Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 70


__ADS_3

Yuma kembali dengan sekantong sayuran di jinjing dibantu oleh bibi Qin.


"Kakak ipar." Shen telah siap dengan stelan kerja nya.


"Shen ? Selamat pagi." Sapa Yuma hangat seperti biasa nya. Shen berjalan canggung dan di setiap langkah nya di terus berpikir tentang Yuma yang seakan baik-baik saja saat ini.


"Pagi."


Shen duduk sesaat setelah meraih roti di atas meja dan menarik selai yang tertata di sana.


Yuma pergi ke atas, mungkin hendak pergi ke kamar nya. Tatapan Shen menusuk punggung Yuma, dia tak mengalihkan sedikit pun dari kakak ipar nya itu, mulut pun menggembung karena mengunyah roti.


"Aneh, ada apa ini ?!." Desis Shen merasa hati nya resah saat menatap kakak ipar nya tadi, entah apa yang akan terjadi.


**


Yuma sampai di depan kamar dan langsung saja masuk. Rekatan pintu terdengar cukup nyaring membuat orang yang ada di dalam langsung beranjak berdiri.


"Yuma" Daniel berhamburan memeluk Yuma begitu saja sampai sang pemilik empu terkaget.


"Kau belum mandi ?,"


"Astaga ini sudah jam berapa, Daniel !,"


"Cepat mandi dan aku akan menyiapkan baju mu ! Cepatlah !." Yuma melepas kasar pelukan, mengomel dan menuju ke ruangan baju.


Daniel terdiam kembali, entah harus senang atau takut yang pasti dia hampir gila dengan sikap tersembunyi dari istri nya itu.


"Astaga Daniel cepat mandi." Yuma kecak pinggang sembari menyiapkan setelan kantor untuk Daniel.


burgh...


Sekali lagi, Daniel memeluk Yuma. Dia memeluk Yuma dari belakang sangat erat.


"Maaf, maafkan aku." Ucap Daniel lirih. Dari nada itu sudah jelas mengatakan jika dia takut Yuma meninggalkan nya.


Ya, dia sangat egois. Dia mencintai Yuma tapi juga membenci latar nya sebagai adik sepupu dari Gary.


"Aku mohon sekali ini saja ! Yuma maafkan aku, jangan tinggalkan aku, aku mohon !." Prau nya menelusup kan wajah nya pada leher Yuma.


"Daniel !," Yuma coba melepaskan, mata nya mulai panas bahkan tubuh pun mulai bergetar.


"Daniel lepas ! Cepat bersiap aku akan pergi ke bawah untuk menyiapkan sarapan mu."

__ADS_1


Seperti biasa, dengan tenaga dalam nya Yuma bisa terlepas dari Daniel.


Daniel hendak menggapai istri nya namun sayang Yuma sudah melangkah pergi dan akhirnya dia hanya bisa memijit kening nya yang terasa berat.


**


"Ma, mama apa jadi berangkat ke Singapura ? Bukannya mama berniat berangkat hari ini ya ?!." Yuma membuka percakapan di saat hanya dentingan sendok yang terdengar di sela sarapan itu.


Atensi orang yang ada di sekitar meja makan langsung menoleh pada Yuma termasuk Daniel pun telah bergabung, sedangkan Shen dia masih mengunyah roti berselai nya, padahal itu sudah lewat beberapa menit lalu namun dia masih belum usai memakan nya.


"Mama mengundur pemberangkatannya, sayang ! Mungkin besok akan berangkat." Sahut mama Ella.


"Mama tidak bilang pada kami ! Bahkan kami baru tahu mama akan berangkat minggu ini." Ucap Daniel berusaha bernada lembut seperti biasa nya jika pada keluarga.


"Iya ma, aku apalagi." Seru Shen.


"Tadi nya, tapi sepertinya mama akan mengundur sampai besok ! Lagi pula Erina mengatakan jika dia mulai membaik,"


"Malam mama menghubungi nya dan dia sedang di rumah dokter Diana." Tutur mama Ella. Yuma nampak terdiam namun kembali mengulas senyum. Papa Chen yang sedari tadi terus menatap Yuma semakin merasa aneh.


Sarapan pun usai, mereka pun berangkat pada pekerjaan masing-masing.


