Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 66


__ADS_3

...**...


Shen kini tengah menatap tajam Daniel, sekarang dirinya tidak di posisi seorang asisten melainkan seorang adik yang hendak meledakkan amarah nya.


Shen mondar-mandir di depan meja kerja Daniel seraya melipat kedua tangan nya, bersamaan dengan itu mata nya memicing tajam.


"Shen berhenti lah, mata ku pusing melihat mu terus mondar-mandir seperti itu ! Kerjakan urusan mu dan segera laporkan kepada ku secepat nya."


Daniel menghembuskan nafas dengan kesal, namun dia tidak marah sama sekali pada Shen hanya saja raut wajah nya begitu menyebalkan setelah apa yang dia lakukan kepada Yuma.


"Aku sudah mengatakan jangan berani-berani menyakiti Yuma !,"


"Kak, dia itu wanita baik-baik ! Aku takut kau akan menyesal di kemudian hari. Memangnya kau mau jika Yuma pergi dari samping mu ?,"


"Tidak bukan ? Kak, banyak pria yang mengantri di luar sana sedangkan apa, Kau malah menyianyiakan wanita baik seperti dia !?, "


Daniel tak merespon, dia hanya menatap datar pada Shen saat ini.


"Dia pantas mendapatkan sakit itu Shen ! Sudah, 'ok ! Jangan ikut campur urusan ku. Kau kerjakan tugas mu dan aku dengan tugas dan juga rencana ku."


Tatapan tajam Daniel tak membuat Shen gentar, dia malah duduk berpangku tangan di atas meja menatap balik tajam nya tatapan Daniel.


"Kak, belum tentu Erina setuju dengan caramu seperti ini ! Erina, aku tahu sifat nya. Dia gadis mandiri dan juga gadis logis tanpa sedikit pun pernah ada rasa dendam terhadap orang-orang walau dia yang tersakiti, "


"Pasti ada solusi yang lain ! Kak, Yuma tidak ada sangkut paut nya dengan hal ini."


"Kita tahu siapa Gary Zhao, kenapa kita tidak menemui nya dan berbicara baik-baik ? Jika caramu seperti ini mungkin juga akan banyak orang yang tersakiti."


"Sudah beberapa bulan kita mencoba menjebak perusahaan Gary, namum dia juga bukan orang bodoh kak ! Aku rasa cara ini tidak akan seratus persen manjur."


Shen terus memberi pengertian terhadap Daniel, dia tidak menginginkan kerugian menyelimuti keluarga nya di masa depan.


Saat ini Shen lah yang masih bisa berpikir jernih, dia selalu mendadak dewasa di lain situasi dan lain kondisi. Contoh nya seperti ini.


"Sudah ?." Seru Daniel begitu menyebalkan.

__ADS_1


"Kak" Shen pun tambah kesal.


"Jika sudah kenyang maka pergilah ! Aku banyak pekerjaan dan tidak ada waktu untuk mendengar ceramahan mu." Daniel benar-benar mengusir Shen saat ini.


"Aku serius dengan perkataan ku, kak ! Ingat dan encamkan itu. Aku hanya tidak ingin kau menyesal di kemudian hari,"


"Bermain wanita di belakang kakak ipar ku sama saja mempermainkan kehormatan dan harga dirinya."


Shen berdiri dengan kasar dan berlalu pergi dari hadapan Daniel.


"Aku tahu Shen ! Beri aku waktu." Gumam Daniel.


...**...


Di taman, ya Yuma tengah menghirup udara segar di sekitar taman saat ini, walau matahari mulai terik namun tak membuat wanita itu kepanasan.


"Panas matahari di jam segini tidak baik untuk kesehatan kulit."


Yuma, dia menoleh pada seseorang yang tengah menegur nya. Kepala Yuma sedikit di miringkan, kedua sudut bibir hendak tersenyum namun tak bisa.


"Apa kabar ? Sudah lama tak bertemu. Eumm kira-kira hampir genap satu tahun kita tak tegur sapa, Yuma !?." Ucap pria itu dengan mimik wajah yang tak pernah berubah.


baju kemeja berwarna biru laut, dengan kedua lengan baju nya di lipat. Stelan rapih layak nya pengusaha di luaran sana membalut tubuh Axel.


Ya, dia Axel Yu mantan kekasih dari Yuma kini kembali hadir.


Yuma menatap curiga akan keberadaan Axel.


"Jangan melihat ku seperti itu ! Jangan salah sangka, aku hanya kebetulan lewat tadi dan melihat mu melintas ke arah taman."


Axel berusaha menjelaskan dengan detail agar tidak ada salah paham di antara dirinya juga Yuma.


Rambut Comb over itu menambah penampilan Axel lebih segar dan maskulin, Yuma melihat perubahan besar dari Axel, dia terlihat nampak dewasa pada terakhir bertemu.


Wajah hangat dan manis Axel tidak pudar, lesung pipi kanan pun masih menjadi pemanis alami di saat tersenyum.

__ADS_1


"Ya, sudah lana tidak bertemu !,"


"Kabar ku baik dan sepertinya kabar mu juga baik, Xel." Lanjut nya masih berdiri tanpa ingin duduk kembali.


"Selamat atas pernikahan mu, aku ikut bahagia mendengar nya !." Axel mengulurkan tangan nya hendak memberi selamat dengan menjabat tangan.


Yuma tentu terkejut dengan apa yang dia dengar saat ini. Penuturan Axel sangat membuat nya tak menyangka.


"Uuh ? Oh iya terimakasih." Sekilas Yuma menerima jabat tangan Axel dan segera melepaskan.


Keadaan mulai canggung.


"Yum"


"Euh ?." Sahut Yuma melirik tipis.


"Aku sudah menjadi seorang ayah ! Kirei sudah melahirkan." Tutur Axel dengan nada pelan dan hati-hati.


Yuma menatap lurus ke depan di mana di depan nya air mancur terus menemani dengan tenang. Sudut bibir Yuma terulas tipis nan getir.


"Selamat ya, akhirnya kau menjadi seorang ayah juga ! Awas, jangan kau telantarkan mereka. Jadilah suami dan ayah yang baik." Yuma menasehati. Menasehati sebagai teman yang pernah terlibat dalam hati pria itu.


"Tentu saja."


"Bagaimana kesehatan mereka ? Mungkin aku tidak bisa sekarang menemui mereka. Untuk itu sampaikan salam ku saja ya ! Jika ada waktu senggang aku akan menjenguk kalian. Oh iya kalian tinggal di mana ? Nanti aku ke sana."


Dengan tak memperlihatkan rasa sakit dan ingatan masa lalu, Yuma seakan berbicara tanpa beban, seolah tak pernah ada masalah di anatar orang-orang terdekat nya di masa lalu.


"Di rumah ku ! Kau bisa berkunjung ke sana. Mama dan juga papa pun ada di sana."


"Baiklah samapi berjumpa lagi !."


"Aku tunggu." Teriak Axel saat Yuma sudah berjarak jauh dengan dirinya.


"Kau wanita hebat, Yum ! Semoga tak ada lagi pria yang menyakitimu,"

__ADS_1


"Maafkan aku untuk masa lalu." Lanjut Axel duduk termenung di kursi panjang yang sebelum nya di tempati oleh Yuma.


__ADS_2