Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 24


__ADS_3

Hari semakin sore, Yuma memutuskan untuk pulang karena Wusan sudah terlihat kelelahan, begitupula dengan dirinya yang sudah sangat mengantuk.


" Kau duduk di depan ". Ucap Daniel memutuskan. Jingyi yang di maksud oleh nya hanya terdiam bingung dengan keputusan Daniel sampai dirinya menunjuk dirinya dengan jari telunjuk.


Yuma pun sama hal nya dengan Jingyi, dia hendak membuka pintu mobil namun perkataan Daniel menghentikan nya.


" Kemari, aku akan menggendong nya ". Daniel mengambil alih tubuh Wusan dalam pangkuan Yuma, yang telah memejamkan matanya lelah.


" Ayo masuk saja ". Seru Shen mendorong Jingyi untuk masuk.


" Tapi ". Tolak nya sangat lengket untuk melangkah.


" Masuk atau aku tinggal ". Ancam Shen. " Yuma kau juga cepatlah masuk ". Seru Shen. Yuma hanya mengangguk pelan dan canggung .


Akhirnya Shen melaju kan mobil dan perlahan menjauh dari lokasi taman bermain. Di dalam tidak ada pembicaraan sama sekali, semuanya terdiam dengan pikiran masing-masing.


Jingyi menyenderkan kepalanya pada bahu jok mobil dan perlahan memejamkan mata nya, begitupula dengan Yuma. Daniel menoleh ke samping di mana Yuma berada.


Daniel merangkul pundak Yuma dan dia tarik untuk bersandar, saat ini mereka terlihat seperti pasangan yang bahagia.


Wusan berada pada pangkuan Daniel dengan menghadap pada dada bidang milik nya , sedangkan Yuma tertidur dalam posisi Daniel memeluk nya dari samping sehingga pucuk kepala Yuma menahan pada leher milik Daniel.


Shen hanya melirik apa yang di lakukan oleh Daniel dari kaca depan, sesekali dia tersenyum tanpa ingin menggoda kaka nya itu.


Entah kenapa, Daniel begitu merasa hangat jika berada di dekat Yuma. Mata Daniel pun ikut terpejam dan menindih kepala Yuma yang menyandar pada leher nya.


...**...


" Hey bangun ". Guncang Shen pada tangan Jingyi.


" Huh ? sudah sampai ya ?! ". prau Jingyi. " Oke terimakasih tuan ". Ucap Jingyi yang masih saja menguap. Jingyi menoleh pada Yuma namun dia pun sama tengah tertidur.


" Tuan, pastikan teman ku sampai dengan selamat ok ". Ucap Jingyi.


" Itu pasti ". Sahut Shen kembali melajukan mobil nya.


Daniel terjaga kembali saat mobil terhenti di pekarangan rumah Jingyi, namun Yuma dan juga Wusan sama sekali tidak terganggu.


" Eum ". Gumam Yuma dalam tidur nya dan semakin memperdalam sandaran nya pada Daniel.


" Seperti nya dia nyaman dalam pelukan mu ka ". Goda Shen kepada Daniel.

__ADS_1


" Berisik ". Ujar nya membulatkan mata nya penuh.


...**...


Suara hewan kecil dan juga semilir angin begitu terasa sampai ke dalam kamar Yuma, dengan jendela yang di biarkan terbuka.


Yuma bangun dan menggeliat tatkala badan nya terasa sangat lengket. Mata Yuma mengedar, seakan heran kenapa dia sudah ada di dalam kamar nya ?.


Yuma beranjak turun dari kasur dan segera mengecek ke luar. " Ini sudah malam ? oh astaga ". Kaget Yuma segera turun ke bawah dengan sandal khusus di pakai di dalam.


" Ma ? ". Panggil Yuma, namun tidak ada sahutan. Malam sudah begitu larut, semua penghuni rumah sudah tertidur pulas. Yuma beranjak pergi ke kamar Wusan, dia perlahan membuka pintu kamar dan masuk ke dalam.


" Dia tidur ? ahh, mungkin papa yang membawa ku ke kamar ". Ucap nya dengan ringan. Yuma memilih kembali ke kamar nya untuk membersihkan diri.


...**...


Matahari pun telah naik ke atas singgah sana nya, Yuma bersiap untuk kembali bekerja dengan semangat yang sama di setiap hari nya.