"Kau jadi pergi ke toko lagi ?." Daniel semakin lengket pada Yuma, dia terus mendekati istri nya itu dengan berbagai cara.


"Jangan terlalu lelah." Daniel memeluk Yuma sebelum masuk ke dalam mobil.


"Aku tahu."


Mama Ella mengintip dari balik pintu rumah, dia tidak bisa tersenyum walau Yuma tak memperlihatkan kemarahan nya karena dirinya tahu bagaimana sakit nya di perlakukan semena-mena oleh suami sendiri apalagi pernikahan itu dilandaskan balas dendam.


"Ya Tuhan jangan biarkan dia pergi dari kami, aku memohon sebagai seorang ibu ! Aku takut kepergian Yuma akan meninggalkan luka untuk putra ku,"


"Tapi aku juga tahu bagaimana sakit hatinya wanita itu."


Ucap Mama Ella berdoa dalam batin nya lalu berbalik menuju ruang keluarga.


...**...


Yuma pun sudah bersiap sekarang, bekal makan siang untuk Daniel pun sudah dia masak tinggal di antar oleh supir. Dia tidak bisa ke sana karena harus menyelesaikan beberapa urusan nya.


"Ma, aku berangkat ya," Dengan wajah berseri Yuma pamit. Namun yang aneh, dia bahkan memeluk mama Ella lumayan lama.


Mama Ella bersikap bingung bahakan sampai tak membalas pelukan dari Yuma.

__ADS_1


"Jangan rindukan aku !." Lanjut Yuma begitu riang, beda dengan hari-hari sebelum nya.


"Hati-hati" Seru mama Ella.


Yuma pun tak lagi berada di depan nya, namun entah kenapa mata dari mama Ella enggan untuk terlepas dari kepergian Yuma seakan pelukan tadi adalah pelukan terakhir untuk nya dari sang menantu tercinta.


Mama Ella nampak rumit dengan pikiran nya, dia duduk namun jari jemari, mata dan juga otak nya gundah dan resah seakan akan terjadi sesuatu hal.


**


"Ini catatan yang kau minta,"


"Dan untuk laporan dari departemen pemasaran sudah lengkap tinggal pengecekan ulang,"


"Mereka menunggu revisi dari anda, pak."


Xena masih berdiri di depan Daniel dengan menyerahkan laporan yang di minta oleh Daniel dari beberapa departemen yang berkaitan dengan pembangunan gedung.


Daniel meraih berkas itu dan mengecek nya, dia sama sekali tak melirik Xena sama sekali.


"Shen kemari lah." Ucap Daniel menekan tombol pada telpon di samping nya.


"Daniel" Xena mulai mendekati kursi yang di duduki oleh Daniel.


Tangan nya mulai nakal memegang pundak Daniel. Sang pemilik pundak langsung menatap nya tajam.


"Jaga sopan santun mu, Xena ! Saya atasan di sini dan kau bawahan. Jika berlaku tidak sopan maka dengan senang hati aku akan memecat mu tanpa hormat."


Tatapan Daniel begitu dingin membekukan, dia menumpu kaki kanan di atas kaki kirinya.


"Masih mau menggoda ?." Perkataan Daniel benar-benar tajam seakan dia sudah melupakan jika dirinya hampir pernah menjamah tubuh wanita di hadapan nya itu, walau dalam keadaan arah juga emosi pada istri nya namun tetap saja itu adalah salah.


"Sepertinya pekerjaan utama mu adalah menggoda atasan ! Ssshh apa mungkin tidak hanya Daniel saja yang kau goda selama ini ?." Shen sudah berada di ambang pintu masuk kantor, suara tetap ketus dan tajam pada Xena kapanpun dan di mana pun.


Daniel menyunggingkan salah satu bibir nya dan melirik pada Shen lalu kembali pada Xena. "Masih asa keperluan ?." Seru Daniel.


Dengan kesal dan memberengut tajam, Xena pergi membawa amarah nya ke luar.


Shen berdiri dengan benar dan melepas nafas nya malas.


"Shen, awasi perusahaan Zhao." Titah nya menatap arti pada Shen.


Shen merespon aneh namun seketika terlihat berseri. "Siap pak." Sahut nya langsung berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2