Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 57


__ADS_3

Masih di Singapura, suasana rumah sakit masih ramai oleh para suster, dokter dan staf lain nya yang tanpa lelah melayani para pasien di sana.


"Tuan, bisa ikut saya sebentar ?." Suster itu menyeru dengan gerakan tangan yang sopan.


Gary melirik Erina sebentar dan melayangkan senyum kaku nya, setelah itu dia pun pergi bersama suster itu selepas Erina ikut menatap nya walau tanpa senyum.


"Mari nona, saya akan mengantar anda ke ruangan dokter kandungan." Suster yang dari awal bersama dengan Erina hendak mendorong kursi roda, namun cegahan dari Erina mengehentikan niat nya sesaat.


"Tapi sus----"


"Suami anda akan menyusul ! Perawat akan mengantar nya ke sana." Dengan senyum mengembang dan antusias, suster itu pun membawa Erina ke tempat yang akan di tuju.


Erina hanya bisa menghela nafas, dia tidak ingin egois untuk bayi nya.


Pikiran nya mulai kemana-mana, dia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan pria satu malam itu. Nafas nya seakan berat dan panas, jantungnya terus berdebar tak karuan.


Sepanjang jalan menuju ruangan dokter kandungan, Erina terus tak henti-henti nya mengerutkan kening sesekali memijit nya.


"Apa anda pusing ?," Suster itu mengamati Erina.


"Tidak sus, lanjut saja!." Titah nya dan suster itu pun kembali mendorong kursi roda yang di tempati oleh Erina.


Sehari setelah pernikahan Yuma, Gary kembali ke Singapura karena pertemuan bisnis nya. Awal nya dia akan membatalkan namun pihak dari sana menolak, karena ada beberapa kendala yang harus di luruskan dan juga di sempurnakan langsung oleh Gary.


Xian, dia walaupun masih merasa canggung dan kaku terhadap saudara sepupunya itu mulai sedikit rileks dan menawarkan bantuan pada Gary untuk mengurus masalah nya di China termasuk masalah dengan Chen Group saat ini yang tidak kelar-kelar.


...**...

__ADS_1


Yuma dan juga Daniel turun dari mobil mereka saat telah sampai di depan rumah besar Chen. Daniel mengeluarkan koper milik Yuma dan membantu membawa nya masuk setelah sehari menginap di hotel tempat mereka menggelar pernikahan.


"Kakak ipar selamat datang di rumah." Shen, dia paling awal menyambut Yuma. Yuma tersenyum senang saat ini, namun Daniel melengos begitu saja melewati keluarga nya.


Mama Ella dan juga papa Chen terlihat mendekat. Ujung mata mereka memicing pada sosok putra nya yang begitu saja pergi meninggalkan istri nya sendiri.


"Yuma ayo masuk, sayang !." Mama Ella merangkul tubuh Yuma sehingga berjalan berdampingan.


Papa Chen sedikit menggelengkan kepalanya pada Shen yang sudah mengepalkan tangan nya erat karena kesal dengan sikap Daniel.


"Yuma mama sangat senang sekali akhirnya kau menjadi menantu mama." Reaksi mama Ella tak terbendung lagi, wajah nya selalu berseri dari saat Yuma sah menjadi anggota keluarganya.


"Mama bisa saja ! Aku juga senang memiliki mertua baik seperti mama." Yuma memeluk senang mama Ella.


"Eeeuuum" Mereka terus berpelukan.


"Ekheeem" Papa Chen serasa diabaikan sekarang. Shen pun tengah mencebik kesal seperti anak kecil.


"Kakak ipar." Shen malah duduk di atas lantas dekat dengan kaki Yuma. Yuma reflek menjauh karena kelakuan Shen yang aneh dan tiba-tiba.


"Shen apa yang kau lakukan?," Yuma benar-benar kaget sampai beranjak berdiri dan menjauh begitu saja.


"Hahahaha kasihan anak mama malah di jauhin."


Hari ini mama Ella seperti mendapat hal baru yang menyenangkan dan mendapat pendukung baru setelah Erina tak lagi berada di rumah karena pendidikan nya. Untuk itu maka Ella merasa kalah oleh tiga pria sekaligus di rumah nya.


Kedatangan Yuma merubah suasana hati nya, dia pun berusaha dan berjanji akan menjaga menantu tercinta nya itu.

__ADS_1


"Ma, Pa, Yuma ke atas saja ya. Di sini ada makhluk aneh, aku takut !." Yuma pun pamit pergi dengan berpura-pura merinding dan takut, tatapan mata nya tertuju pada Shen seraya menahan tawa geli nya.


"Kakak ipar." Shen teriak-teriak karena Yuma sudah berlalu pergi menaiki anak tangga.


"Hahahaha, aku istirahat dulu. Bye !" Yuma akhirnya tertawa tanpa kembali membalikkan badan nya. Lambaian tangan pun terlihat mengayun berulang.


Kesenangan yang meliputi seketika redup. Mama Ella, papa Chen juga Shen duduk di sofa yang sama bersamaan.


Mereka serempak menoleh ke atas tangga dan tak mendapati punggung Yuma lagi.


"Apa mereka sedang bertengkar ? Kenapa Daniel bersikap seperti itu ?." Celetuk mama Ella dengan polos nya tanpa memikirkan kemungkinan yang tengah terjadi.


"Tidak mungkin ma ! Mana ada pengantin baru bertengkar ? Pasti ada hal lain. Tidak mungkin juga Yuma bertengkar, dia tidak terlihat tipe gadis yang suka bertengkar, kecuali jika anak nakal itu yang mencari gara-gara."


Nada suara papa Chen mulai sinis, jari telunjuk nya terus mengarah ke atas di mana kamar Daniel berada.


"Betul pa, aku setuju dengan mu ! Kakak ipar ku orang baik dan lembut, dia tidak akan bertengkar begitu saja dengan Daniel."


Shen malah membenarkan, dia sudah sangat pro pada Yuma dari saat belum sah menjadi kakak ipar sampai sekarang.


Mereka bertiga bergulat dengan pikiran mereka masing-masing layaknya bocah yang tengah memikirkan akan membeli sesuatu yang di lupakan nya.


Hening beberapa menit, mama Ella tersadar dan mendapati Suami dan juga putra nya masih berada di samping.


"Kalian tidak akan kembali ke kantor ? Lihatlah ini sudah jam berapa ?." Ucap Mama Ella mengejutkan mereka.


"Uh ? Oh iya benar !,"

__ADS_1


" Shen ayo berangkat bareng saja."


Seperti orang linglung, mereka melangkah masih dengan pikiran tentang Daniel dan juga Yuma


__ADS_2