
Celine dan Fanny langsung menuju bioskop untuk melihat film apa saja yang sedang tayang di bioskop dan segera memesan semua tiket dari setiap film yang ada di bioskop tersebut.
Fanny sedikit berhasil mengecoh Celine supaya tidak fokus dengan ponsel nya. Mereka pun membeli banyak popcorn dan minuman karena mereka akan banyak menonton film.
Melihat Celine bisa melupakan sejenak ketika menunggu kabar dari Steven, membuat Fanny agak sedikit lega. Namun tidak hati nya yang masih tidak tega bila Celine mengetahui hal yang sebenarnya.
*****
Di sisi lain
Ka Axel sudah sampai di bandara dan mencari informasi terakurat tentang kecelakaan tersebut. Apa benar pesawat yang di tumpangi Steven dan orang tua nya sama dengan yang ada di berita.
Pihak maskapai penerbangan pun sedang menyelidiki posisi dimana kecelakaan dan hilang nya pesawat tersebut. Karena tiba-tiba pihak pusat tidak bisa menghubungi pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut.
Pihak pusat pun sebenarnya sudah melarang pesawat tersebut untuk terbang karena ada kesalahan teknik yang mungkin akan berbahaya bila tetap terbang jauh.
Namun karena banyak nya penumpang dan penumpang pun sudah masuk ke pesawat, membuat Kapten tetap untuk terbang. Karena di pikir sebelum terbang tadi pesawat tersebut sudah di cek kembali dan tidak ada masalah yang berarti.
Setelah mencari dimana keberadaan black box di dalam pesawat, akhir nya pesawat itu di temukan di suatu koordinat.
Para penyelamat pun segera menuju kesana. Helicopter pun sudah lebih dulu menuju lokasi tersebut untuk mengambil gambar dari ketinggian apa benar pesawat tersebut ada di lokasi tersebut.
Dari atas terlihat lah puing puing sisa pesawat berserakan di permukaan air laut. Tim penyelamat pun segera melakukan evakuasi secepatnya dan memberi info tentang kecelakaan tersebut.
Dan benar saja, pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut adalah pesawat yang di tumpangi oleh Steven dan orang tua nya.
Sontak ka Axel pun terkejut mendengar informasi tersebut. Ka Axel langsung menghubungi papa Thomas dan memberi tau kebenaran nya.
Ka Axel langsung pulang menuju rumah nya.
Sesampainya di rumah, mama Gladys tak berhenti menangis mengetahui kabar tersebut. Ia benar benar tidak tau apa yang akan terjadi dengan Celine nanti nya bila ia mengetahui hal itu.
Papa Thomas hanya bisa menenangkan mama Gladys sembari mencari kabar terbaru soal kecelakaan tersebut.
Apakah ada penumpang yang selamat? Apakah Steven dan orang tua nya selamat??? Entah lah mereka masih belum mendapat informasi terbaru.
Ka Axel pun berusaha untuk menghubungi Sally secepatnya, karena bagaimana pun ia adalah keluarga nya.
Padahal tadi papa Thomas sudah melarang untuk memberi tau kepada Sally, karena takut Sally shock dan tidak ada siapapun disana.
Namun memang Sally berhak tau semua nya. Namun ka Axel tidak memberi tau secara rinci kalau kakak nya dan orang tua nya kecelakaan.
Ka Axel hanya memberi info bahwa keluarga nya mengalami musibah sekarang dan meminta Sally untuk segera pulang ke Indonesia.
Sally pun tak pikir panjang ia langsung memesan tiket pesawat untuk pulang ke Indonesia hari itu juga.
Sally yang saat itu sedang makan siang dengan George pun akhir nya langsung pergi.
"Sally, kamu mau kemana?", tanya George
"Aku harus kembali ke Indonesia. Keluarga ku sedang terkenal musibah.", ucap Sally panik
__ADS_1
"Apa? Keluarga mu kenapa Sally?", tanya George lagi
"Aku tidak tau pasti nya kenapa. Cuma aku di kabari oleh ka Axel bahwa keluarga ku sedang terkena musibah. Aku harus secepatnya pulang George. Aku takut terjadi apa-apa dengan keluarga ku.", ucap Sally yang mulai panik dan tak kuasa menahan air mata nya.
"Sudah kamu jangan menangis dulu. Aku akan menemani mu ke Indonesia.", ucap George sambil memeluk Sally.
Sally dan George pun segera pulang. Sally dengan sigap nya langsung memesan tiket pesawat untuk pulang. Setelah nya ia langsung mengepak semua baju-baju dan kebutuhan yang harus ia bawa.
Setelah mendapat tiket pesawat, ia pun memberi tau kepada George.
Sore hari nya George langsung menjemput Sally untuk segera ke bandara.
