
Setelah duduk di kursi yang sudah di sediakan. Celine pun membuka pembicaraan.
"Sayang, ada apa ini sebenarnya?", tanya Celine
"Ini kejutan untuk mu sayang.", ucap Steven
"Untuk apa? Bahkan aku sedang tidak ulang tahun.", ucap Celine
"Sudah sebaiknya kita makan dulu. Lihatkan makanan ini sudah ada di meja. Nanti keburu dingin jadi tidak enak.", ucap Steven mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah.", ucap Celine karena memang perut nya pun sudah lapar.
"Apa makanan nya enak?", tanya Steven
"Iya, makanan nya sangat enak.", ucap Celine sambil tersenyum.
Mereka menikmati makan malam romantis mereka. Hingga ketika mereka sudah selesai makan makanan mereka. Datang lah seorang pelayan.
"Ini hidangan penutup nya tuan dan nona.", ucap pelayan sambil meletakkan piring yang di beri tutup ke atas meja.
Celine pun hanya tersenyum dan memandang Steven dengan bingung. Mereka pelayan memperlakukan nya dengan begitu spesial.
Setelah pelayan itu pergi. Steven membuka tutup piring itu. Celine pun makin di buat terkejut oleh nya.
Sebuah kotak kecil berwarna merah ada di atas piring tersebut.
Steven pun mengambil kotak merah itu lalu berlutut di samping Celine
"Sayang kamu ini apa-apaan. Sudah bangun lah. Aku malu.", ucap Celine karena merasa tidak enak di perhatikan pengunjung yang lain.
Steven pun segera membuka kotak berwarna merah itu.
__ADS_1
Tampaklah sebuah kalung yang indah dengan ada sebuah cincin di kalungkan di kalung tersebut.
Celine yang melihat nya hanya bisa membuka mulut nya karena terkejut.
"Sayang ini untuk mu.", ucap Steven
"Untuk apa sayang? Ini terlalu berlebihan dan terlalu indah untuk ku.", jawab Celine
"Tidak ada kata terlalu berlebihan dan terlalu indah untuk seorang yang cantik paras nya dan juga cantik hati nya.", ucap Steven.
Celine makin terkagum dengan perlakuan Steven.
"Apa kamu mau menjadi pacar ku dan menjaga hatimu hanya untuk ku selamanya?", ucap Steven
"Hei bahkan aku sudah menjadi pacar mu.", ucap Celine
"Aku belum menembakmu dengan cara yang romantis kala itu. Biarkan aku mengulang nya.", ucap Steven
Steven pun mengalungkan kalung itu di leher Celine. Sebagai pengikat bahwa Celine sejauh apapun mereka berpisah, mereka akan tetap terikat.
Dan cincin yang ada di kalung itu nanti nya akan menjadi cincin lamaran mereka.
Steven sudah menyiapkan nya sedemikian rupa indah.
Belum sampai situ, bahkan di tepi pantai tiba" nyala lah semua lampu yang berlambangkan love disana.
Celine pun makin di buat terkesima oleh nya.
Kejutan demi kejutan yang di berikan Steven. Hal yang tidak akan pernah Celine lupakan.
Setelah acara makan malam selesai, tiba lah di saat dimana Steven akan menceritakan tentang melanjutkan study nya ke Inggris.
__ADS_1
Steven menggenggam tangan Celine yang ada di depan nya. Perasaan nya sekarang campur aduk. Ada rasa senang karena moment tadi, ada rasa sedih karena harus meninggalkan pacar nya.
"Sayang, ada yang ingin aku bicarakan.", ucap Steven
"Ada apa lagi sayang? Sudah cukup hari ini kamu membuat ku terkejut berkali-kali.", kata Celine masih dengan senyum nya.
"Ini hal yang berbeda.", ucap Steven dengan wajah yang sudah berubah serius.
"Ada apa?", tanya Celine yang sudah mengerti seperti nya ada hal penting yang ingin Steven sampaikan.
"Aku harus pergi ke Inggris.", ucap Steven
"Apa? Kapan? Berapa lama?", tanya Celine yang terkejut lagi dan melepaskan tangan nya dari tangan Steven.
"Aku akan melanjutkan study ku ke Inggris. Papa menyuruhku untuk pindah kesana.", kata Steven
"Tapi.... Kita baru saja berpacaran, dan sekarang aku harus berpisah dari mu.", ucap Celine yang mulai tidak bisa menahan air mata nya.
"Aku tak akan lama, ini juga mimpi ku dari dulu, bisa kuliah di Inggris. Tapi aku janji aku tak akan lama sayang.", ucap Steven sambil mengelus pipi mulus Celine yang sudah basah akibat air mata yang jatuh.
"Tapi kita akan saling berjauhan.", kata Celine
"Ingat kalung ini? Ini adalah pengikat antara aku dan kamu. Aku akan kembali kesini untuk melamar mu.", kata Steven.
"Aku tau, tapi aku belum siap.", kata Celine yang sudah meneteskan air mata nya.
"Aku hanya sebentar disana. Setelah kuliah ku selesai, aku akan kembali kesini secepatnya. Aku akan menyelesaikan kuliahku kalau bisa hanya tiga tahun.", ucap Steven
Celine masih dengan pikiran nya, tiga tahun bukan lah waktu yang sebentar untuk sepasang kekasih. Berjauhan bukan hanya satu kota, namun beda negara bahkan beda benua.
Apalagi mereka baru berpacaran belum sampai enam bulan, tapi mereka sudah harus saling berpisah.
__ADS_1
πΈπΈπΈπΈπΈ