Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 90


__ADS_3

Sedari semalam, dirinya terus menduga-duga siapa wanita yang berani membayar dua kalilipat harga toko nya dan sekarang akhirnya terpecahkan. Dia yakin jika Yuma adalah putri dari pengusaha kaya di negara nya setelah melihat Liam dari dekat.


"Kak" Sapa pegawai di sana dengan antusias, melambaikan tangan mereka pada Yuma dan hal itu sontak membuat Liam melirik mereka bergantian dan membatin apakah sudah sedekat itu ?.


Yuma pun membalas sapaan mereka semua dan melanjutkan langkah nya berdampingan dengan Liam.


Sekitar satu jam mereka berbincang di ruang pribadi pemilik toko dan menyepakati harga. Koper hitam tersimpan nyata di atas meja, Liam pun membuka koper itu.


Pemilik toko tidak sabar dengan uang di dalam nya, untuk itu saat koper terbuka dengan penuh mata nya seketika berbinar.


Yuma memperhatikan, dia pun tidak sabar ingin menempati tempat itu sepertinya.


"Total semua nya sesuai kesepakatan, anda boleh menghitung ulang jika tidak percaya" Ucap Liam duduk kembali.


"Uh ? Oh tidak tidak, saya percaya pada kalian terutama pada nona besar ini" Ujar nya menutup koper dan membawa nya ke sisi sebelah kanan tangan nya.


Yuma tersenyum menanggapi, tidak ada yang ingin lagi di bicarakan karena tidak ada pembahasan lagi. Liam yang berbicara karena dia seorang pengusaha, untuk itu dari awal datang, Yuma membiarkan Liam berbicara.


"Dari mulai hari ini, toko kue ini menjadi milik anda dan dalam map ini adalah berkas-berkas kepemilikan aset tanah dan bangunan ! Anda boleh cek dahulu keaslian nya"


Yuma dan Liam pun memeriksa bersamaan dengan teliti.


Yuma mengangguk memberi tanda jika berkas itu adalah asli.


"Untuk masalah karyawan, serahkan saja pada saya ! Biarkan mereka bekerja lebih lama lagi, soalnya saya pun akan berbisnis kue juga di toko ini ! Anda hanya perlu memberikan gaji mereka sesuai perjanjian kontrak awal masuk. Bukan kah gaji mereka tidak Full selama tiga bulan ini ?"


Yuma masih ingat akan perkataan koki kemarin, obrolan mereka pun di angguki oleh karyawan yang lain, itu berarti memang benar, tidak mungkin juga mereka serempak berbohong.


"Saya sudah mengatur nya dan menghitung semalam ! Rencana nya hari ini akan saya bayar dan itu pun jika toko ini memang akan anda beli"


Tukas pemilik toko itu, masa iya dia harus jahat, tidak menggaji dan tidak memberi bonus untuk karyawan nya. Bukan kah itu hal terkeji untuk seseorang yang tengah mencari nafkah ?.


"Terimakasih" Senang Yuma kembali sumringah seakan tidak ada masalah dan beban dalam kepala nya.


Liam pum melirik dan tidak luput memperhatikan pemilik toko itu.


Yuma dan Liam pun ke luar lebih dulu dari ruangan itu. Di sana kasir ke luar dari tempat nya dan menghampiri Yuma.


"Kak, kita jadi kan makan-makan nya ? Kami sudah menemukan tempat yang cocok dan harganya pun lumayan murah" Ucap kasir itu antusias.

__ADS_1


"Iya kak, dia benar ! Kemarin malam kita cari-cari tempat dan akhirnya menemukan yang cocok" Timpal teman nya meyakinkan.


"Makan-makan ? Maksud nya apa ?." Liam meraih lengan Yuma sehingga sang pemilik lengan menoleh pada nya.


"Iya, makan-makan itu sebagai acara perpisahan bos ini dan sekaligus bos baru ! Aku sudah janji kemarin" Sahut Yuma memberi jawaban atas pertanyaan Liam yang terlihat seperti tengah bertanya-tanya.


"Kakak ikut saja, biar tambah ramai ! Iya kan ?!" Ujar kasir itu pada teman nya.


"Kau tidak sibuk kan ?." Seru Yuma menambahkan.


