Cinta Yang Hilang & Kembali

Cinta Yang Hilang & Kembali
Eps 81. Gaun


__ADS_3

Di kediaman Celine


Celine yang berada di dalam kamar nya, ia sedang merebahkan tubuh nya di atas ranjang nya. Menatap langit-langit kamar nya sambil melamun.


Lega rasa nya selama satu tahun belajar akhir nya ia bisa menyelesaikan ujian sekolah nya dan tahun depan ia akan naik ke kelas dua belas.


Begitu banyak lika liku yang ia hadapi selama satu tahun itu. Ada yang menyenangkan, ada pula yang menyedihkan. Mulai dari bertemu dengan Steven, menjadi pacar nya, di labrak Jesslyn, juara lomba kelas, berkenalan dengan Sally, liburan ke Bali dan sebagainya.


Tapi ada satu hal yang mengganjal di pikiran nya. Ya... Kepergian Steven nanti ke Inggris. Seperti nya ia belum bisa untuk berhubungan jarak jauh dengan Steven.


Tapi apa mau di kata? Semua demi masa depan bersama. Lagipula Celine masih lah pacar bukan istri yang bisa ikut kemana pun suami pergi.


Entah bagaimana nanti rasa nya bila harus berjauhan, tidak bisa bertemu secara langsung walaupun masih bisa melakukan video call. Namun tidak sebebas seperti bertemu secara langsung.


Dan lagi dengan perbedaan waktu yang lumayan jauh. Perbedaan waktu 6 jam dimana Indonesia lebih dulu di banding Inggris.


Itu semua masih menjadi beban pikiran Celine.


Sama hal nya dengan Steven. Ia pun sudah berusaha supaya ia bisa kuliah di Indonesia, namun papa Andrew tetap ingin Steven kuliah di Inggris. Dan keputusan itu tidak bisa di ganggu gugat.


*****


Kala itu, Steven yang mendapat tugas untuk mencari donasi pun sudah dapat menyelesaikan tugas nya dengan baik.


Ia juga sudah mengumpulkan hasil donasi nya kepada pihak sekolah.


Hari berganti hari.


Dua hari lagi akan diadakan acara Promnight di salah satu hotel yang ada di Jakarta.


Semua para murid dan guru pun sudah melakukan persiapan dengan baik. Mulai dari dekorasi ballroom hotel, catering dan lain sebagainya.


Para siswa dan siswi kelas dua belas juga tidak lupa mempersiapkan pakaian mereka. Para wanita di wajibkan mengenakan party gown dan para laki-laki memakai kemeja lengan panjang, celana panjang, dan tak lupa jas.


Acara akan dilaksanakan pada hari Sabtu malam.


Sore itu Jesslyn dan teman-teman nya memutuskan untuk pergi ke sebuah mall.


"Vi, hari ini kita cari party gown ya untuk acara Promnight.", ucap Jesslyn dalam telepon


"Oke Jes, kita mau ke boutique mana?", tanya Viona salah satu sahabat Jesslyn


"Boutique biasa aja yang ada di mall A.", ucap Jesslyn


"Oke oke.", jawab Viona.


"Jangan lupa kasih tau Gisell untuk langsung kesana.", ucap Jesslyn.


"Oke Jess.", ucap Viona.


Mereka pun mengakhiri percakapan dalam telepon tersebut.


Jesslyn pun bersiap-siap untuk pergi ke boutique untuk mencari party gown untuk acara bersama teman-teman nya.


Tak berselang lama Jesslyn pun pergi menuju mall yang di tuju untuk bertemu dengan teman-teman nya.

__ADS_1


Sesampainya di mall, Jesslyn langsung menuju boutique yang termasuk mahal.


"Jess.", panggil Viona


"Vi. Kamu sudah sampai. Dimana Gisel?", tanya Jesslyn


"Sebentar lagi dia akan tiba. Tadi dia bilang lagi parkir mobil.", ucap Viona.


"Oke kita langsung pilih-pilih gown saja biar ga lama.", ucap Jesslyn.


Mereka berdua pun memilih-milih party gown sambil menunggu Gisel datang.


"Jes, Vi. Maaf aku lama. Tadi agak macet.", ucap Gisel pada Jesslyn dan Viona yang terlihat sedang memilih gaun.


"Iya gapapa. Ayo kamu pilih cepat.", ucap Jesslyn


Mereka bertiga mencari dan memilih party gown yang sekiranya cocok untuk di badan mereka masing-masing.


Mencoba nya satu persatu hingga tak sedikit gaun yang tergeletak di sofa ruang ganti.


Pelayan pun sudah memberikan banyak pilihan party gown pada mereka bertiga, bahkan pelayan pun sampai pusing melihat mereka bertiga yang tak berenti berbicara.


Hampir dua jam mereka bertiga memilih party gown, hingga akhirnya mereka bertiga sudah mendapatkan gaun malam yang cocok untuk masing-masing.


