
Shen mengedarkan pandangan nya dan terus mengekori Daniel. Sampailah Daniel di depan pintu apartemen Yuma, keadaan di sana sangat hening dengan pintu masih terbuka lebar. Mungkin karena pintu itu terganjal sepatu seorang pria.
Daniel membuka pelan pintu itu dan seketika Shen mencegah nya. " Kau ini apa-apaan ? Apartemen siapa ini ?! " . Seru Shen.
Daniel terus masuk, saat diri nya sampai di ruang tengah, Xian tengah mengobrol dengan dokter yang baru saja selesai mengecek keadaan Yuma.
" Siapa kalian ?! ". Tanya Xian saat dokter itu tak lagi berada di sana. Xian hanya menatap tanya pada Daniel dan juga Shen, karena dia pun tidak tahu sama sekali.
" Kami teman kerja nona Yuma ". Ucap Daniel. Shen seketika membeliak mendengar nama gadis yang mengira dirinya dan Daniel adalah karyawan di kantor nya.
" Yuma ? kau ?! ". Seru Shen. Daniel membungkam mulut Shen dengan kasar.
" Adik ku sedang sakit, ini hari libur jadi tidak ada pekerjaan yang harus adik ku lakukan bukan ?! ". Ucap Xian seolah tidak suka dengan keberadaan Daniel dan juga Shen.
" Tidak tuan, kami hanya berniat menjenguk nya, karena dia mengatakan jika dia tengah sakit saat ini ". Kilah Daniel dengan sejuta alasan di dalam kepalanya sampai Shen pun tertegun dengan apa yang dikatakan Daniel.
" Masuklah, dia ada di kamar nya ". Ucap Xian. Daniel yang sudah tidak sabar segera menuju kamar Yuma tanpa di pandu oleh Xian. Shen semakin terperangah dengan sikap Daniel, namun secarik senyum tersemat pada sudut bibir nya.
" Gar ". Ucap Xian. Gary terduduk sembari menggenggam tangan lembut milik Yuma. Gary menoleh dan matanya melihat keberadaan dua laki-laki yang sama sekali tidak dia kenali.
" Mereka teman Yuma ". Seru Xian, Gary pun berdiri dan mempersilahkan Daniel dan juga Shen melihat Yuma.
" Wanita ini ?". Gumam Shen. " Ka ". Ucap Shen melirik kan mata nya sejenak ke arah Daniel. Tatapan Daniel begitu sendu namu juga terkunci pada tubuh lemah Yuma.
" Maaf tuan, kenapa tidak di bawa ke rumah sakit saja ?". Ucap Daniel. Xian dan juga Gary sejenak saling tatap.
" Kami merencanakan akan merawat dia di rumah, kami tidak ingin hal kemarin terjadi lagi ". Tutur Xian.
" Kemarin ? ada apa dengan nya kemarin ?! ". Tanya Daniel penasaran, karena dia pun sebenarnya merasa janggal. Kemarin Yuma baru saja masuk rumah sakit dan di rawat di sana, namun sore tiba saat Daniel hendak berkunjung dia pun sudah tak ada di sana.
" Tidak ada, hanya masalah kecil ". Ujar Gary. Shen menatap lekat wajah itu, sepertinya dia mengenal nya.
" Maaf sebelum nya, adik ku perlu istirahat jadi dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada kalian, bisakah kalian pergi sekarang ?". Ucap Gary kembali.
__ADS_1
Daniel tidak dapat berbuat apa-apa karena dia pun tak nyaman jika mengganggu Yuma istirahat.
" Jika begitu kami permisi ". Pamit Daniel. Shen benar-benar merapatkan mulut nya saat ini karena otak nya masih belum sinkron dengan keadaan.
Saat mereka telah berada di dekat mobil, barulah Shen bertanya kepada Daniel. Pertanyaan yang begitu tidak ada habis nya.
" Kak, darimana kau mengetahui alamat wanita itu ? bukan nya kau tidak menyukai wanita itu ? saat itu kau begitu dingin kepada nya lalu apa ini ? wah wah wah aku terkejut dengan kelakuan mu ka ". Shen terus saja berbicara.
Daniel kembali membuka pintu mobil namun sekarang dia terduduk di samping kursi pengemudi. Shen dengan cepat menyetir nya sembari menunggu jawaban dari Daniel.