Di balik dingin nya sikap Yuma, Liam menemukan hal lain yang sepertinya tidak orang lain tahu walau pertemuan mereka terhitung hari.


Liam menatap kagum pada wanita di depan nya ini, pantas saja Gary sangat menjaga nya dan ternyata kini alasan nya dia tahu.


Liam melihat jika Yuma bisa tegar kapanpun dan dalam kondisi apapun, dia pandai menyembunyikan kesedihan dan sakit nya.


Sikap congkak dan polos kadang terlihat dalam satu waktu bersamaan.


"Liam ?." Yuma mengguncang lengan Liam.


"Uh ? Oh tidak, aku sedang senggang hari ini" Ucap nya bohong


"Mia kemari lah sebentar" Teriak bos dari ambang pintu ruang pribadi nya.


Mia sejenak bertanya-tanya, apakah dia yang di panggil ? Ada apa ? Kenapa tidak biasa nya.


"Sana pergi dulu, siapa tahu dapat bonus hahaha" Gurau Noah, rekan kerjanya.


"Iya Mi, sana cepat pergi ! Siapa tahu kan ?!." Timpal Olivia baru bergabung dengan nampan di dada.


Mia pun pamit pergi dulu pada Yuma dan Liam.


"Pembeli sepi kak, lebih parah dari kemarin" Keluh Olivia merengut kala Yuma menatap sekitar ruangan begitupun dengan Liam.


"Close saja, kita berangkat setelah ini ! Kasih tahu koki kemarin biar dia siap-siap juga" Ucap Yuma.


Yuma dan juga Liam ke luar lebih dulu, terlihat Liam membuka mobil dan duduk di sana, membiarkan pintu mobil terbuka.


"Aaaaa kakak makasih" Jerit berbagai suara dari dalam, derapan langkah cepat pun berhamburan ke luar.

__ADS_1


Yuma sendiri pun kaget di buat nya.


"Ada apa ada apa ?." Seru Yuma ikut heboh.


"Kakak, aku dapat gaji full di tambah bonus, yeay!!."


Mereka begitu senang. Mia pun reflek memeluk Yuma.


"Terus apa hubungan nya dengan ku ?" Yuma masih bingung, Liam memperhatikan dari dalam tingkah mereka.


"Bos bilang kakak ada bicara juga, jadi kami dapat tambahan sangat besar" Seru Olivia.


Yuma tersenyum lugas, dia pun ikut senang dengan mereka yang tengah berbahagia atas pendapatan mereka.


"Bukan apa-apa, kakak hanya membantu bicara saja ! Ucapan Shopia kemarin ada yang janggal menurut kakak jadi kakak hanya bisa membantu bicara saja." Tutur Yuma sesekali melirik Shopia yang sedari tadi hanya diam dengan senyum nya tanpa suara ataupun bicara.


...**...


"Daniel apa yang kau lakukan ? Hentikan !!"


Ruang kerja kantor sudah tidak berbentuk, di dalam acak-acakan, kaca meja pun pecah, beling pun berserakan.


Xena, wanita itu ketakutan. Berjongkok di sudut meja kerja yang sudah pecah, wajah nya memerah dengan air mata mengalir membasahi pipi.


Kaki nya bergetar hebat, rintihan dan juga isakan terdengar bersamaan. Jari jemari nya mencengkram lutut.


Shen berjalan cepat menghentikan kegilaan Daniel, tangan nya berdarah berceceran pada lantai.


Shen kembali ke luar dengan cepat meminta wakil sekretaris yang ada di luar agar masuk.


"Cepat bawa Xena ke luar" Titah Shen. Mereka pun membantu Xena berdiri dengan hati-hati.


Daniel memijit kening nya dengan jemari yang berdarah dan tangan yang lain kecak pinggang.


"Pecat wanita itu ! Besok aku tidak ingin melihat wajah nya" Tekan Daniel dengan amarah nya.


Shen berdiri di belakang, dia masih belum paham dengan apa yang terjadi. Keadaan kantor benar-benar hancur.


Mental Daniel mulai terganggu, hal ini lebih parah dari saat di tinggal oleh Xena saat dulu.

__ADS_1


__ADS_2