Jesslyn memutuskan untuk membeli party gown dengan bahan sateen panjang menjuntai hingga ke lantai dengan warna merah maroon dengan model v neck di bagian dada yang cukup rendah dengan tali kecil di bagian pundak nya.


Perpaduan yang sangat indah untuk Jesslyn yang memiliki tubuh yang tinggi dan kulit yang putih.


Jesslyn membayar semua tagihan gaun tersebut. Ia membelikan kedua sahabat nya gaun.


Kedua sahabat nya itu sudah terbiasa di belikan barang-barang oleh Jesslyn. Tapi dengan syarat mereka harus menuruti kemauan Jesslyn.


Sekiranya sudah selesai, mereka memutuskan untuk mencari makanan. Sekaligus makan malam.


"Kalian mau makan apa?", tanya Jesslyn


"Aku makan apa juga mau Jess. Asal enak dan banyak.", ucap Gisel sambil tertawa


"Kamu mah di kasih makan apa juga mana pernah nolak, kecuali di suruh bayar.", ucap Jesslyn ketus, Gisel hanya tertawa


"Kamu mau makan apa Vi?", tanya Jesslyn pada Viona


"Gimana kalau kita makan makanan Thailand? Seperti ya enak.", ucap Viona


"Boleh juga. Ayo kita makan disana.", ucap Jesslyn sambil menunjuk salah satu restaurant yang menyediakan makanan khas dari Thailand.


Mereka pun masuk ke restaurant dan memesan berbagai macam makanan khas Thailand itu.


Saat makan bersama, tak sengaja Jesslyn melihat Celine bersama seorang laki-laki makan di salah satu sudut restaurant yang sama.


Tanpa pikir panjang, Jesslyn langsung mengeluarkan hp nya dan memfoto Celine yang sedang makan berdua dengan seorang laki-laki.


"Jess, kamu lagi foto siapa?", tanya Viona


"Itu si Celine. Kamu kenal kan? Pacar nya Steven.", ucap Jesslyn kesal melihat Celine

__ADS_1


"Ohh aku tau dia. Yang cantik itu kan?", ceplos Gisel


Seketika Jesslyn melirik Gisel dengan tatapan yang tajam. Gisel yang bolot pun hanya menunduk dan takut namun tak mengerti.


Viona hanya menyenggol lengan Gisel.


"Apa salah ku?", tanya Gisel polos nya pada Viona dengan berbisik.


"Dia itu saingan nya Jesslyn. Yang mendapatkan Steven. Kenapa kamu bilang dia cantik bodoh??", ucap Viona masih berbisik namun tak kalah kesal.


"Astagah.", ucap Gisel lalu minta maaf pada Jesslyn.


Namun Jesslyn masih memandangi Celine dari kejauhan.


Pikiran licik nya mulai menyusun rencana rencana.


"Sudah, kalian cepat habiskan makanan kalian. Habis ini kita ke salon.", ucap Jesslyn dengan senyum kecil di ujung bibir nya.


Mereka bertiga pun melanjutkan makan hingga makanan habis tak bersisa.


Setelah Jesslyn membayar semua tagihan, mereka hendak berlalu, namun pikiran licik Jesslyn mulai membuat ide baru.


Mereka bertiga menghampiri meja Celine bersama seorang laki-laki.


"Ohh, jadi kalau di luaran kamu punya laki-laki lain?? Bagaimana kalau Steven tau ya kalau pacar nya ini mempunyai selingkuhan di luar?", ucap Jesslyn dengan sinis nya menatap Celine


"Jesslyn. Maksud kamu apa bicara seperti itu?", tanya Celine yang terkejut melihat ada Jesslyn dan teman-teman nya


"Di depan Steven kamu berlaku seperti gadis manis, tapi ternyata kamu punya simpanan laki-laki lain.", ucap Jesslyn lagi


"Hentikan ucapan mu itu!", ucap laki-laki itu yang tak lain adalah ka Axel


Jesslyn memang tidak mengetahui kalau Celine mempunyai seorang kakak laki-laki.


"Sudah lah. Aku mau pergi saja dengan bukti-bukti yang sudah ku kumpulkan. Bye.", ucap Jesslyn lalu berlalu dari sana meninggal kan Celine dan ka Axel sedangkan Viona dan Gisel hanya mengikuti Jesslyn.


puas rasa nya aku sudah memergoki mu Celine


dan aku juga sudah mempunyai bukti-bukti yang akan ku kirim kan pada Steven


dengan begitu akan sangat mudah untukku untuk mendapat kan Steven kembali


🌸🌸🌸🌸🌸


.


.


.


hai teman, jangan lupa like & vote ya. Thankyou


.


.

__ADS_1


.


Maaf ya guys kalau author agak sedikit lama untuk up episode karena ada satu dan lain hal. Mohon di mengerti. Terima kasih. 😊😊


__ADS_2