Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 12


__ADS_3

Di atas balkon, Daniel tengah menatap lurus sembari menikmati hari nya. " Ada apa dengan nya ?! ". Gumam Daniel masih mengingat bagaimana wajah pucat dari wanita itu.


Lamunan Daniel tersadarkan dengan suara yang menurutnya menyebalkan.


" Kerasukan baru tahu rasa ". Ujar Shen yang baru sampai dari menemani papa Chen. " Yaa, betapa beruntungnya hari ini, seorang Daniel begitu senggang ? oh apa dunia mulai runtuh ?! ". Racau Shen hendak duduk, namun Daniel menghentikan niat nya.


" Tidak ada yang menyuruh mu untuk duduk di sana bocah nakal ". Seru Daniel mendilak kesal sampai Shen pun masih dalam posisi condong menahan bokong nya sehingga mengambang di atas kursi.


Ekspresi Shen merajuk tercampur kesal, baru saja sampai, perlakuan Daniel sama saja seperti di pagi hari. " Haiihh ". Kesal Shen memutuskan untuk duduk.


" Kau ini apa tidak bisa berbicara baik kepada ku ? di kantor dan di rumah sama saja ! jika begitu mending tinggal sendiri seperti biasa ". Protes Shen mendengus kesal.


" Maa ". Teriak Daniel. mata Shen menajam karena tahu niat Daniel memanggil mama Ella.


" Yaak ". Kesal Shen. Daniel hanya melebarkan salah satu sudut bibir nya acuh namun terlihat mengancam, begitupun kedua sudut pundak nya terlihat terangkat.


" Jika tidak ingin di hukum maka diam lah dan jangan berani mengganggu konsentrasi ku, mengerti ! ". Ucap Daniel.


" Konsentrasi apa ? bukankah yang seperti tadi di sebut melamun ! ". Ledek Shen.


" Sshh Diam ". Desis Daniel.


...**...


Daniel masih dengan rasa penasaran nya, hatinya sudah lama tak merasakan kekhawatiran berlebih seperti ini. Setelah kekasih nya pergi entah kemana, hatinya membeku untuk semua wanita di luaran sana.


Namun setelah bertemu dengan Yuma walau pun itu sekilas, kepala dan hatinya terus saja mengingat wajah dan nama itu.


" Ma, pa, aku ke luar sebentar ". Izin Daniel.


" Ok ". Sahut mama Ella dan juga Papa Chen. Shen baru saja bergabung dengan orangtuanya.


" Kemana dia ?! ". Tanya Shen menunjuk Daniel dengan dagunya.


" Entahlah, mungkin ada urusan " Ucap papa Chen .

__ADS_1


" oh ". Tanggap nya.


Daniel terdiam di dalam kabin mobil dengan mata menatap halus pada apartemen tempat tinggal Yuma, sebelum ke apartemen Yuma, dia lebih dahulu berkunjung kembali ke rumah sakit, namun Yuma telah tak di sana lagi.


Setelah terdiam beberapa saat, dia memutuskan untuk masuk. Daniel mengetuk pintu dan sesekali menekan bel. Setelah beberapa kali mengetuk, akhirnya Yuma membuka pintu.


" Ada apa lagi ? ". Ucap pelan Yuma tanpa melihat siapa yang datang. Daniel menaikkan satu alis nya.


" Permisi ". Seru Daniel.


" Pergilah ". Kesal Yuma hendak menutup kembali pintu.


" Maaf nona ". Bingung Daniel menahan pintu agar tidak tertutup. Yuma mematung seketika saat pria yang baru saja datang menyebut nya nona.


Yuma memutar kembali tubuh nya dan segera menatap laki-laki itu dengan berawal dari ujung kaki sampai di mana mata mereka saling bertemu.


Yuma menautkan alis nya sampai kening pun ikut mengerut.


" Siapa ?! ". Tanya Yuma mencari jawaban.


" Apa sopan membiarkan tamu berdiri di depan pintu ?! ". Ujar Daniel.


