nya untuk menelepon
"Hallo Pa"
"Iya ma, ada apa?"
"Pa, anak mu itu udah punya pacar loh"
"Iya papa sudah tau"
"Lohh papa udah tau kok ga bilang-bilang mama?"
"Mama kan ga pernah nanya."
"Ihhh papa!"
"Aduh kamu jangan teriak-teriak gitu. Sakit telinga papa nih."
"Hehehehe. Iya pa maaf."
"Oh ya pa, tadi mama tanya Steven soal kuliah nya ke Inggris, seperti nya dia masih bingung pa. Apalagi sekarang dia punya pacar. Makin susah deh bujukin dia supaya mau kuliah di Inggris."
"Iya sih pa, cuma mama kasihan juga sama dia jadi nya. Baru jadian tapi harus terpisahkan. Jadi inget dulu papa di kota mama di desa deh."
"Sudah sudah, nanti coba Kita bicarakan lagi di rumah sama Steven ya ma. Papa mau kerja dulu nih banyak kerjaan yang harus papa selesaikan. Mau papa pulang semakin malam?"
"Tidak pa. Yah sudah pa, I love you."
Setelah menutup telepon suami nya, mama Karin memutuskan untuk menelepon Sally anak gadis nya.
***************
Di Australia
Sally yang saat ini sudah ada di dalam apartment nya karena sudah larut malam.
Di Indonesia sekarang menunjukkan pukul 8 malam. Sedangkan di Australia sudah pukul sekitar 11 malam.
ttriinggg....
__ADS_1
ttriinggg....
ttriinggg....
"Haduhhh siapa sih telepon malam-malam begini. Mengganggu tidur ku saja.", ucap Sally kesal karena tidur nya terganggu
"Halloooo.... Siapa sih ini? Gatau apa ya udah malam begini masih telepon aja.", ucap Sally tanpa melihat siapa yang menelepon
"Halloooo Sally..... Kamu berani marah-marah sama mama????"
Sally yang sedang mengantuk dengan mata terpejam tiba-tiba langsung membuka mata nya dan melihat siapa yang telepon. "Mom"
"Ehh hallo mom, maafkan aku. Aku sudah tidur tadi. Aku sangat mengantuk mom."
"Mam mom mam mom.", jawab Mama Karin ketus karena kesal dengan Sally
"Maaf ma. Lagian kenapa mama menelepon malam-malam begini."
"Ini baru jam delapan sayang. Masa kamu udah tidur sih."
"Maa!!!! Disini itu sudah jam sebelas lebih ma."
"Astagahh mama lupa kalo beda waktu nya. hehehe"
"Mama itu ya, dari dulu error terus"
"Heh kamu berani ngatain mama error"
"Emang benar ma. Aku bicara kenyataan nya."
Sally yang dari tadi menahan ketawa dan mengantuk nya karena bicara dengan mama nya. Mama Karin terlewat lola. Untung saja mama Karin tidak bertanya sally ada dimana dan kenapa belom pulang seperti seminggu pertama ketika Sally baru tinggal di Australia.
"Sudah sudah. Mama mau tanya. Apa kamu tau kalo kaka mu itu sudah punya pacar??"
"Sudah ma."
"Astagah.... Kenapa hanya mama yang belum tau sih??"
"Karena mama ga pernah nanya. Maka nya gatau. hahaha."
"Ahh sudah lah. Mama tutup telepon nya."
Setelah menutup telepon dari mama Karin, Sally hanya ketawa kecil mengingat tingkah mama nya yang super lola itu, namun orang yang sangat ia rindukan.
__ADS_1
Sally memutuskan untuk melanjutkan tidur nya yang terganggu tadi karena telepon dari mama Karin.
.....................