Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 50


__ADS_3

Ruang tamu kediaman Yuma telah di tata rapi sedemikian rupa, pelayan pun menyediakan makan malam untuk tamu yang datang. Sedikit ada bersitegang antara suami istri namun sedetik kemudian kembali baik-baik saja entah apa yang tengah di rebut kan.


"Mama, mama." Wusan menarik-narik kecil baju mama Shuwan seraya menengadah. Mata kecil nya sesekali melirik potongan kue tar yang sangat menggiurkan lidah nya.


"Ada apa, sayang ?." Respon mama Shuwan meraih telapak tangan mungil milik Wusan.


"Ma, bolehkah aku minta kue yang di sana ? Sepertinya sangat enak dan pas di lidah ku, boleh ya ?!." Pinta nya dengan mata terus berbinar-binar menunjuk potongan kue tar di atas meja.


Mama Shuwan mengembuskan nafas nya dan kemudian ulasan senyum tersirat dari kedua bibir nya. "Tentu saja boleh ! Lagi pula kakak Yuma sendiri yang membuat nya, khusus untuk kita." Mama Shuwan mencolek gemas ujung hidung milik Wusan.


"Yeaayy horee." Riang nya begitu senang sampai teriakan nya mengundang mata untuk menoleh.


"Ada apa, Ma ?!." Papa Wei mendekat.


" Dia menginginkan kue tar itu." Ucap mama Shuwan membawa putra kecil nya ke dalam gendongan sembari menunjuk keberadaan kue tar dengan dagu nya.


"Ayo bersama papa saja, mama masih ada pekerjaan yang belum usai." Papa Zhao mengambil alih tubuh mungil milik Wusan.


Yuma, dia tengah bersiap-siap juga, mempercantik diri namun terpoles tak berlebihan, seadanya saja tanpa ingin berdandan glamor.


bunyi klakson masuk ke dalam pendengaran, Yuma berdiri mendekati jendela. "Sudah datang ?." Heran nya sembari mengecek jam yang melingkar di tangan nya.


Yuma pun turun, hendak ikut menyambut kedatangan tamu d bawah.


pijakan tak terdengar karena Yuma mengenakan sandal tipis terbuat dari semacam kain untuk itu tak terdengar sama sekali.


"Yuma" Sapa mama Ella tang tengah bersalaman dengan mama Shuwan.


Sapaan itu membuat atensi orang-orang di sana menoleh, mereka terpaku akan kehadiran Yuma yang begitu cantik dan begitu enak di pandang, padahal pakaian yang dikenakan hanyalah dress turtle neck di bawah lutut berwarna dusty.


"Ma selamat datang di rumah kecil ku ini!." Ucap Yuma begitu lembut dan memeluk mama Ella dengan sopan.


"Apa kabar mu, nak?!."

__ADS_1


"Baik, kabarku baik ma ! Sudah lama tidak bertemu dengan kalian." Sesekali pandangan Yuma melirik pada Shen yang tengah memisahkan diri dan tidak terlihat heboh seperti biasa nya.


Kedua keluarga itu pun duduk dengan sedikit kecanggungan meliputi, namun perbincangan kecil sedikit demi sedikit menghilangkan rasa itu.


Tatapan Daniel dan Yuma bertemu, kedua nya menatap satu sama lain seperti tengah menyembunyikan hal serius namun juga tak peduli. Yuma tersenyum manis, Daniel melihat itu begitupun dengan Shen.


Senyuman itu begitu lembut namun terdapat ketangguhan tersendiri yang tercampur di dalam nya. Tidak bisa di sangkal jika Yuma memang wanita tangguh di baluk kecantikan dan juga kelembutan nya.


Perbincangan kecil itu pun perlahan serius menandakan jika pihak Daniel tengah mengutarakan tujuan apa yang di bawa dalam kunjungan ini.


Papa Chen berbicara begitu tertata dan rapih seperti kamus di buku-buku begitupun mama Ella dengan nampak berseri di wajah nya.


Kemudian maksud selanjutnya Daniel lah yang berbicara, perkataan Daniel membuat haru suasana rumah malam ini. Yuma tersenyum begitupun dengan hati nya, dia memantapkan segenap jiwa dan raganya untuk masa depan yang akan membimbing nya ke hadapan yang jauh lebih baik.


Itulah keputusan nya...


