
Setelah beberapa hari, Celine masih juga enggan untuk menemui Steven pacar nya itu. Hati nya belum siap untuk mendengar alasan nya.
Steven pun sama kalut nya karena Celine yang tak mau mendengar penjelasan nya, bahkan untuk bertemu pun Celine tak mau.
Sehari sesudah kejadian itu, Steven menyuruh Danny dan Rico untuk menyelidiki kejadian itu. Apa yang terjadi sebenarnya.
Steven sudah menemukan bukti-bukti bahwa kejadian itu sebenarnya adalah rencana dari Mona dan juga Jacob.
Namun Celine masih juga tidak mau mendengar penjelasan dari Steven.
Bahkan rencana untuk bertemu dengan kedua orang tua Steven pun batal karena Celine tak kunjung mau bicara dengan Steven.
Sepulang sekolah, Celine dan Fanny menuju gerbang sekolah. Ketika melihat Celine sudah di jemput dengan kaka nya, Steven memutuskan untuk menemui Fanny. Karena untuk saat ini mungkin Fanny lah harapan satu-satu nya.
"Fan, bisa Kita bicara sebentar?", tanya Steven sopan
"A..ada perlu apa ka?", ucap Fanny gugup karena Steven datang secara tiba-tiba
"Kita bicara disana.", ucap Steven sambil menunjuk ke suatu tempat yang lebih sepi
"Apa yang ingin di bicarakan ka?", tanya Fanny
"Kejadian minggu lalu, semua adalah rencana Mona dan Jacob.", ucap Steven datar
Mendengar ucapan Steven, Fanny sangat terkejut
"Apa???", ucap Fanny yang terkejut dan langsung menutup mulut nya dengan tangan nya
"Maksud kaka apa?", tanya Fanny lebih pelan
"Jacob menyukai Celine dan Mona menyukai ku.", ucap Steven
__ADS_1
"Apaaa????", lagi-lagi Fanny berteriak.
Spontan Fanny langsung menutup mulut nya
"Maaf ka. Aku hanya terkejut. Mana mungkin seperti itu? Jacob tidak mungkin menyukai Celine. Kamu bersahabat sudah lama ka.", ucap Fanny
"Aku punya semua bukti nya. Bahkan yang menyebarkan foto-foto ku dulu dengan Celine adalah orang suruhan Jacob.", kata Steven
"Hahh???", lagi-lagi Fanny tak kalah terkejut nya
"Aduh kenapa aku tidak bisa mengontrol suara dan emosi ku.", kata Fanny dengan suara kecil nya mengutuki diri nya karena sudah tiga kali berteriak karena terkejut.
"Maaf ka.", ucap Fanny sambil menundukkan kepala nya
"Dan kejadian kemarin adalah ulah mereka berdua. Mona sengaja jatuh di depan ku dan membuatku dekat dengan nya, lalu Jacob mendokumentasikannya dan mengirimkan nya ke Celine. Dan juga saat di UKS, aku rasa Celine melihat ku ketika Mona memegang tangan ku.", ucap Steven menerangkan.
"Astagah. Berarti Celine sudah salah paham. Lagi pula apa yang sudah di lakukan Jacob dan Mona sudah keterlaluan.", ucap Fanny
"Apa yang bisa aku lakukan ka?", tanya Fanny
"Aku hanya perlu kamu menjelaskan kepada Celine bahwa ini salah paham dan bisa kah kau membuatnya supaya is mau bertemu dengan ku?", tanya Steven
"Oke akan aku coba ka. Secepatnya aku akan mengabari kaka.", kata Fanny
"Terima kasih Fan, aku sangat mengandalkan mu sekarang.", ucap Steven
"Sama-sama ka. Aku juga sebenarnya tidak mau Celine seperti ini. Celine sangat terpukul dan trauma.", kata Fanny
"Apa kata mu? Trauma?", tanya Steven
"Iya ka, trauma masa lalu nya ka. Maka nya dia takut untuk jatuh cinta lagi.", kata Fanny namun Fanny enggan untuk menjelaskan secara rinci karena itu bukan ranah nya.
__ADS_1
"Trauma apa?", tanya Steven lagi penasaran
"Maaf ka aku tidak bisa menjelaskan nya pada kaka. Karena itu bukan kewajiban ku ka.", kata Fanny sopan
"Oke tak apa. Makasih ya Fan.", ucap Steven lagi.
Setelah membicarakan hal itu, Fanny dan Steven langsung pulang ke rumah nya masing-masing.
trauma?
Celine memiliki trauma apa di masa lalu nya??
sampai kejadian ini saja membuat nya menangis seperti itu
apa segitu besar trauma yang di alami nya?
"Aku harus menjelaskan hal ini secepatnya kepada Celine dan aku juga ingin tau sebenarnya trauma apa yang ia pernah alami.", ucap Steven sendiri dalam mobil nya.
**********
Di rumah Celine
"Sayang, kamu kenapa? kok muka kamu Kaya abis nangis? ada masalah apa? cerita sama mama nak.", ucap mama Gladys ketika melihat mata anak nya sembab
"Aku gapapa ma.", ucap Celine
"Kamu tuh anak mama, bibir kamu mungkin bisa bilang gapapa, tapi mata kamu ga bisa bohong nak. Cerita sama mama.", ucap mama Gladys lagi sambil mengelus kepala Celine
tak terasa air mata sudah meluncur dari ujung luar mata nya dan membasahi pipi nya yang mulus.
Mama yang mengerti keadaan anak nya saat ini hanya memeluk nya tanpa berbicara. Biarkan anak nya tenang terlebih dahulu, setelah nya pelan-pelan ia akan mengajak anak nya berbicara.
__ADS_1
.................