...**...


Yuma menyiapkan air minum dan menghidangkan nya untuk Daniel.


" Maaf tuan saya bukannya bersikap tidak sopan tapi ada keperluan apa anda ke sini ?! ". Tanya Yuma yang dia pun baru sadar jika wajah itu dia mengenal nya.


" Apa ada yang dapat saya bantu ? apa ada pekerjaan yang dapat saya bantu ?". Tanya Yuma karena yang dia tahu pria ini adalah pegawai di perusahaan yang sama dengan nya.


" Tidak, saya kebetulan hanya melintas di depan apartemen mu, jadi saya mampir sebentar. Apa kau tidak terganggu ?! ". Tutur Daniel.


Yuma kembali terheran karena dia sama sekali tidak pernah mengatakan pada siapapun alamat rumah nya, tapi kenapa pria ini tahu.


Yuma terus menatap dalam mata Daniel dengan curiga.

__ADS_1


" Bagaimana anda bisa tahu saya tinggal di sini ?! ". Curiga Regina.


" Saya melihat mu di taman, bukan maksud saya mengikuti, tapi saya lihat keadaan mu tengah tak baik, jadi saya mengikuti mu ". Entah dari mana alasan itu datang, tapi Yuma percaya dengan perkataan Daniel karena memanglah nyata jika dirinya dari taman dahulu sebelum pulang ke apartemen.


" Bagaimana keadaan mu sekarang ?! ". Tanya Daniel. Sedikit demi sedikit kerikil yang mengganjal di dalam hati nya hancur, karena orang yang tengah dia khawatirkan berada di depan nya saat ini.


" Sudah lebih baik ". Sahut Yuma. Keheningan kembali menyeruak pada atmosfir ruangan itu. Yuma hanya memainkan jari jemari nya karena tidak tahu harus mengatakan apa saat ini.


" Jika begitu kau istirahatlah, maaf telah mengganggu waktu anda nona ". Pamit Daniel karena dia pun sangat tegang, sampai dia tidak tahu apa yang harus di katakan.


" Tidak masalah, kita teman satu perusahaan dan saya senang anda berkunjung ke sini ". Timpal Yuma merasa tidak dapat memberikan apa-apa untuk tamu nya.


" Kita bertemu kembali lain waktu ". Ucap Daniel yang akhirnya pergi dari apartemen milik Yuma.


Yuma masih bingung dengan kedatangan Daniel yang benar-benar di luar dugaan nya.


...**...


Tiba di rumah sakit, Xian dan Gary melangkah beriringan. orang tua mereka yang melihat nya sangat-sangat tidak biasa.


" Dimana dia ? kenapa dia tak bersama kalian ?!". Tanya ayah dari Yuma.


" Dia sedang sakit jadi tak bisa ikut !". Sahut Gary seolah tidak terjadi apa-apa sebelum nya.


" Sakit ?". Ucap ayah dari Yuma mengulang.


" Iya paman, badan nya panas dan dia sedang istirahat sekarang !". Seru Xian membantu Gary untuk berbicara.


" Kalian benar-benar menemui anak itu ?!". Ayah dari Gary menimpali obrolan mereka.


" Iya, memang nya kenapa paman? apa kami terlihat sedang berbohong ?!". Ketus Xian tidak suka dengan tatapan ayah dari Gary.


" Bukan seperti itu, paman hanya bertanya saja ! Lagipula kenapa kakek kalian itu ingin menemui anak tak berguna seperti Yuma ?!". Sarkasnya.


" Jaga ucapan mu papa !". Teriak Gary tidak terima dengan ucapan ayah nya.

__ADS_1


" Ada apa dengan mu Gar ? Tidak biasanya kau berkata sarkas seperti itu kepada papa ?!". Ujarnya dengan tatapan selidik.


" Aku baik, hanya saja bicaramu sungguh keterlaluan !". Ujar Gary kembali melunak kan tatapan nya.


__ADS_2