
Ka Axel tak henti nya mencari keberadaan Steven dan orang tua nya. Bahkan ia mencari secara langsung ke negara yang berada di sekitar perairan tersebut dimana pesawat tersebut jatuh.
Siapa tau Steven dan orang tua nya di temukan oleh warga sana atau ia sempat berenang dan di temukan oleh kapal asing yang sedang lewat. Yaa... itu harapan nya...
Rasa nya ia sungguh tidak sanggup melihat adik nya seperti itu. Tubuh nya semakin kurus karena tidak mau makan. Bahkan nilai nya banyak yang turun karena tidak konsen dalam belajar padahal ini kelas dua belas yang menentukan mereka lulus dari sekolah atau tidak.
Sebisa mungkin Axel akan mencari Steven untuk mengembalikan senyuman adik nya yang sudah hilang itu.
*****
Sebulan dua bulan tiga bulan hingga satu tahun lama nya. Mereka masih belum mendapat kabar tentang keberadaan Steven dan orang tua nya.
Kedua gadis itu rasa nya sudah pupus harapan. Apalagi Sally yang sekarang hanya sebatang kara, walaupun masih mempunyai saudara dan om tante, ia merasa tidak sedekat dengan keluarga Celine.
Ia pun memutuskan untuk terus ikut bersama keluarga Celine di Indonesia. Keluarga Celine pun tidak keberatan akan hal itu, justru senang karena ada teman yang menjadi saling penghibur dan penguat di antara dua gadis itu.
Celine pun sama hancur nya dengan Sally, walaupun Sally merasakan hancur yang lebih besar karena ia kehilangan keluarga nya, bukan cuma satu namun ketiga nya.
Hari demi hari mereka lalui bersama. Hingga akhir nya Celine pun sudah menamatkan sekolah nya. Ia bisa lulus dengan nilai yang baik walaupun tidak semaksimal biasa nya.
Sally pun sekarang duduk di kelas dua belas karena hanya beda satu tahun dengan Celine. Sedangkan ka Axel sudah memasukk semester akhir dan sedang mengerjakan tugas skripsi nya.
Celine sudah menentukan pilihan nya untuk tetap kuliah di Indonesia karena harapan nya untuk kuliah ke Inggris pun sudah tak ada karena nyata nya Steven pun tak sampai kesana.
Perusahaan papa Andrew pun masih tetap berjalan dengan baik walaupun banyak mengalami penurunan. Karena hanya di olah oleh beberapa orang penting yang ada di dalam perusahaan.
Untuk sementara waktu perusahaan itu juga di alihkan sementara kepada adik dari papa Andrew yang ada di Singapura. Tadi nya Sally di ajak untuk ikut dengan keluarga adik papa nya itu, namun Sally tidak mau.
Memang perusahaan masih berproduksi, namun sangat banyak karyawan yang merasa kehilangan dengan kejadian tersebut. Membuat para karyawan pun sudah tak bersemangat untuk bekerja.
Ka Axel pun sedikit demi sedikit sudah mulai belajar dan menjadi wakil dari CEO yaitu papa nya sendiri. Karena kelak ka Axel lah yang harus meneruskan perusahaan papa nya tersebut.
Celine pun sudah mengambil jurusan bisnis untuk ikut membantu kakak nya. Lagipula untuk sedikit melupakan tentang Steven. Walaupun tak pernah bisa.
Sedangkan Fanny kuliah di tempat yang sama dengan Celine namun hanya berbeda jurusan. Fanny hanya mengambil jurusan ekonomi yaitu akuntansi.
Selama pencarian Steven, Fanny selalu membantu ka Axel dan ikut kemana pun ka Axel pergi untuk mencari keberadaan Steven.
Hubungan mereka pun juga terlihat semakin dekat, walaupun mereka juga belum berpacaran. Karena pada prinsip nya ka Axel akan memulai menata hidup percintaan nya ketika melihat adik nya sudah bahagia. Dan Fanny pun mengerti akan hal itu.
Fanny pun hanya menyukai ka Axel dalam diam karena ia tidak mempunyai keberanian itu untuk mengutarakan perasaan nya kepada ka Axel.
Sally yang saat ini berada di Indonesia pun membuat hubungan nya dengan George agak sedikit meregang. Karena Sally juga masih berfokus dengan kehilangan keluarga nya.
__ADS_1
Namun tak jarang George datang ke Indonesia hanya untuk menemui Sally di rumah Celine. Ia juga terkadang mengajak Georgia pergi bersama nya.
George tetap menetap di Australia, karena bagaimana pun memang keluarga nya berada disana. Hanya mungkin setahun tiga sampai lima kali ia datang ke Indonesia. Namun ia masih tetap keep contact dengan Sally.
Hidup mereka sedikit demi sedikit sudah lebih membaik, walaupun sudah seperti tak ada warna di hidup mereka.
Celine sudah sedikit melupakan hal itu dengan di sibukkan dengan tugas tugas kuliah nya dan sembari membantu kakak nya di perusahaan.
Sally pun juga sekarang sudah mempunyai beberapa teman di sekolah nya. Bahkan sekarang pun Sally bisa berteman dengan Mona. Yaa... Celine pun juga sudah mengetahui hal itu dan tak mempermasalahkan nya.
Sementara Rico dan Danny yang adalah sahabat dari Steven pun begitu sangat terpukul mendengar kabar berita tersebut. Bahkan mereka pun bingung harus mencari kemana.
Bahkan mereka meneliti wilayah tersebut sampai berkali kali agar benar benar bisa mencari keberadaan dari Steven dan keluarga nya.