Selama perjalanan Sally terus menghubungi Steven dan orang tua nya. Namun sama sekali tidak ada jawaban, bahkan hp nya mati.
Sally semakin cemas karena keluarga nya tidak ada yang bisa di hubungi. Air mata nya tak berhenti mengalir di kedua pipi nya.
George pun bingung harus bagaimana, karena ia juga tidak begitu tau tentang Indonesia. George hanya bisa menenangkan Sally semampu nya.
Pesawat yang mereka tumpangi ke Indonesia pun sudah lepas landas. Sally masih saja menangis dan tidak tenang.
Sally dan George sampai di Jakarta sudah tengah malam. Ia berniat untuk langsung menuju rumah nya.
Namun kala itu ka Axel sudah menunggu di airport karena sebelum pergi tadi Sally sudah memberi tau kepada ka Axel.
Sally dan George pun ikut dengan ka Axel ke rumah nya.
"Ka, kenapa kita tidak ke rumah ku?", tanya Sally
"Memang nya ada apa kak? Kemana orang tua ku dan ka Steven?", tanya Sally lagi yang sudah berderai air mata
"Nanti aku akan menjelaskan nya pada mu. Tapi kamu harus ikut ke rumah kakak terlebih dahulu.", ucap Ka Axel
George dan Sally pun hanya mengikuti apa kata ka Axel.
Setiba nya di rumah Axel. Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah. Di ruang tamu sudah ada mama Gladys dan papa Thomas yang menyambut mereka dengan wajah sangat sulit untuk di artikan oleh Sally.
"Malam om, tante. Sebenarnya ada apa ini tante? Kenapa aku kesini? Kenapa tidak ke rumah ku? Dimana keluarga ku? Dimana ka Steven tante? Dimana?", tanya Sally sambil menggoyangkan tangan mama Gladys sambil menangis
Mama Gladys pun sudah tak sanggup menahan air mata nya lagi karena melihat rawut wajah Sally yang sudah sangat sedih.
Mama Gladys pun memeluk Sally dengan erat.
"Kamu yang sabar ya sayang.", ucap mama Gladys
"Memang nya ada apa tante? Kasih tau aku tante.", ucap Sally menangis
"Mama dan papa mu sayang.", ucap mama Gladys terpotong
"Kenapa mama dan papa ku tante?", tanya Sally melepaskan pelukan nya.
"Ada apa dengan mereka tante? Jelaskan!!!", teriak Sally yang sudah tak mampu menahan nya lagi
__ADS_1
Mama Gladys pun sudah tak sanggup berbicara lagi dan memeluk papa Thomas.
Papa Thomas menyuruh ka Axel untuk mengantarkan mama nya kembali ke kamar.
Sedangkan papa Thomas mengajak Sally dan George untuk duduk di sofa terlebih dahulu. Sebelum menjelaskan semua nya.
Setelah mengantarkan mama nya ke kamar, ka Axel kembali ke depan menghampiri papa nya. Papa Thomas menjelaskan semua nya dari awal hingga akhir tanpa terlewat sedikit pun.
Sally terkujur lemas tubuh nya seakan tidak mempunyai tulang. Ia jatuh ke lantai. Air mata nya mengalir begitu deras.
George dan ka Axel membantu Sally untuk duduk kembali ke sofa.
Namun rasa nya Sally sudah tidak sanggup mendengarkan lebih jauh hingga ia tidak sadar kan diri.
George pun menggendong Sally, Ka Axel menunjukkan dimana kamar Celine berada dan segera meletakkan Sally di tempat tidur di sebelah Celine.
Mama Gladys yang mendengar keributan pun keluar kamar dan terlihat sedang ada orang di kamar Celine. Ia pun menuju kamar anak nya tersebut.
Mama Gladys melihat ada Axel dan juga George sedang berdiri di samping Sally yang tidak sadarkan diri.
"Ada apa dengan Sally, Axel?", tanya mama Gladys
"Dia tak sadar kan diri tadi ma.", ucap Axel.
Mama pun duduk di samping Sally sambil mengelus kepala gadis itu.
"Kasihan sekali kamu nak. Bahkan kamu tidak tau dimana keluarga mu berada. Kami akan mencari nya semampu kita.", gumam mama Gladys
Mereka bertiga pun keluar dari kamar Celine supaya Sally pun dapat beristirahat.
Sedangkan di depan, mama Gladys, papa Thomas, Axel dan George mencari cara bagaimana menemukan keluarga nya Sally.
Tak henti nya Axel menanyakan perkembangan dari kecelakaan tersebut.
Namun karena hari sudah sangat larut, mereka pun memutuskan untuk beristirahat.
πΈπΈπΈπΈπΈ
.
.
.
Hai teman, jangan lupa like & vote nya ya. Thankyou ππ
.
.
.
__ADS_1