" Kau pulang lagi ke sini kan Yuma ?! ". Tanya sang papa di sela sarapan nya.


" Tidak pa, aku akan pulang ke apartemen hari ini ". Ucap Yuma. Wei hanya menyahuti dengan anggukan kepala nya saja. Padahal dia berharap Yuma menjawab akan pulang ke rumah, namun sayang harapan nya itu seketika pupus tak berdebu.


" Yuma ". Teriak Jingyi yang juga baru saja sampai di kantor.


" Selamat pagi ". Sapa Yuma.


" Selamat pagi juga cantik ". Semangat Jingyi.


Mereka masuk bersama, sapaan hangat setiap hari Yuma dapatkan dari karyawan perusahaan.


" Selamat pagi ". Sapa atasan mereka.


" Bapak kembali lagi ke sini ? bukankah bapak di mutasi ? ". Seru Wu Fan saat atasan nya yang di mutasi kembali menempati tempat duduk nya di sana.


" Kenapa ? kalian kecewa saya bekerja lagi di sini ?! ". Seru nya dengan nada terdengar bercanda.


" Tidak tidak, hanya saja kami heran bukan kah mutasi pekerja akan sangat lama dan untuk kembali lagi ke sini sangat mustahil ? ". Ucap Wu Fan kembali.


" Bapak juga heran dengan pengelola, semalam dia memerintahkan bapak untuk kembali bekerja di sini ! Untuk alasan nya entahlah, saya juga tidak tahu ! ". Ucap sang atasan.


" Benar-benar aneh ". Gumam Yuma.

__ADS_1


" Sudah sudah, kalian kembali bekerja, kirim laporan selama saya tidak ada di sini ke ruangan saya ". Ucap sang atasan.


" Baik pak ". Jawab mereka serempak.


Setelah kepergian sang atasan, Jingyi begitu gaduh dan begitu ribut. " Tch tch tch baru saja berapa hari di sini sudah menyerah ? oh padahal kami bekerja dengan baik tanpa menyusahkan dia ". Cerocos Jingyi mengingat ekspresi Daniel, dia tahu karena Yuma memberitahu nya kemarin.


" Jingyi ". Bekam Yuma pada mulut Yuma.


" Ada apa ?! ". Selidik Levon dan Lao Da bersamaan.


" Kau sudah tahu dia ? ". Tanya Levon pada Jingyi, dengan cepat Jingyi menggelengkan kepala nya.


" Padahal kita belum sempat bertemu, tapi dia menyerah lebih dulu, memang benar tidak ada yang bertahan lama bekerja di sini ". Celetuk Lao Da.


" Kata siapa ? perasaan aku tidak pernah mendengar karyawan mengundurkan diri dari perusahaan ". Timpal Yuma.


" Haissh kau ini ". Ketus Lao Da.


...**...


Entah kenapa hari ini Yuma ingin cepat-cepat pulang ke apartemen. Saat telah sampai di lobi Yuma menangkap keberadaan Shen tengah berjalan mondar-mandir seraya kedua tangan mengepal.


" Shen ". Sapa Yuma


Shen menoleh seketika, dia mendekati Yuma dengan terburu-buru.


" Kau di sini ? Aku kira kau di mutasi lagi, tadi pak manager sudah duduk di kursi nya lagi dan dia bilang kembali lagi bekerja di sini."


Yuma menangkap kebingungan dalam sorot mata Shen saat ini.


" Ada apa Shen ?." Tanya Yuma tiba-tiba.


" Yuma apa ada Daniel menghubungi mu ?". Tanya Shen terlihat khawatir.


" Tidak ada, kenapa ? Dia juga tidak tidak lagi bekerja di sini, kau bukan nya teman dia ? lalu kenapa kau bertanya kepada ku ?! ". Ucap Yuma berjalan perlahan dengan santai.


Shen tidak kaget Daniel tidak masuk kerja, atasan Yuma yang sebelum nya di mutasi ke pusat, kini Shen kembalikan ke semula dan menghubungi nya semalam.


" Aku juga tidak tahu, dia tidak memberitahu ku untuk yang ini ". Kilah Shen.


" Ayo aku akan membantu mu mencari nya ". Yuma cepat tanggap.

__ADS_1


__ADS_2