Cinta Yuma

Cinta Yuma
EPS 1


__ADS_3

Yuma, itulah namanya, bulan ini usianya  25thn. Dia lahir dari keluarga Zhao yang memandang anak perempuan  dengan sebelah mata.


Ayahnya bernama Zhao Wei  dan ibunya bernama Shuwan. Zhao Wei adalah putra terakhir dari keluarga Zhao dan menikah pun seperti itu.


Kehidupan Yuma tidak semulus yang orang bayangkan di luar sana, mereka pikir orang berada seperti dirinya memiliki hidup yang bahagia tanpa tahu bagaimana keadaan yang sebenarnya.


Yuma bukanlah orang yang pandai mengekspresikan sesuatu menyangkut kehidupan pribadinya sendiri, hal seperti itulah yang membuat mereka berfikir jika hidup Yuma sangat beruntung.


Yuma satu-satu nya anak perempuan dari keluarga Zhao, entah takdir atau bagaimana, tapi kedua pamannya tidak memilik seorang putri dan karena itu, keluarga paman nya tidak pernah di kucilkan oleh kakek.


Semuanya membuat Yuma bingung dengan peraturan keluarga besar. Dibandingkan memilih  Yuma, kakek nya sendiri memerintahkan ayahnya dan juga ibu nya untuk mengadopsi anak laki-laki.


Kakek  tahu jika ibunya tidak dapat mengandung kembali, itu di sebabkan beberapa masalah dalam kantung rahimnya dan itu berakibat pada susah nya untuk mengandung.


Kakek Yuma begitu kejam kepadanya, Yuma akan teguh jika orangtuanya mempertahankan perasaan nya tapi itu  tidak terjadi samasekali. Tidak ada pembelaan dari orang tuanya saat sang kakek mengucapkan lebih baik memiliki anak laki-laki  walaupun hasil adopsi dari pada memiliki anak kandung seorang perempuan, hatinya begitu sakit  tersayat-sayat saat orang tuanya tak sedikitpun menatap Yuma kala itu.


Entahlah dari mana pemikiran seperti itu, apa dia tidak berfikir jika istri nya pun seorang perempuan dan menantunya pun seorang perempuan ? bagaimana dia bisa menghina perempuan sedemikian rupa ?! pikirnya bingung.


Yuma telah menyelesaikan studi nya di salah satu universitas bergengsi di Negara itu, di usia yang terbilang muda, dia telah meraih beberapa penghargaan dari keahlian yang di milikinya.


Yuma tidak ada niatan untuk memberitahu keluarganya tentang penghargaan yang dia terima di waktu lalu, karena itu hanyalah hal yang akan sia-sia.


...**...


" Yum, ada apa dengan mu, apa ada masalah ?!"


Tanya Kirei mengagetkan Yuma yang tengah asyik dengan lamunannya sehingga tubuh Yuma terperanjat kaget.

__ADS_1


" Kau ini kebiasaan ! Kika  bicara itu dari depan bukan dari belakang, Kirei !". Protes Yuma sedikit kesal dan reflek menonyor kepala dari teman nya itu.


Kirei adalah satu-satunya teman yang Yuma miliki dan mungkin Yuma telah menganggap nya sebagai seorang saudara.


" Aku baik-baik saja ! Hanya saja aku sedang memikirkan bagaimana dapat memberi kejutan dari kembalinya dia dari luar negeri ". Ujar Yuma sedikit berbohong, tapi hal itu memang sedang Yuma pikir kan juga sebenarnya.


Axel Yu, kekasih Yuma dari awal sekolah menengah sampai sekarang. Yuma, Kirei dan juga Axel selalu bersama kemanapun pergi, menurut Axel tidak baik jika pergi hanya berdua saja dan  Yuma dengan lapangan ya membetulkan semuanya, karena kenyataan hidup seorang wanita lajang dan seorang pria lajang jika pergi berdua terlihat tidak baik.


Menurut Yuma, semua orang memiliki pandangan nya masing-masing dan Yuma akan menghormati itu, selama itu baik, untuk apa di permasalahkan.


" Apa sedari tadi kau tidak menerima panggilan dari nya Yum ? dia baru saja menghubungiku dan bertanya mengapa kau tidak bisa dihubungi ! ". Ucap Kirei merangkul pundak Yuma dan duduk di samping nya sembari mengistirahatkan tubuh lelah mereka.


" Aku sengaja tidak berbicara dengan nya, aku masih bingung apa yang harus aku berikan ?! apa makan malam bersama sudah cukup ?!".