" Aku hanya memastikan keadaan nya. Jantungku tiba-tiba berdebar tidak karuan begitupun dengan nafas ku Shen. Ini baru pertama kali nya terjadi kepada ku ". Ucap Daniel terbuka.
" Apa ? ini benar kau kan kak ?! ". Shen hendak mengukur suhu Daniel melalui dahi, namu Daniel segera menepis tangan nya.
" Aku hanya memastikan nya saja, tidak lebih dari ini ". Kilah Daniel.
" Hufffhh kau ini ". Hela nafas Shen.
" Dengar kan aku kak ! jangan kau jadikan gadis itu sebagai percobaan hati mu yang sepi. Dia sepertinya gadis baik, dia tidak pantas kau permainkan ". Jelas Shen. Dia tahu jika Daniel masih belum bisa
" Arrgghh, kenapa kau memukul ku Daniel ?! ". Ringis Shen berteriak kesal.
" Jika ucapan mu tidak melantur, aku sama sekali tidak akan memukul mu bocah nakal ". Kesal Daniel.
" Mama ". Teriak Shen saat mereka telah sampai kembali ke rumah.
" Yaakk bisa kau diam saja ?! ". Daniel kembali membungkam mulut Shen.
" Hey hey hey, kalian datang-datang malah gaduh. Ada apa ini ?!". Kesal mama Ella.
" Ma ". Shen berlari ke belakang mama nya agar Daniel tidak berani macam-macam.
" Ma, putra dingin mu ini sedang jatuh cinta ". Ucap Shen. Daniel membelalak kan mata nya dengan seruan Shen yang tiba-tiba.
__ADS_1
" Bocah nakal kemari kau ". Kesal Daniel.
" Tunggu-tunggu, kau diam lah Daniel ". Lerai Mama Ella dan menarik Shen ke samping nya.
" Ayo jelaskan ". Semangat mama Ella menarik tangan Shen ke ruang keluarga, di mana di sana pun terlihat keberadaan papa Chen.
" Ada apa ini ?! ". Tanya papa Chen.
" Sialan anak itu ". Kesal Daniel. Dia tidak mengikuti mama nya, tapi memilih untuk pergi ke ruang kerja nya.
" Ayo katakan sayang ". Semangat Mama Ella. Shen duduk di samping papa Chen dan seketika mengekspresikan wajah Daniel saat dia mengatakan jika jantung nya berdebar.
Mama Ella dan juga papa Chen tidak percaya dengan Daniel yang seperti itu. Mereka yang mendengar itu semakin semangat akan cerita dari Daniel.
" Papa, putra kita akhirnya luluh ". Ada rasa sedih dalam mata mama Ella.
" Wanita seperti apa dia ?! ". Gumam papa Chen.
" Ma, pa. Apa kau ingat dengan yang aku katakan ? wanita yang bekerja di perusahaan kita ?! Dia wanita yang sedang aku ceritakan ma, pa ". Seru Shen bersemangat.
" Benarkah ? ini berita yang sangat menggemparkan ". Antusias papa Chen.
" Akhirnya dia bisa melupakan mantan nya itu ". Ucap Mama Ella terdengar sinis.
" Tapi ma, aku takut jika Yuma hanya sekedar pelarian nya saja ! Aku takut dia tersakiti oleh Daniel, sepertinya dia gadis baik ". Resah Shen.
" Kita lihat saja, jika memang pada akhirnya gadis itu tersakiti oleh Daniel, mama tidak akan mengampuni anak itu. Jika perlu mama akan melemparnya ke antartika ". Ucap nya terdengar yakin.
" Kita akan mencari tahu tentang diri nya. Aku tidak mau putraku kembali tersakiti !". Tekan papa Chen.
" Mama setuju ! tapi filing mama gadis itu anak yang baik ". Kekeh mama Ella. Shen hanya sibuk dengan pemikiran nya.
" Aku juga, aku akan mencari lebih lanjut tentang dirinya ". Antusias Shen.
__ADS_1
" Baiklah ".
Obrolan itu terdengar seperti rapat keluarga, dimana materi itu membahas tentang calon baru dari seorang pria yang telah memiliki bekas tidak baik di hatinya dan itu ulah dari seorang wanita yang begitu menyebalkan di kehidupan nya yang dulu.