Rico dan Danny pun masih memantau keadaan Celine dari jauh. Ia pun juga ikut kuliah di tempat kuliah yang Celine tempati sekarang agar masih bisa mengawasi Celine dalam diam.
*****
Celine yang saat itu sedang berada di kampus nya pun sedang makan siang dengan Fanny karena kebetulan mereka ada jadwal yang sama di hari yang sama.
Masih terlihat kosong tatapan mata Celine. Fanny bisa melihat jelas itu.
"Cel. Kita mau makan apa?", tanya Fanny membuyarkan lamunan Celine
"Eh Iya fan. Makan apa saja boleh Fan. Aku ikut dengan mu saja.", ucap Celine datar
Fanny segera bangkit dari duduk nya dan segera memesan makanan untuk mereka berdua. Ia memesan dua porsi nasi goreng special dengan telor ceplok namun yang satu tidak memakai udang. Ya.. itu untuk Fanny yang alergi dengan udang. Dan tak lupa Fanny juga memesan dua buah air mineral.
Setelah membayar di kasir, Fanny pun kembali ke tempat duduk yang dilihat nya lagi dan lagi Celine sedang melamun.
"Cel. Aku sudah memesan nasi goreng special kesukaan mu.", ucap Fanny.
Namun Celine masih belum mendengar dan masih larut dalam lamunan nya. Selama setahun Celine masih saja tidak bisa melupakan hal itu. Bahkan rasa nya lebih sakit di banding kan dengan sakit hati nya beberapa tahun yang lalu itu.
"Cell.", panggil Fanny lagi sambil menggoyang kan lengan Celine
Seketika lamunan Celine pun tersadar.
"Eh Iya Fan. Maaf. Tadi kamu bicara apa?", ucap Celine lirih
"Bukan apa-apa. Apa kamu masih memikirkan kejadian itu?", tanya Fanny lagi sambil menggenggam tangan Celine
Celine diam dan menatap kosong arah lain.
__ADS_1
Fanny tau akan jawaban itu. Ia belum bisa melupakan Steven. Mungkin kalau Steven punya wanita lain atau apa akan sedikit lebih mudah untuk melupakan laki-laki itu.
Namun yang terjadi tidak lah semudah itu. Saat masih sayang sayang nya, justru laki-laki yang ia cintai mengalami kecelakaan dan hilang entah dimana. Bahkan kalau memang ia meninggal pun, ia tidak bisa menemukan dan melihat jasad nya untuk terakhir kali. Sungguh ironis memang.
Namun ini lah yang terjadi dengan kehidupan Celine. Pertama sakit hati di tinggal laki-laki yang ternyata sudah punya istri dan anak. Dan sekarang ia kehilangan pacar nya yang entah ada dimana atau bahkan sudah tak ada di dunia ini lagi.
"Celine. Kamu jangan terus terusan seperti ini. Kasihan mama dan papa kamu. Begitu juga ka Axel. Mereka sangat sedih melihat kamu murung setiap hari seperti ini. Bahkan seperti jiwa mu sudah tak ada di sini.", ucap Fanny sedih
"Disini masih ada banyak orang yang menyayangi mu Celine. Kamu masih punya keluarga yang lengkap. Kamu tidak boleh terus menerus seperti ini. Kemana Celine ku yang dulu selalu ceria? Yang selalu berpikiran positif. Aku bahkan sudah tidak bisa mengenali mu lagi cel.", ucap Fanny lirih
Celine menatap Fanny dalam dan menitikkan air mata. Begitu sakit rasa nya. Ia bahkan tidak sadar bahwa selama ini keluarga nya selalu sedih dan terluka melihat Celine yang seperti sudah tak punya harapan hidup.
Ia hidup dan bergerak namun seperti tak mempunyai jiwa nya lagi.
"Kamu bahkan jauh lebih beruntung di banding Sally, Cel. Ia sudah benar benar kehilangan keluarga nya. Yang sama sekali tidak bisa ia lihat lagi. Namun dia tetap bisa kuat. Karena dia tau masih ada yang sayang dengan nya, yaitu keluarga mu Celine. Keluarga mu juga sangat menyayangi Sally. Apalagi kamu yang masih mempunyai keluarga yang lengkap?", ucap Fanny lagi
Air mata Celine semakin deras di buat nya. Rasa nya sudah cukup selama satu tahun ini ia meratapi kesedihan nya. Mungkin ini sudah waktu nya ia bangkit lagi dan kembali menjadi Celine yang dulu, yang penuh dengan keceriaan yang selalu di tunggu tunggu oleh keluarga nya.
Fanny menghapus air mata di pipi Celine.
"Sudah jangan menangis lagi. Aku sangat menyayangi mu.", ucap Fanny
Celine pun menghapus sisa air mata di ujung mata nya. Dan menampilkan sedikit senyuman nya yang telah lama hilang.
Ia akan berusaha untuk kembali menjadi diri nya sendiri dan tidak mau terlalu lama larut dalam kesedihan nya karena hal itu juga sangat tidak baik untuk kesehatan nya.
Bahkan sekarang tubuh nya juga terlihat semakin kurus karena sudah jarang makan dan tak terawat.
Ia sudah bertekad dalam hati nya untuk menjadi lebih baik lagi.
"Terima kasih Fan. Kamu memang sahabat terbaik ku.", ucap Celine tersenyum lirih
πΈπΈπΈπΈπΈ
.
.
.
Hai teman jangan lupa like & vote nya ya. Thankyou. ππ
.
__ADS_1
.
.