Tanya Yuma sembari berpikir, Yuma tidak pandai dalam hal seperti ini, jadi setiap akan mengadakan kejutan, Yuma selalu saja meminta ide dari Kirei.


" Eeumm, makan malam romantis ? Waah, dia suka hal seperti itu !". Seru Kirei seakan tahu apa kesukaan dari Axel.


Yuma lama menatap Kirei sampai dimana Kirei pun merasa jika Yuma sedang memperhatikan nya, Kirei menolehkan kepalanya dan tiba-tiba menatap canggung mata Yuma.


" Kenapa kau bisa tahu ?". Tanya Yuma mencari jawaban dari mata teman nya itu. Kirei membuang pandangnya seolah takut menatap mata Yuma dan dia  terus saja menatap ke segala arah.


" Tidak ! Aku tidak tahu, tapi dia pernah mengatakan nya kepadaku ! ". Ucap Kirei seraya berdiri memegang tangan Yuma dan menghadapkan tubuh nya ke arah Yuma sembari tersenyum.


" Aku akan pastikan jika ini hanya dugaan ku  saja Kirei ! ". Gumam Yuma di dalam hati.


" Bagaimana pekerjaan mu, apa semuanya lancar ?". Tanya Yuma mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Mereka beranjak berdiri melangkah kan kakinya bersama sembari bergandeng tangan menuju ruangan latihan beladiri.


" Baik, semuanya lancar Yum !". Jawab Kirei tetap memandang lurus ke depan, Yuma melirik nya sembari menyunggingkan senyum.


" Yaak, kenapa ekspresi mu seperti itu ?!  sepertinya ucapan mu itu tidak sesuai dengan kenyataan nya ! apa ada masalah di perusahaan mu ? ". Ucap Yuma seraya menghentikan langkahnya yang otomatis Kirei pun berhenti karena tangan mereka masih bergandengan.


" Kau memang pintar, aku tidak bisa berbohong kepadamu hahaha ". Tawa Kirei seolah tengah menyembunyikan ketidak nyamanan dan kegelisahan nya sesaat setelah dirinya hampir berbicara lebih dalam.


" kenapa ? apa ada masalah ?!". Tanya Yuma kembali.


" Di tempat kerja ku begitu keras dan juga ketat, kau pun tahu aku orangnya  bagaimana kan Yum ?!  Gajinya memanglah terbilang menjanjikan tapi aku sangat lelah Yum ! Tapi jika aku berhenti  bekerja pun  bagaimana dengan ibu dan adik ku ?!". Keluh Kirei menunduk dan menghentak-hentak kan kaki nya ke tanah.


" Keras dan ketat ? apa maksudmu Ki ? yang aku tahu semua perusahaan sama tidak ada bedanya, walaupun nanti kau berhenti dan mencari pekerjaan lain pun akan sama, semua perusahaan memiliki peraturan nya masing-masing dan yang aku tahu tidak ada perusahaan yang dalam kerja nya bisa santai, Kirei !!". Ucap Yuma mengusap-usap pundak teman nya itu sembari memberi penjelasan, namun sedikit mengejek dalam nada bicara nya.


...**...


Di lain tempat, di salah satu tempat transportasi udara, seorang pria berperawakan tinggi, kira-kira 185cm tengah melepas kepergian gadis yang sepertinya usia nya tidak begitu jauh tengah melambai dengan senyum lepas di kedua sudut bibir nya.


" Kak aku pergi, jangan merindukan aku, ok ! ". Lambaian tangan Erina membuat Daniel tidak ingin melepaskan adik tercintanya saat ini.


Erina hendak kembali ke Singapura untuk melanjutkan studi di sana dan hari ini hari tepat di mana hari keberangkatan nya.


" Pergilah ". Seru Daniel ikut melambaikan tangan.


" Maaf tuan, kita harus segera pergi ! ". Ucap Asisten nya sesaat setelah mengecek jam di tangan nya.


Daniel tidak menyahuti, dia langsung berbalik dan berjalan mendahului asisten nya itu tanpa bersuara.

__ADS_1


" Hufffh ". Hela nafas sang asisten yang setiap hari di suguhkan dengan kedinginan majikan nya. Untung dia telah terbiasa, mungkin jika yang baru saja bertemu akan kesal dan geram kepadanya.


" Sabar, sabar ". Ucapnya mengusap-usap dada sembari mengikuti langkah tuan nya.


__ADS_2