Terkesan terburu-buru namun Yuma ingin mencoba yang terbaik.


"Pernikahan akan di adakan dua munggu lagi ! Untuk itu semuanya harus di persiapkan dengan teliti." Sambar mama Ella yang begitu sangat antusias.


"Ma" Tegur Yuma.


Shen berdiri, dia mencoba untuk izin ke luar sebentar. "Saya permisi ke luar sebentar." Ucap Shen. Tingkah Shen yang seperti itu membuat atensi orang-orang menjadi ingin bertanya.


"Dia Shen, adik Daniel ! Mungkin dia merasa canggung jadi pamit sebentar." Ucap mama Ella memecah penasaran mereka. Pandangan Daniel masih mengikuti kepergian Shen, dia tentu tahu jika Shen sedang merasa ada yang janggal dengan keputusan dirinya menikahi Yuma.


Yuma pun sama, dia masih menatap punggung Shen. "Ma, pa, aku menghampiri Shen dulu sebentar." Ucap Yuma.


Daniel tak berkutik, dia merasa malas hanya sekedar untuk mencegah Yuma.


Di teras luar, Shen berdiri sembari menyenderkan sebelah bahu nya pada tiang penopang atap balkon, sesekali menghembuskan nafas kecil.


"Tidak biasa nya diam." Suara Yuma pun mulai masuk, Shen menoleh melerai kedua tangan nya yang semula melipat.

__ADS_1


"Kau terlihat tampan jika banyak senyum, Shen ! Ini bukan seperti teman ku." Kening Yuma mengerut sehingga kedua alis nya hampir bersentuhan satu sama lain.


Cebikan bibir nya seakan mengatakan jika dia tengah protes.


"Katakan ada apa ? Apa aku membuat kesalahan ? Jika iya, maaf kan aku, ya !."


Shen mendesah kecil sampai kecapan mulut nya terdengar lumayan, "Aku ? Ada apa dengan ku ? Tidak ada apa-apa, kau tenang saja ! Biasa lah ya, otak ku terlalu banyak pikiran jadi terbawa suasana." Ucap nya canda sesekali tawa kecil terselip bersama dengan setiap kata yang ke luar.


Yuma memberengut, dia tak percaya jika alasan nya hanya karena itu.


"Kau tidak pandai berbohong ! Sedang membohongi siapa, eum?!." Seru Yuma mengangkat dagu nya menantang.


"Yum."


"Eum ?." Sahut nya begitu singkat.


"Kau yakin akan menikah dengan kakak ku ? Aku merasa ada yang aneh dengan hubungan kalian ! Ini sangat tiba-tiba, bahkan aku tidak tahu kapan kalian saling jatuh cinta."


"Hahaha."


"Jangan tertawa dulu." Bekap Shen sekilas lalu melepas kembali pada mulut Yuma.


"Ya terus ? Cinta itu bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu kan ? Di tambah nanti kita akan tinggal bersama,"


"Bukankah di waktu itu pembentukan cinta akan di mulai ? Shen, aku sudah lelah dengan hubungan tanpa tujuan, aku hanya berharap keputusan ini akan menyembuhkan luka ku di masa lalu dan aku yakin, kau termasuk keluarga mu tahu siapa aku dan masa lalu ku !." Tutur Yuma duduk di tangga teras sambil menatap ke depan, sedangkan Shen masih berdiri namun dengan pandangan ke bawah, menatap Yuma.


"Jika ada masalah di masa depan, aku ingin kau mengatakan nya pada ku ! Kau teman ku dan akan menjadi kakak ipar ku, kau bebas memerintah atau mengatakan apapun pada ku ! Berjanjilah!."


Yuma menengadah, menatap Shen yang dia pikir baru kali ini melihat pria tengil ini bicara serius.


"Tapi aku bukan tipe wanita pengadu." Cengir Yuma.


"Astaga kakak ipar bisa tidak kau itu bekerjasama sedikit ? Ini lihat aku sedang serius berbicara. Sial, kata-kata mutiara yang aku rancang hancur seketika!." Shen bertingkah kesal, dia memijit kening nya dan mengepalkan tangan greget hingga hendak meremas wajah Yuma.

__ADS_1


"Hahahaha, iya iya ! Terimakasih," Yuma pun yang telah berdiri menepuk pundak Shen berulang.


__ADS_2